This Is Me

This Is Me
Prolog: Awal yang Menyakitkan?


__ADS_3

Suara langkah kaki yang terdengar dipenuhi oleh kemarahan serta rasa kecewa yang bercampur aduk itu tertahan, Yoongi mengatur napasnya yang tak beraturan itu.


Ini tidak adil, mengapa Tuhan begitu tega?


Yoongi hanya ingin menikmati kehidupannya, tapi lagi-lagi takdir berkata lain. Bahkan Yoongi mengakui kalau takdir mempermainkannya dengan sangat hebat, lihat saja dirinya sekarang, ia tengah berlari dan ingin bersembunyi dari kenyataan.


Sebuah kenyataan yang begitu pahit, begitu sulit untuk diyakini adalah sebuah kenyataan. Namun ia tak bisa lari ataupun sembunyi, sekeras apapun usahanya, Yoongi tak dapat terus lari dari kenyataan.


Kenyataan bahwa wanita yang dicintainya meninggalkannya dan lebih memilih pria lain.


Kedua kaki Yoongi gemetar, bahkan untuk berdiri saja sangat sulit untuknya. Hatinya hancur lebur menjadi pecahan yang tak berarti, jantungnya berdebar dengan menyakitkan.


Inilah rasanya ditinggal seseorang yang dicintai? Tidak, ini bukanlah yang pertama kalinya. Namun kenapa begitu sakit?


Yoongi meraba dadanya, tepat di atas jantungnya. Dirinya bisa merasakan tiap debaran yang sungguh menyiksa, ini terlalu sakit untuknya. Tanpa dapat ditahan lagi liquid itu mulai mengalir dari pelupuk hingga semakin deras bagaikan aliran sungai.


Si pria terus menangis tanpa suara. Dibawah langit penuh bintang dan bulan, seorang Min Yoongi terus menumpahkan segala emosi yang sedaritadi ditahannya.


Tak ada lagi harapan, rasa kecewa yang dialami terlalu sulit untuk diterima. Untuk kedua kalinya, Yoongi menangis karena seorang wanita. Yang pertama adalah ibunya, dan sudah jelas siapa yang kedua.


Ingin rasanya menyalahkan, namun tidak ada yang bisa disalahkan. Karena Yoongi sadar, ia dan wanita yang begitu dicintainya tak akan pernah bisa bertahan. Yoongi sadar kalau nyatanya ia hanyalah seorang pria lemah dan miskin, sedangkan si wanita merupakan seorang penerus keluarganya.


Mari kita mundurkan ke beberapa jam yang lalu..


Yoongi berjalan dengan penuh semangat, tangan kanannya membawa setangkai bunga mawar berwarna merah serta sebuah kotak kecil berisi cincin perak yang begitu indah.


Malam ini adalah hari dimana dirinya akan melamar sang pujaan hati, bagaimana bisa ia menyembunyikan ekspresi wajahnya yang terlalu mustahil untuk dibuat datar. Bahkan Yoongi tak bisa mengontrol langkahnya sendiri.


Kini ia telah sampai di tempat yang telah dijanjikan, namun tak ada seorangpun disana. Keadaan yang diselimuti kesunyian itu membuat Yoongi mengerutkan dahinya, dimana sang kekasih?


Sudah hampir satu jam Yoongi masih setia berdiri di tempatnya, dengan sabar menunggu sang kekasih. Namun yang dinanti tak kunjung datang, mawar yang dipegangnya mulai layu, Yoongi mulai khawatir dan cemas.


Wanitanya tak kunjung datang, akhirnya Yoongi memutuskan untuk pergi ke rumah si wanita. Tapi sungguh malang nasib seorang Min Yoongi, karena yang didapatnya disana adalah sang pujaan hati yang berpakaian pengantin, dengan seorang pria asing disampingnya.

__ADS_1


Wanita itu melihat Yoongi, namun si pria memilih untuk segera pergi dari sana. Tanpa disengaja kotak cincin itu terjatuh, tapi Yoongi tak berniat untuk berbalik dan mengambilnya.


Hingga berakhirlah dirinya disini, di taman bekas yang tak berpenghuni.


Dengan kasar Yoongi mengusap kedua pipinya, lalu berbalik dan berjalan tanpa tahu arah kemana yang ia tuju. Dia hanya tak ingin mengingat itu lagi, Yoongi merasa sudah cukup lelah untuk hari ini.


Biarkan ia memejamkan matanya sebentar, segala macam cobaan yang diterimanya hari ini terlalu berat.


Yoongi berhenti di depan jembatan, matanya yang tajam melirik ke arah sungai Han yang bergerak dengan tenang. Tanpa sadar ia melangkahkan kaki menuju pembatas, kemudian menutup matanya dan membiarkan hembusan angin menerpa wajah dan kedua matanya yang sembab sehabis menangis.


Tiba-tiba sebuah ide terbesit dipikirannya, dan itu bukan yang kedua ataupun ketiga kalinya. Yoongi memalingkan wajahnya memastikan tidak ada siapapun disekitarnya, setelah menyadari tak ada siapa-siapa Yoongi memanjat pembatas jembatan dengan perlahan.


Ya, dirinya merasa sudah cukup untuk rasa sakit yang dialaminya selama ini. Yoongi ingin mengakhiri semuanya, sampai disini saja.


Ia menarik napas dalam-dalam, kedua kakinya sedikit gemetar namun niatnya sudah bulat.


"Jadi, kapan kau akan lompat?"


Bruk


Ah, Yoongi jatuh dan menimpa tubuh orang itu. Dan sialnya itu adalah seorang gadis.


Gadis itu menatap Yoongi yang terdiam seraya menatapnya dari atas, "hei, singkirkan tanganmu dari tubuhku!" saat itu juga Yoongi tersadar dan segera berdiri dari tempatnya mendarat tadi.


Dengan gugup dan bingung Yoongi mengusap tengkuknya, "maafkan aku, lagipula kenapa kau tiba-tiba berdiri dibelakangku?" terlihat gadis itu tengah membersihkan tangannya yang digunakan untuk menarik Yoongi tadi dengan antiseptik.


Jujur, itu sedikit membuat Yoongi merasa tersinggung.


"Uhh, padahal aku hanya ingin melihat bagaimana proses bunuh diri, tapi kenapa aku malah menolongnya?" kesal si gadis.


"Apa??"


Gadis itu menatap datar Yoongi yang ikut menatapnya aneh, "pokoknya anggap saja ini semua tak pernah terjadi, lupakan bahwa aku tadi yang menolongmu." Yoongi menatap tak percaya gadis di depannya, benar-benar aneh.

__ADS_1


"Dan juga.."


Si gadis menepuk bahu Yoongi sebanyak dua kali, "jika hidupmu seberat itu, jangan dipendam sendiri. Nyawamu itu sangat berharga, dan lagi kau masih muda" oke, Yoongi merasa sedikit tersanjung, tapi kenapa tiap gadis itu menyentuhnya dia selalu membersihkan tangannya menggunakan antiseptik..?


"Tunggu dulu, umurmu berapa?" tanya Yoongi mulai merasa kesal dengan gadis didepannya yang sangat tidak sopan dengan yang lebih tua, awas saja jika dia masih bersekolah, Yoongi akan menghukumnya--


"Umurku 24 tahun, memangnya kenapa?"


Ohh, tidak jadi. Ternyata mereka berdua seumuran.


Tapi mungkin saja gadis itu berbohong! Jika diperhatikan lebih detail, gadis di depan Yoongi terlihat seperti 17 tahun.


"Kau pasti berbohong." ujar Yoongi memandang curiga, namun pandangan si gadis yang semula datar menjadi sinis.


"Kau pikir siapa dirimu seenaknya menuduh orang yang tak dikenal berbohong, eoh?" sebuah jitakan mendarat di atas kepala Yoongi, 'orang tak dikenal' apaan, bahkan gadis itu lebih tidak sopan dibandingnya.


"Ck, menyebalkan" keluh Yoongi, kemudian memilih untuk meninggalkan gadis gila itu.


Buat apa juga ia berlama-lama disana, toh niatnya digagalkan.


"Wah, aku menyesal menyelamatkannya dari jembatan itu." sinis si gadis dan berlalu begitu saja ke arah sebalinya, tanpa berniat memanggil Yoongi yang mulai menjauh.


...............


Hai pembaca, jadi ini adalah story kedua author yang baru!!


Hehe, jadi story yang satunya belum upload karna author lagi buntu..


Dan tanpa diduga author malah kepikiran story lain, lalu akhirnya berakhir dengan cerita baru ini>•<


Hehe, untuk Be Mine bakal dilanjutin kok, tapi gk tau kapan.


See you guys;)

__ADS_1


__ADS_2