This Is Me

This Is Me
Part 2: Bertemu Lagi


__ADS_3

Sruuuuppp~~


Suara itu berasal dari Yoongi yang terus menghisap kuat gelas yang hanya tersisa dua buah es batu, meskipun ia tahu betul bahwa gelas itu tak berisi bir lagi.


Hoseok akui malam ini Yoongi minum cukup banyak, bahkan dirinya sendiri baru menghabiskan setengah gelasnya dibandingkan pria galau di depannya yang sedang membuka botol ketiga.


Yoongi menuang bir kedalam gelasnya hingga memenuhi wadah dan sesekali tumpah ke atas meja, lalu meneguknya tanpa henti dan habis kembali. Kemudian diisinya lagi lalu diminumnya kembali seperti tak ada hari esok.


"Hei, kau sesuka itu pada Seara?" celetuk Hoseok yang sedaritadi menatap malas gelagat sahabatnya.


Tangan Yoongi yang hendak menuang bir ke dalam gelasnya terhenti, pria itu kembali meletakkan botolnya dengan kasar. Sudah jelas dia tak bisa mengontrol dirinya sendiri.


"Bukan cuma sekedar suka, tapi cinta. Cintaku hanya untuknya~" kedua tangan pucat itu bergerak dengan gemulai, kemudian membentuk hati membuat Hoseok memijat pelipisnya.


"Seara~~ kenapa kau sangat jahat padaku..? Apa karena aku yang miskin ini, atau karena bir yang kuminum tidak enak?"


Hoseok memandang kesal pada Yoongi. "Kau ini sebenarnya bicara apa? Sungguh menyedihkan, ckckck" wajah Yoongi yang memerah itu berubah menjadi datar, Hoseok yang menyaksikan perubahan itu sempat mengira kalau pria itu masih sadar.


"Jung Hoseok." panggil Yoongi dengan suara serak.


"Y-ya?" sampai Hoseok pun sedikit gugup menjawab panggilan Yoongi.


"Sepertinya aku buang angin." lanjut Yoongi tanpa peduli pada Hoseok yang dipenuhi hasrat ingin membunuh.


Ah, sebenarnya apa yang diharapkan Hoseok pada pria pengangguran itu??


Yoongi mengangkat tangan kanannya, sedangkan jari telunjuknya menunjuk seseorang yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


"Kenapa Seara bisa kesini? Biar aku panggil, hei Seara! Kemari kau-" mulut Yoongi dibungkam seketika oleh kedua tangan Hoseok, untung saja tak ada yang bisa mendengar ucapan Yoongi karena suasana sangatlah ramai.


Orang yang dilihat Yoongi bukanlah mantan kekasihnya, Seara, melainkan seorang gadis manis yang mungkin adalah salah satu pelayan yang bekerja di bar tersebut.


"Pelankan suaramu, Min Yoongi..! Kenapa kau sangat berisik saat mabuk..?!" tegur Hoseok dengan suara yang dibuat se-pelan mungkin. Hoseok kembali duduk ke tempatnya seperti semula sembari menatap sekeliling dengan waspada.


Braakkk


Yoongi tiba-tiba saja menjatuhkan kepalanya ke atas meja dengan sangat keras, bahkan orang-orang disekitar mereka mulai merasa terganggu. Hoseok yang menyadari akan terjadi perkelahian, berdiri dari kursinya lalu meminta maaf.


"Maafkan kami, teman saya sedang mabuk berat, jadi tolong dimaklumi. Sekali lagi maafkan kami untuk kali ini saja!" ujar Hoseok dengan keringat dingin.


Pria itu sangat suka dengan perdamaian dan benci akan perkelahian, dan jika ia dijadikan samsak tinju oleh orang-orang berperawakan tinggi karena Yoongi yang berisik, bisa mati muda dia.


Tapi mungkin itu tidak berlaku bagi seorang Min Yoongi, buktinya pria itu telah menghilang dari tempatnya sehingga membuat Hoseok harus menjambak rambutnya dengan frustrasi. Dalam hati ia bersumpah untuk tidak mengajak seseorang yang galau ke bar, tidak lagi.


Akhirnya Hoseok mengedarkan pandangannya ke sekeliling hendak menemukan-setidaknya batang hidung seorang Min Yoongi, dan ia pun menemukannya.


Hoseok melangkah dengan percaya dirinya yang mulai turn on, niatnya setelah ini dia akan membuang kucing berwajah lempeng itu ke panti asuhan saja. Sungguh merepotkan.


Itu dia, dibalik kerumunan terlihat Yoongi yang tengah menahan seorang gadis yang tak dikenal. Oh, gadis itu adalah pelayan bar yang sebelumnya, dan saat ini Yoongi sedang berhadapan dengan seorang tamu VIP.


Hoseok bernapas lega, akhirnya Yoongi ditemukanㅡ


Tunggu dulu.


Hoseok menghentikan langkahnya, ia memilih untuk berpikir sejenak.

__ADS_1


Tamu VIP.. Yoongi.. Pelayan...


Oh. Hoseok akhirnya paham, oleh karena itu dia pun mundur dengan teratur. Memilih menunggu semuanya dengan selesai. Untuk saat ini ia menjadi penonton saja dulu.


Cih, pecundang.#authorkurangajar


Bukan, Hoseok bukan takut atau apa, dia hanya memilih jalan aman saja. Hoseok tahu betul Yoongi berulah lagi, dan dia tak ingin ikut campur lalu berujung korban. Tidak mau, ia tak mau perjakanyaㅡmaksudnya, Hoseok tak ingin uangnya diperas lagi gara-gara Yoongi yang bodoh itu.


Jadi, biarkan saja Yoongi menyelesaikan apa yang dimulainya.


Sekarang mari kita fokus ke awal mula kejadian itu. (Min Yoongi pov)


Yoongi memandang tanpa ekspresi ke arah Hoseok yang berulang kali membungkukkan badannya hingga 90°, dalam pikiran Yoongi entah apa yang sedang dilakukan kuda rabies itu.


Kembali pandangannya mengarah pada salah seorang pelayan yang di penglihatannya adalah "Seara", dapat dilihat dari jauh dengan jelas seorang pria menarik paksa "Seara" ke pangkuannya.


Yoongi berdiri dari tempatnya duduk, ia meneguk segelas bir dengan pandangan yang masih tertuju pada "Seara" yang kini berada di pangkuan si pria brengsek itu.


Dia murka, Yoongi tidak suka "pujaan hatinya" dipegang dengan sembarangan. Daripada terus-terusan memperhatikan Hoseok yang terus berkicau, Yoongi memilih untuk berjalan menuju tempat kedua orang itu yang terletak di sudut ruangan tembus pandang.


Saat sampai di depan pintu, seseorang yang mungkin adalah anak buah pria brengsek tersebut mencegah Yoongi untuk masuk. Beberapa detik ia terdiam, Yoongi rupanya baru sadar kalau pria yang berada di dalam adalah tamu VIP.


Ck, tapi dia juga tak bisa membiarkan "Seara-nya" diraba dengan mudahnya. Yoongi memiringkan kepalanya hendak kembali melihat, dan ia sudah tak tahan lagi saat mendapati seluruh tubuh "Seara" gemetar ketakutan.


"Apa-apaan dengan orang ini, hei, pak! Ini bukan tempat umum, tolong pergi dari sini sebelum saya-" pemuda yang menjaga pintu masuk itu seketika terdiam menatap wajah penuh rasa ingin membunuh milik Yoongi.


"Minggir, sebelum kau kujadikan alat pembuka pintu sialan ini." titah Yoongi, dan langsung saja dituruti pemuda itu.


Melihat sebuah pintu yang terpampang di depannya membuat Yoongi kebingungan, buat apa pintu itu kalau dindingnya saja terbuat dari kaca? Hm, masabodo lah.


Yoongi menoleh ke arah "Seara", kemudian berjalan mendekati gadis itu dan menarik pergelangan tangannya, menjauhkannya dari pangkuan pria asing nan mesum itu.


"Ayo kita pulang, bagaimana bisa kau berada di tempat kotor seperti ini?" ujar Yoongi tak mempedulikan ekspresi wajah sang tamu VIP yang mulai tak suka dengan apa yang dilakukannya.


Sebuah penolakan kasar menepis tarikan Yoongi, segera si pria menoleh pada sang gadis. Dahinya mengernyit heran, bagaimana mungkin gadisnya menepis tangannya barusan? Apa niatnya itu salah?


Gak salah, caranya ama timing nya aja yg kurang pas:v


"Kau siapa beraninya menyentuhku menggunakan tanganmu yang kotor itu?!" bentak si gadis, Yoongi mengedipkan matanya berulang kali sedang berpikir.


"Tangan.. kotor?" gumam Yoongi tak percaya.


Dilihatnya gadis itu tengah mengusapkan tangannya dengan kasar pada rok sempit yang digunakannya, seolah-olah Yoongi baru saja meninggalkan sesuatu yang menjijikkan disana.


"Apa.. yang kau lakukan?" tanya Yoongi penuh keheranan, kini gadis itu menancapkan tatapan penuh jijik pada Yoongi dan tamu VIP yang memangkunya tadi.


"Cukup, aku tak tahan lagi. Semuanya sangat menjijikkan!!" teriak gadis itu seraya mengeluarkan sebuah benda yang sangat familiar di kedua mata Yoongi.


"Seara, kau ini kenapa?" tanya Yoongi semakin kebingungan, ia merasa sangat mengenali barang yang dipegang gadis di depannya.


"Siapa yang kau panggil 'Seara'?! Kenapa orang mabuk bisa masuk ke ruang VIP? Karenanya aku harus berendam sampai besok pagi!" gadis itu terus saja mengoceh, menumpahkan seluruh kekesalannya pada Yoongi.


Tapi Yoongi justru merenung, kepalanya yang pening berusaha mengingat suatu hal yang sangat membuatnya kesal. Namun terlalu sulit, bahkan saat dilihat lagi, wajah gadis itu telah berubah. Yoongi akhirnya sadar itu bukanlah Seara.


Yoongi menggertakkan giginya, dia salah orang. Terlalu banyak minum membuatnya sering melihat hal-hal yang memuakkan. Kini Yoongi telah sadar sepenuhnya, kali ini benar-benar sadar dari mabuknya.

__ADS_1


"Minggir!" gadis yang terlihat familiar itu menabrak bahu Yoongi dengan kasar, namun sedetik setelahnya ia kembali mengoleskan antiseptik ke pakaian hingga bagian dalamnya yang tidak perlu dijelaskan lagi. Maksudnya bahu.


"Mau kemana kau, jal*ng sialan?! Aku membayarmu dengan sangat mahal, kembalikan uangku!" teriak pria VIP, tapi tak dihiraukannya.


"Tunggu!" kali ini gadis itu berhenti, dengan emosi yang meluap-luap gadis itu berbalik menatap Yoongi.


Yoongi melebarkan pupilnya, mulutnya terbuka dengan lebar, jari telunjuknya terarahkan tepat di wajah gadis itu. Seketika wajah si gadis berubah, pandangannya yang awalnya jutek menjadi santai.


"Ah kau rupanya. Aku mengingatmu, si depresi yang ingin bunuh diri" potong si gadis dengan wajah datar, bahkan sebelum Yoongi mengeluarkan sepatah katapun.


Saat itu juga terdengar gelakan tawa Hoseok yang berhasil menarik perhatian orang-orang. Ups, salahnya. Bagi Hoseok, ucapan si gadis 'si depresi yang ingin bunuh diri' terlalu lucu di telinganya.


Ehem, back to topic.


Raut wajah gadis itu sangatlah datar, bahkan lebih datar dari Yoongi.


"Bagaimana bisa kau disini?" ucap Yoongi penuh penasaran, tapi dia tak tahu mengapa mulutnya meluncurkan kata-kata itu begitu saja. Padahal sudah sangat jelas kalauㅡ


"Aku salah satu dari pelayan bar ini, apa masih kurang jelas?" Yoongi mengernyit untuk kesekian kalinya, kenapa seorang gadis bekerja sebagai seorang pelayanㅡah, umurnya 24 tahun. Yoongi lupa.


"Kenapa kau bekerja disini.." sambung Yoongi dengan wajah cengo, gadis itu menepuk jidatnya, begitu juga dengan para penonton termasuk Hoseok.


"Kenapa kau sangat bodoh? Sudah jelas aku bekerja untuk mendapatkan uang! Dan sayangnya, aku harus berhenti sekarang karena kau merusak semuanya." suara gadis itu mendatar pada kalimat terakhirnya. Mendengarnya membuat Yoongi merasa bersalah.


Gara-gara dirinya yang berhalusinasi, gadis itu jadi kehilangan pekerjaannya. Tapi bagus juga, bekerja menjadi pelayan di bar dan juga "wanita bayaran" tidaklah bagus.


Ah, lupakan apa yang dipikirkan Yoongi tadi. Ia tiba-tiba merasa mual.


Yoongi memegang ujung meja, sedangkan tangan yang satunya digunakan untuk membungkam mulutnya rapat-rapat. Hoseok yang menyaksikan itu langsung mengerti dan berlari menarik Yoongi untuk menjauh dari kerumunan.


Kedua pria itu berjalan cepat menuju pintu keluar, namun Yoongi dengan gerakan cepat menarik si gadis untuk ikut serta bersama mereka. Dan.. menggunakan tangan yang sedikit lengket, bekas muntahnya.


Hingga akhirnya mereka tiba di luar bar, Hoseok mendesah lega. Dan.. Yoongi? Dia muntah, semenit sebelum Hoseok menariknya, dan sialnya gadis itu harus berakhir dengan pergelangan tangannya yang lengket oleh muntah Yoongi.


Hoseok menggoyang tubuh si sahabat berulang kali. "Kau baik-baik saja?" tanya Hoseok dengan khawatir, dibalas anggukan lemah dari Yoongi.


"Aku yang tidak baik-baik saja.." terdengar isakan di belakang Yoongi, tanpa diduga gadis itu menangis begitu saja sambil memandikan tangannya menggunakan antiseptik.


Wajah Hoseok semakin panik. "Kenapa kau menangis?!!" alih-alih menjawab, gadis itu justru mengusap air matanya dengan kasar.


Sambil sesenggukan gadis itu mengeluarkan sebuah syal dan diikatkan ke pergelangan kirinya yang sebelumnya telah dilumuri antiseptik, kemudian menatap Yoongi dengan penuh kemarahan.


"Kau.." geram si gadis seraya mengangkat tinggi-tinggi botol antiseptik yang telah kosong, hendak melemparnya ke arah Yoongi yang sedang membelakangi sang gadis, sibuk mengeluarkan seluruh isi perutnya.


"Hei, hei.. jangan, jangan!" cegah Hoseok, akhirnya dia juga yang kena. Emosi memang, tapi Hoseok harus menjauhkan Yoongi dari gadis stres itu terlebih dahulu.


Yoongi terus berlari mengikuti si penarik sembari sesekali menyeka sudut bibirnya, dibelakangnya terdapat gadis gila-maksudku, gadis pelayan bar itu ikut berlari mengejar mereka.


"Lepas dulu, biar aku yang akan bicara dengannya!" teriak Yoongi ditengah larinya.


Hoseok menatap Yoongi dengan geram, "kau ingin bicara apa dengan gadis gila itu? Kepalamu hampir saja jadi sasaran amukannya! Apa kau masih belum juga sadar dengan semua yang kau lakukan?? Sekarang lebih baik kita pulang dulu!" ujar Hoseok panjang lebar, tangannya semakin menggenggam erat tangan pucat milik Yoongi.


*******


Sampe sini dulu, author capek:'v

__ADS_1


__ADS_2