
Acaranya ramai, kota Solo ini meriah karna kehadiran para artis papan atas yang ikut meriahkan acara. Seluruh fans bersorak bahkan bernyanyi ketika Amira menampilkan nyanyiannya yang bisa membuat satu dunia galau itu. Fansnya sangat ketara bahkan yang tidak pernah absen saat Amira mengisi acara dia akan selalu hadir, seorang fanboy yang sangat mengidolakan Amira sejak gadis itu mengikuti Indonesian Idol.
"Kak Amira!" Panggil seseorang yang sedang berada di backstage yaitu tempat peristirahatan.
Seorang lelaki bertubuh tinggi namun jelas umurnya dibawah dia, kelihatannya bahkan seumuran dengan Rania yang sudah jelas pasti anak kuliahan. Lelaki yang selalu mempunyai koneksi orang dalam ketika mengikuti konser Amira agar bisa bertemu secara langsung dengan idolanya.
"Hi! Aku kira kamu gak datang," Sapa ramah Ami menyambut laki-laki itu dengan mengulurkan lengannya mengajak bersalaman.
"Aku gak akan lewatin setiap acara yang ada Kak Aminya dong!" Katanya dengan semangat membuat Amira ikutan bersemangat.
Ketika dia bertemu dengan salah satu fansnya, rasanya Amira selalu terisi vitam penguat untuknya, rasanya energinya langsung terisi penuh karna lihat siapa sih yang tidak bersemangat ketika mempunyai seorang fans yang selalu mendukungnya di belakang. Bahkan jika tidak adanya mereka mungkin sekarang Ami sedang sekarat kelaparan, karna merekalah sumber uangnya.
"Senengnya! Udah makan?" Tanyanya sambil mengajak duduk di kursi sebelah Ami. Amira yang duduk di depan cermin tempat make over.
"Belum, kak Ami udah belum? Oiya, by the way saya mau bawain oleh-oleh buat Kak Ami. Kak Ami suka rengginang kan?" Katanya lalu mengeluarkan keresek dari tasnya.
Astaga... Kalau yang ini betulan, Ami benar-benar menyukai rengginang. Kerupuk dari ketan itu sangatlah enak, dia menyukainya ketika sedang ikutan food vlogger tradisional di Bandung.
"Yaampun, seriusan ini buat aku?" Mata Amira berbinar-binar menatap kerupuk mentah itu.
"Serius dong! Ini spesial loh, Kak. Yang buang langsung nenek aku sengaja buat Kak Ami,"
Mendengar itu Amira tergelak geli, sampai begininya pria ini. "Makasih ya, ngerepotin nih."
Laki-laki itu langsung menggeleng, "Gak ngerepotin kok! Kan aku yang enang pengen ngasih." Jelasnya agar Ami tidak merasa bersalah.
"Okay, ini cara gorengnya gimana?" Tanya Ami sambil melirik kerupuk mentah itu.
"Goreng biasa aja, Kak. Kaya goreng kerupuk biasa tapi minyaknya harus panas terus diaduk-aduk, bulak balik gitu." Jelasnya sambil tangannya mempratikan membolak-balik.
__ADS_1
Amira terkekeuh kembali bahkan membuat pria di depannya itu meniadi salah tingkah karna melihat senyuman cantik dari Amira, "Lucu banget sih kamu, Kai." Pujinya semakin membuat wajah laki-laki di depannya menjadi bersemu merah tepat di kedua pipinya.
Ditambah matanya yang sipit itu jadi semakin lucu. Dan ya, namanya Kaili Wu, ketika pertemuan kedua mereka, Amira banyak bertanya tentang identitas pria itu karna dia sering melihatnya dia jadi ingin tahu, bagaimana bisa laki-laki ini selalu ada koneksi orang dalam? Ternyata laki-laki ini kelebihan uang jelas saja dia bisa masuk seenaknya bertemu dengan artis recehan sepertinya bahkan jika dia mengundang semacam Selena Gomez ke rumahnya pun pastinya dia sanggup dan fakta yang paling mengejutkannya adalah dia mempunyai Kakak seorang artis juga yang tak kalah cantik dari Amira ketika gadis itu mencari tahu identitas pria itu di google, dia malah menemukan profile tentang Jiani Wu bintang cilik yang kelewatan cantiknya itu ternyata adalah kakaknya.
"Kak, aduh, aku jadi salah tingkah nih," Katanya dengan menutup wajahnya.
"Kok salah tingkah gitu sih? Hahahaa, padahal aku seriusan tau." Amira masih mempertahankan senyumannya.
"Aduh iya, iya deh. By the way, aku sedih karna gak bisa nonton sampai akhir acara." Curan hatinya.
"Kenapa?"
"Aku harus langsung balik ke surabaya soalnya Kakakku pulang, kalau aku gak ada di rumah dia suka jadi kaya macan."
Amira tergelak kembali dengan raut lelaki itu karna lucu. "Dia kangen kamu kali ya?"
"Kangen ngeledekin dia tuh, eh, aku harus buru-buru balik karna tiket pesawat ku bentar lagi, see ya, Kak!" Katanya sambil berdiri menenteng tasnya kembali di pundak kanannya.
Ketika dia pergi Amira kira dia bisa mengistirahatkan matanya untuk menutup sebentar, sungguhan deh, rasanya Ami ingin tidur sebentar tapi ternyata takdir berkata lain. Dia mengirim seseorang yang paling menyebalkan sedunia itu memasuki ruang peristirahatan. Ditambah seseorang di belakang tubuh jangkung itu, seorang gadis yang selalu berusaha mendekatkan dirinya pada pria itu.
"Mau makan bareng gak?"
Telinga Amira secara otomatis menangkap suara mereka yang sepertinya didominasi oleh Sesil.
"Saya gak laper."
"Tapi udah siang tau, nanri kamu sakit gimana?"
"Kalau pun saya sakit, apa urusannya sama kamu?" Katanya dengan dingin lalu Sesil berdecak pelan
__ADS_1
Alkan berjalan dan menangkap kehadiran Amira di dalam ruangan itu dan juga Sesil menyadari kehadiran Amira yang sedang duduk disana.
Amira langsung merapalkan doanya di dalam hati semoga lelaki itu tidak berjalan mendeka ke arahnya.
Sesil yang menyadari Alkan pasti akan mendekat ke arah Amira langsung ia tahan sesegera mungkin.
"Aku bawa bekel, ayok makan bareng?" Ajak gadis di samping Alkan itu sambil masih memegang tangan Alkan.
Amira melirik itu dengan sekilas, dia jadi kesal. Bukan kesal karna cemburu ya, ingat itu. Tapi lihat gadis itu, dia menatap Ami dengan kekih bahkan dengan sengaja dia mendekatkan tubuhnya pada Alkan lalu melirik Amira sengaja dibuat-buat.
Cih, dikata Amira akan iri apa? Jelas tidak ya. Percaya kan kalian? Harus percaya.
"Dibilang saya gak lapar." Katanya lalu melepaskan tangan Sesil yang sedang memegang lengan Alkan.
Orang-orang yang serang berada di dalam ruangab itu melirik ke arah mereka bahkan sepertinya setelah ini akan timbul meledakan gosip pada akun-akun yang sering menyebar gosip.
"Ayok dong! Aku udah capek-capek loh masak banyak buat kamu juga." Masih dengan bujukannya.
Alkan menghembuskan nafasnya, mungkin lelah. "Saya gak nyuruh,"
Sesil mengerucutkan bibirnya, kesal. "Kenapa sih? Kamu bahkan belum coba masakan aku. Ayok coba dulu, pasti suka."
"Bukan suka atau gak sukanya. Saya gak laper. Kamu tawarin Amira aja, Ami!" Panggilnya.
"Hah?"
"Kamu udah makan?" Tanyanya. "Sesil katanya masak banyak, kamu mau? Gak diracun kan, Sil??" Katanya bertanyaan saling beralih.
"Aku nawarin kamu bukan dia," Kata Sesil semakin kesal.
__ADS_1
Melihat itu rasanya Amira jadi ikutan kesal apalagi melihat wajah Sesil yang menatapnya dengan ogah, cih, lihat saja. Akan dia buat semakin kesal.
"Mau, aku laper." Kata Amira dengan penuh percaya diri.