This Is Me

This Is Me
eps 13


__ADS_3

"Hah? Apa? Ryo? Suka sama elo, yang bener lo? Bercanda lo pasti!" Ivi tertawa tidak percaya.


"Beneran, Vi. Ryo bilang suka sama gue, masa iya gue bohong sih!"


"Kok bisa sih, emang dia gak tau kalo elo udah punya pacar?"


"Itu dia yang gue gak ngerti. Dia tau kalo gue punya cowok, tapi dia tetep ngotot suka sama gue coba, gue gak habis pikir."


"Terus elo bilang apa sama Ryo?"


"Ya, gue bilang kalo gue udah punya pacar."


"Terus?"


"Dia tetep suka sama gue! Dia gak mau nyerah gitu aja! Gue aja bingung kudu ngomong apa lagi ke dia!" Indah kesal rupanya.


"Zacky udah tau soal Ryo?"


Indah menggeleng. "Belum."


"Wah... parah! Kalo sampe Zacky tau, gue gak tau apa yang bakal terjadi."


"Itu dia, Vi, gue bingung mau cerita sama siapa. Gak mungkin gue ceritain sama Zacky, kan. Cuma elo yang deket sama Ryo, dan cuma elo yang bisa bantu gue." kata Indah memelas, sepertinya ia benar-benar tidak tahu harus bagaimana.


Pesanan Ivi sudah datang ke mejanya. Di amati kopi miliknya sambil menarik nafas panjang kemudian menghembuskan kuat-kuat. Ivi menggigit bibirnya.


"Gimana ya, rumit amat perasaan."


"Elo aja bisa berpikir gitu, apalagi di posisi gue, mubeng nih kepala gue!" keluhnya lagi.


"Gue gak habis pikir sama Ryo, bisa-bisanya dia suka sama elo, yang jelas-jelas udah punya pacar, dan dia tau kalo elo tuh punya cowok."


"Tolongin gue ya, Vi... bilangin sama Ryo. Suruh dia sebaiknya hentikan saja perasaannya ke gue. Gue gak mau ada masalah sama Ryo dan juga Zacky. Gue gak mau ada keributan nantinya. Gue rasa kalo elo yang nasehatin Ryo, dia mau mengerti."


"Gue gak tau ya, Ndah. Gue bisa bantu elo apa gak. Gue pun sama, gue gak mau ada keributan, bisa gawat kalo sampe si Zacky tau."


"Tolong, Vi, usahain ya. Gue mohon, gue kasian sama Ryo, tapi gue juga gak mau nyakitin Ryo maupun Zacky. Please, Vi, bantuin gue, temen lo ini, ya?"


Indah sudah putus asa.


Ivi menjadi pening sendiri, harus apa dia dengan Ryo. Harusnya Ryo tahu kalau Indah sudah memiliki kekasih. Ivi menyeruput kopinya lalu kembali menarik nafas panjang.


Di rumah...


"Hah! Ada juga masalah seperti itu. Gue masih gak habis pikir bisa-bisanya Ryo suka sama Indah. Jelas-jelas Indah itu punya cowok, masih aja ngotot, apa yang di pikirkan Ryo sih!"


Kala itu Eric melintas di depan kamar Ivi, karena penasaran ia pun masuk.

__ADS_1


"Elo kenapa, Vi, kok kayaknya bete banget?"


"Gue lagi pusing ini!"


"Pusing? Kenapa? Pusing karena elo punya Kakak seganteng gue, ya?" Eric cengengesan.


"Apaan sih, ge-er lo!"


"Bercanda. Terus, elo kenapa?"


"Kakak tau gak sih si Ryo suka sama Indah, yang jelas-jelas udah punya pacar, dan anehnya lagi Ryo udah tau tapi dia tetep ngotot suka sama Indah!"


"Kok bisa?"


"Gue juga gak habis pikir. Gue harus gimana coba, sedangkan gue gak tau apa-apa!"


"Rumit juga."


"Makanya tadi sore Indah minta ketemu sama gue buat ngomongin masalah ini. Dia minta tolong sama gue buat bicara sama Ryo."


"Elo mau bantuin Indah? Serius lo?"


"Kan dia minta tolong sama gue!"


"Elo yakin?" tanya Eric memastikan.


"Elo boleh bantuin Indah dalam masalah pribadinya, tapi gue ingetin sama elo. Elo kudu tetep hati-hati, andai kata elo salah bicara sedikit saja sama Ryo, dan elo nyakitin perasaan Ryo, elo gak tau apa yang akan di pikirkan Ryo. Jadi, gue saranin elo ngomongnya pelan-pelan, biar gak ada masalah nantinya." jelas Eric.


"Tapi, kalo seandainya Ryo gak mau dengerin gue, gimana dong?"


"Berarti dia yang keras kepala. Makanya elo jangan terlalu jauh ikut campur urusan mereka. Kalo elo gak ngerti apa-apa dan elo salah bicara, bisa-bisa elo yang bakal di bencinya."


"Elo bener juga sih, kalo gitu gue bantu sebisa gue aja kan, ya?"


Eric mengangguk. Setelah mengobrol cukup lama, kini saatnya mereka kembali ke tempat masing-masing, karena sudah malam, dan mereka punya tugas masing-masing untuk besok.


*****


Ivi tengah sarapan bersama keluarganya...


"Ric, gimana mengenai rencana pertunangan kamu dengan Rina? Apa semuanya lancar?" tanya Papa.


"Sejauh ini sih lancar-lancar aja kok, Pa. Papa gak usah khawatir."


"Jangan terlalu lama-lama Kak, entar keburu Kak Rina di ambil orang lain lho." pancing Ivi.


"Gak mungkin lah." balas Eric.

__ADS_1


"Ya sapa tau."


"Ada benarnya kata adikmu, jangan terlalu lama mikir juga." kata Papa lagi.


"Iya, iya, yang mau tunangan siapa, yang repot siapa. Kalian tenang aja, semua sudah aku atur." kata Eric meyakinkan yang lain.


Orangtuanya bernafas lega mendengar jawaban Eric. Meskipun Eric belum meminta bantuan dari orangtuanya, mereka tetap harus membantu. Bagaimanapun Eric masih tanggung jawab orangtuanya, sebelum menikah. Dan mereka selalu mendoakan yang terbaik untuk anak laki-lakinya itu.


Di sekolah...


Di kelas Ivi tengah bersama dengan yang lainnya. Tiba-tiba dari depan kelas Ryo memanggilnya.


"Vi!"


Ivi pun menoleh. "Ryo?"


"Bisa bicara sebentar?"


Ivi sudah bisa menebak apa yang akan Ryo bicarakan. Ia mengangguk lalu menghampiri Ryo.


"Jadi apa yang pengen elo omongin sama gue?" saat itu mereka agak menjauh dari kelas Ivi.


"Gini... sebenernya, gue suka sama Indah."


"Apa?" Ivi pura-pura terkejut. Padahal ia sudah mengetahuinya dari Indah sendiri.


"I,iya gue suka sama Indah..."


"Ryo, elo serius suka sama Indah?"


Ryo mengangguk.


"Gak salah, Ryo. Indah kan udah punya pacar, elo tau itu kan. Elo sadar apa yang elo lakuin?"


"Gue tau, tapi gue bener-bener suka sama Indah, Vi."


Ivi semakin pusing. "Ryo, emang gak ada cewek lain Indah, maksud gue, dia kan udah punya cowok."


"Ada, tapi yang gue suka adalah Indah, bukan yang lain." balasnya cuek.


"Kenapa harus Indah, jelas-jelas kalo dia itu udah punya cowok dan elo tau. Elo gak takut kalo Zacky tau, dan dia marah sama elo. Elo gak takut kenapa-kenapa kalo sampe Zacky tau, tau kalo elo suka sama pacarnya?" Ivi mulai was-was.


"Gue gak takut sama Zacky!" ujar Ryo enteng.


Benar kan, Ryo keras kepala. Ivi mendercak lalu di tatap sahabatnya itu.


"Ryo, elo boleh suka sama cewek, asalkan jangan Indah. Ryo, gue mohon, elo temen gue, begitu juga Indah. Gue gak mau ada masalah antara kalian, dan gue gak mau elo jadi musuhan gara-gara perasaan elo ini."

__ADS_1


Ivi berharap kalau Ryo akan mengerti. Ia juga ingat akan pesan Eric, bahwa Ivi tidak boleh ikut campur terlalu jauh.


__ADS_2