
Setelah kejadian itu, Sintia pun selalu mengurung dirinya di kamar dan pesta yang tadinya ingin dia adakan pun akhirnya di batalkan.
Sementara itu, Kania yang merasa ada yang terlewat pun akhirnya bertanya, “Pak, ini tanggal berapa?”
“Kenapa kamu menanyakan soal tanggal. Emangnya kamu sebelum ini ada rencana?” tanya Arya sambil merapikan barang-barang bawaan karena besok mereka akan kembali pulang.
Kania pun menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata, “Cuma pingin tahu aja sekarang tanggal berapa. Lagi pula, udah beberapa hari aku gak sekolah, pasti aku bakalan ketinggalan banyak pelajaran.”
“Oh,” sahut Arya sambil meneruskan aktivitasnya.
Saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba saja pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang sehingga membuat mereka sontak langsung melihat ke arah pintu.
“Pak, sepertinya ada yang mengetuk pintu,” ucap Kania.
Arya pun mengangguk dan kemudian berkata, “Biar aku coba buka.”
Setelah beberapa saat kemudian, saat pintu kamar terbuka, tiba-tiba saja...
“Ar, gue ikut lo ya,” ucap Adi.
“Kak Adi!?” ucap Kania spontan.
“Hehehe.. hai Kania,...” ucap Adi sekilas dan kemudian kembali berkata, “Ya Ar. Gue ikut ya.”
Sambil menyipitkan matanya, Arya pun bertanya, “Lo ngapain sih kok maksain banget ikut?”
Merasa bakalan tidak diperbolehkan untuk ikut, Adi pun langsung berjalan mendekati Kania yang saat itu sedang duduk di tepi kasur sedang memperhatikan mereka dan ternyata hal ini diperhatikan oleh Arya.
“Hei.. hei.. hei.. lo mau ngapain jalan ke arah istri gue hah?” teriak Arya yang kemudian dengan cepat mendahului langkah Adi ke arah Kania.
Adi yang langkahnya sudah didahului oleh Arya ini pun langsung tidak mau kalah, dengan secepatnya dia menarik tangan Kania sehingga posisi Kania sekarang berada di samping Adi.
Melihat Kania yang ada di samping Adi, Arya pun sangat kesal. Dengan cepat dia pun langsung menarik tangan istrinya itu langsung ke sebelahnya.
Adi yang melihat respons Arya seperti ini pun langsung menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata, “Ar, pinjamkan gue istrimu dulu lha. Jangan pelit begitu.”
“Pelat pelit pelat pelit.. lha suka-suka gue lha. Istri, istri gue,” ucap Arya.
Kania yang dari tadi memperhatikan mereka berdua ini pun akhirnya ikut bicara dengan bertanya, “Kalian ini sebenarnya ada apa sih? Kenapa juga aku jadi dibawa-bawa kaya’ begini?”
__ADS_1
“Kan, Kakak ingin ikut kalian,” sahut Adi.
“Ikut ke mana Kak?” tanya Kania bingung.
“Pulang,” sahut Adi singkat dan to the point.
“Ha!?” ucap Kania terkejut sambil melihat Arya.
Arya yang mendengar jawaban Adi ini pun langsung bertanya, “Nah kan.. nah kan.. benar kan!? Ini nih.. ngapain sih lo maksain banget?”
“Gue harus ikut lo berdua pokoknya. Gue gak mau dijodohin kalau gue pulang ke rumah,” jelas Adi.
Seketika Kania jadi paham kenapa bisa sampai Adi memaksa seperti itu.
Sementara itu, Arya yang mendengar itu pun langsung berkata, “Ya ampun, Adi. Cuma gara-gara lo mau dijodohin jadinya lo rebutan Kania sama gue!?”
“Ya bukan gitu juga maksud gue, Ar. Gue cuma mau Kania bantu gue buat bujuk lo supaya ngijinin gue ikut,” ucap Adi.
Arya pun menggelengkan kepalanya dan berkata, “Ckckck.. Adi Adi.. gue benar-benar gak nyangka lo payah.”
Mendengar dirinya dikatai payah ini pun sontak membuat Adi bertanya, “Payah gimana maksud lo?”
Adi pun terdiam sejenak dan kemudian berkata, “Gue udah bilang, Ar. Cuma lo kan tahu sendiri orang tua gue kaya’ gimana.”
Mendengar ucapan Adi, spontan Kania langsung menceletuk, “Ikut berduka.”
Mendengar celetukan Kania seperti ini sontak membuat Arya ingin sekali tertawa namun dia tahan.
Sementara itu, Adi yang mendengar celetukan Kania seperti ini pun langsung berkata, “Haiss, Kan. Kamu jangan begitu donk. Kakak lagi beneran bingung nih.”
Tanpa banyak bicara, Kania langsung bertanya, “Kakak udah ada orang yang Kakak suka belum?”
Adi pun menggelengkan kepalanya dan ini di lihat Arya sehingga membuat Arya langsung menceletuk, “Nah kan. Dasar perjaka tua.”
“Sial lo, Ar. Teganya lo ngomong begitu,” ucap Adi.
“Ya lagian lo sih yang bilang begitu. Emangnya lo tuh mau cari yang kaya’ gimana sih?” tanya Arya.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Adi pun terdiam sejenak dan kemudian menyahut, “Hmm, gue mau cari yang kaya’ Kania. Hehehe..”
__ADS_1
Mendengar jawaban Adi itu, sontak membuat tangan Arya langsung ingin melemparkan bantal ke arah Adi sambil berkata, “Apa lo barusan bilang tadi ha!? Coba ulangi.”
Mendapatkan tantangan seperti itu, dengan sengaja Adi pun berkata, “Gue pingin yang kaya’ Kania.”
Mendengar Adi berani mengulangi ucapannya, Adi pun langsung melemparkan bantal demi bantal ke arah Adi yang oleh Adi langsung dapat dihindari.
Karena merasa tidak puas, Arya pun langsung mengejar-ngejar Adi sehingga jadilah hari itu ada dua orang dewasa sedang bermain kejar-kejaran di dalam kamar sehingga membuat Kania menepuk jidatnya dan bergumam, “Apakah salah satu diantara mereka itu benar-benar ada yang seorang guru?”
Di saat mereka sedang seru-serunya berkejar-kejaran seperti itu, tiba-tiba saja ponsel Adi berdering sehingga membuat Adi pun langsung spontan berhenti berlari.
“Halo,” ucap Adi saat mengangkat teleponnya.
Entah apa yang dikatakan oleh orang dari balik telepon sehingga membuat raut wajah Adi pun menjadi berubah.
Melihat ekspresi Adi yang seperti itu, membuat Arya dan Kania pun saling menatap satu dengan lainnya dan Kania pun bertanya, “Ada apa, Pak?”
Arya pun mengangkat ke dua bahunya tanda dia sendiri juga tidak tahu.
Hingga beberapa saat kemudian panggilan pun diakhiri dan Adi pun bergumam, “Orang yang bakalan dijodohin ma gue itu ternyata sekarang juga ada di kapal ini.”
Mendengar gumaman Adi, baik Arya mau pun Kania, keduanya sama-sama saling menatap dan karena penasaran, Arya pun bertanya, “Lo tahu dari mana kalau dia ada di sini juga?”
“Lha barusan itu dia yang menelepon,” sahut Adi.
“Oh. Jadi lo udah bertemu dia donk sampai bisa dia tahu nomor ponselmu?” tanya Arya.
Adi pun menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata, “Gue gak pernah ketemu sama dia. Gue cuma tahunya itu namanya aja. Sedangkan wajahnya aku sama sekali gak tahu. Dengar suaranya aja barusan tadi pas telepon.”
Mendengar penjelasan Adi seperti itu, sontak membuat Arya dan Kania secara bersamaan berkata, “Oh.”
Sesaat setelah itu, Andi pun langsung bertanya, “Lha terus gue harus gimana donk sekarang?”
“Hmm, Kak. Kalau boleh tahu, emangya siapa nama orang yang bakalan dijodohin ma Kakak?” tanya Kania.
Dengan spontan Adi pun langsung menyahut, “Gylsa.”
“Apaaaaa!?”
Bersambung..
__ADS_1