The Possessive Perfect Teacher

The Possessive Perfect Teacher
Keputusan perlakuan Arya


__ADS_3

Sore harinya, saat Kania mengendap-endap masuk ke dalam rumah, dia pun dikejutkan oleh suara seseorang yang berkata, “Ehm. Udah puas mainnya?”


Kania pun langsung menengok ke arah sumber suara dan sesaat setelah itu dia menyadari kalau ada Arya yang ternyata sudah menunggunya sedang duduk di ruang tamu.


“Puas. Kenapa emangnya?” tanya Kania dengan nada seperti orang sedang menantang.


Arya yang mendapatkan tanggapan seperti itu pun langsung bangun dan berjalan mendekati Kania.


“Kan, rupanya kamu lupa dengan apa yang sudah kamu katakan tadi pagi,” ucap Alvaro.


Kania pun mencoba mengingat-ingat kembali apa yang sudah dia katakan tadi pagi. Setelah beberapa saat kemudian...


“Ooooh.. soal kewajiban itu ya?! Lha kan tadi di sekolah aku udah berperan sebagai siswa dan barusan aku melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa,” ucap Kania.


Arya yang mendengar ini pun langsung menyipitkan matanya bingung.


“Kamu melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa?! Emang apaan yang kamu lakuin?” tanya Arya.


“Cari uang. Aku kan gak mau hidup selalu diberikan uang olehmu terus,” ucap Kania polos.


Mendengar ucapan Kania, Arya pun spontan langsung memukul jidatnya dan kemudian berkata, “Kamu ini, Kania. Dapat pemikiran dari mana kamu seperti itu?”


“Gak ada. Cuma aku merasa sangat gak nyaman aja selalu diberi uang olehmu untuk membeli semua yang aku mau,” ucap Kania.


Arya yang lagi-lagi mendengar ucapan Kania seperti ini pun akhirnya menghela nafas panjang dan berkata, “Kania, untuk urusan uang, walau kamu sudah dewasa pun kamu tetap akan aku kasih uang. Karena kamu itu istriku dan itu wujud dari nafkahku untukmu.”


Mendengar ucapan Arya, Kania pun langsung menyahut, “Tapi kan aku gak menganggapmu suami dan lagian juga aku gak cinta sama kamu. Kenapa kamu masih saja bersikeras mempertahankan pernikahan ini?”


Arya yang sebenarnya sudah tahu kalau ini akan lebih susah dari kehidupannya yang lalu, tetap saja merasa syok Kalau harus mendengar ucapan Kania yang selalu seperti itu terhadapnya.


Dia benar-benar bingung harus bagaimana lagi membuat agar Kania bisa mencoba membuka pintu hatinya lagi dan mengingat semuanya.


Karena tidak tahu harus menjawab apa, dengan wajah sedih dan juga putus asa Arya pun langsung pergi meninggalkan Kania.


Sementara itu, Kania yang ditinggalkan oleh Arya ini pun langsung menceletuk, “Cih. Gak jelas banget.”

__ADS_1


***


Keesokan paginya, Arya sudah terlebih dahulu menunggu Kania di ruang tamu dengan keadaan lampu tidak menyala. Dia tahu pasti kalau Kania akan mengulangi hal seperti kemarin lagi.


Setelah beberapa saat kemudian, benar saja, Kania pun hendak kabur lagi dengan mengendap-endap keluar dari rumah.


Belum juga dia berhasil keluar, tiba-tiba saja Arya menyalakan lampu ruang tamu tersebut dan kemudian berkata, “Kamu mau kabur lagi?”


Kania pun langsung menghentikan langkahnya dan kemudian menengok ke arah Arya.


“Siapa bilang aku mau kabur?! Berhubung kebetulan bertemu, ya udah kalau begitu aku pamit aja sekalian,” ucap Kania yang kemudian dia pun hendak melanjutkan langkahnya ke luar.


“Tunggu sebentar. Siapa yang bilang kamu sudah dibolehkan pergi?!” ucap Arya.


“Maksudnya?” tanya Kania yang langsung mengurungkan niatnya untuk melangkah.


“Ini. Kamu lihat ini dulu,” ucap Arya sambil memberikan secarik kertas.


Melihat itu, dengan ragu Kania pun langsung mendekati Arya dan kemudian mengambil kertas tersebut lalu melihatnya.


Setelah beberapa saat kemudian, Kania pun tercengang dengan apa yang sudah dia baca.


“Kamu tanya ini apa maksudnya?! Baik. Aku akan jelaskan,” ucap Arya yang kemudian menjelaskan semua yang tertulis di kertas tersebut.


Dan untuk beberapa saat Kemudian, sesaat Kania mendengar penjelasan Arya, spontan Kania pun langsung berkata, “Jika aku gak menyetujuinya?”


“Oh. Jika kamu gak setuju, maka jangan harap kamu bisa keluar dari rumah ini mulai dari detik ini juga,” sahut Arya santai.


Kania yang mendapatkan jawaban seperti itu pun langsung mengepalkan tangannya dan hendak memukul Arya. Namun dengan cepat, Arya langsung dapat menahannya bahkan memegang tangan Kania sambil berkata, “Kamu tidak punya pilihan lain selain menyetujuinya. Ok?!”


Arya pun langsung melepaskan tangan Kania dan kemudian kembali berkata, “Sudah. Tanda tangani saja jika kamu masih mau memiliki kebebasan.”


Sambil menahan kesal dan emosi, Kania pun langsung menandatanganinya dan kemudian langsung hendak pergi.


Namun sayangnya di saat yang bersamaan, Arya langsung bisa menangkap tangan Kania dan dengan tersenyum, Arya pun kemudian berkata, “Kamu juga mulai saat ini hanya boleh pergi bersamaku dan pulang juga bersamaku. Ok?!”

__ADS_1


Kania yang mendengar ucapan Arya dan juga melihat ekspresi wajah Arya seperti itu pun langsung mengkerat-kerutkan giginya karena benar-benar sudah merasa emosi.


Melihat ekspresi wajah Kania seperti ini, Arya pun merasa puas dan kemudian tanpa menunggu persetujuan dari Kania, Arya pun langsung menarik tangan Kania dan membawanya berangkat ke sekolah.


Kania yang diperlakukan seperti ini pun dengan enggan mengikuti langkah Arya.


***


Setelah beberapa waktu kemudian, tibalah mereka di sekolah. Kania yang langsung hendak turun ini pun tiba-tiba terhenti dengan suara Arya yang berkata, “Tunggu dulu.”


Sesaat setelah itu, Arya pun langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Kania sehingga membuat Kania bertanya, “Kamu mau apa?”


Tanpa menjawab pertanyaan Kania, Arya pun langsung mencium bibir Kania dengan lembut namun kuat sehingga Kania tidak bisa melepaskan diri dari ciuman Arya tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian, Arya pun menyudahi ciumannya dan kemudian berkata, “Ini adalah tanda kalau kamu itu milikku, istriku. Sehingga dapat membuat kamu selalu teringat dengan statusmu dan tidak akan melakukan hal-hal macam-macam lagi seperti yang kemarin-kemarin.”


Sambil mengelap mulutnya, Kania pun berkata, “Dasar gila.”


Setelah mengatakan hal itu, Kania pun langsung turun dan Arya yang ditinggalkan pun bergumam, “Kan, maafin aku. Aku tidak punya cara lain selain memperlakukanmu seperti ini.”


***


Di dalam kelas, dengan suasana hatinya yang sedang kesal, Kania pun terduduk diam sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi.


Gylsa yang melihat Kania pergi ini pun spontan langsung berteriak, “Kan, lo mau ke mana? Sebentar lagi masuk lho.”


“Gue lagi badmood. Mau bolos aja,” ucap Kania sambil meneruskan langkahnya pergi begitu saja.


Gylsa yang mendengar jawaban Kania ini pun langsung bergumam, “Eh?! Santai banget jawabnya.”


Tak selang berapa lama kemudian, Arya pun masuk dan seperti biasa, hal pertama yang dia lakukan adalah melihat ke arah meja Kania.


Arya yang mendapati lagi-lagi istrinya ini berbuat ulah, akhirnya dia memutuskan untuk hanya memberikan tugas yang harus dikumpulkan saat itu juga, sedangkan setelah memberikan tugas, Arya pun langsung pergi ke tempat di mana Kania bersembunyi.


Setelah beberapa saat kemudian, saat Kania sedang memejamkan matanya, dengan tiba-tiba...

__ADS_1


'Cup'


Bersambung..


__ADS_2