
Benar-benar rasanya Ivi ingin kembali ke kasur lalu mengurung dirinya di dalam selimut. Sepanjang perjalanan Ivi banyak menghembuskan nafas berat, sudah tidak terhitung lagi. Ia juga berharap kalau semalam itu adalah mimpi. Tapi, sebanyak apapun ia meminta, tetap saja kejadian semalam memanglah nyata. Oke.
"Vi, elo kenapa? Sakit?" tanya Wawan.
"Hah?" jawab Ivi ling lung.
"Gue tanya, elo sakit?"
"Haah... gak sih, gue cuma pusing dikit doang." jawabnya pelan.
"Udah sarapan belum?"
"Ng? Udah belum ya? Ugh, gue lupa, Wan."
"Lha?" Wawan bingung. "Kalo elo gak enak badan, mendingan elo balik aja ke rumah." usul Wawan, ia melihat Ivi aneh.
"Gue gak apa-apa kok, tenang. Oh, Adel sama Erwin mana?" ia baru sadar kalau dua kawannya itu tidak ada di sana.
"Kayaknya belum dateng deh tuh anak."
Di sela-sela obrolan Ivi dan Wawan, terlihat Indah datang dari depan kelas, bisa di lihat dari wajahnya kalau Indah sangat panik. Bahkan ia berteriak memanggil Ivi.
"Ivi!!" Indah secepatnya menghampiri Ivi. "Vi, elo harus ikut gue! Sekarang! Cepetan!"
"Indah?" Ivi bingung. "Elo kenapa panik gitu?"
"Udah, ayo cepetan!" paksa Indah sembari menarik tangan Ivi tanpa persetujuannya.
"Iya, tapi ada apa. Kenapa panik gitu." Ivi dengan terpaksa harus mengikuti Indah.
"Duh, Vi, gue bukan panik lagi. Ini udah gawat, pake banget! Udah, nanti aja tanyanya, sekarang elo ikut gue dulu! Gawat ini!" Indah semakin heboh.
Sementara Ivi bertanya-tanya di belakangnya. Wawan yang penasaran pun akhirnya mengikuti mereka berdua.
Ivi masih belum tahu Indah ingin membawanya ke mana, yang jelas Ivi hanya menuruti perintah Indah. Hingga mereka sampai di belakang gedung olahraga. Ivi tambah heran plus bingung. Di sana Ivi di kejutkan dengan pemandangan yang tidak biasa. Ivi mendapati Ryo dan Zacky tengah berdiri berhadapan saling bertatap-tapan dingin. Bukan tatapan cinta tentunya.
__ADS_1
Terjawab sudah rasa penasaran Ivi sejak tadi. Ivi mendekati mereka perlahan.
"Ndah, ada apa ini, kenapa Ryo sama Zacky ada di sini?" Ivi heran, tapi entah kenapa ia mengerti.
"Ini yang pengen gue tunjukin ke elo!"
"Tunjukin? Maksudnya?"
"Zacky udah tau kalo Ryo suka sama gue. Gue gak tau Zacky tau dari siapa, yang jelas sekarang Zacky ngajak Ryo buat bicara langsung. Tapi, gue takut kalo terjadi apa-apa sama mereka! Tolongin mereka dong, Vi! Please! Gue takut, kalo ini jadi masalah besar!" terlihat jelas kalau Indah panik.
Ivi melihat Indah dan mereka berdua bergantian. Kepala Ivi semakin terasa pusing, berputar-putar seolah ada yang terbang di atas kepalanya. Dari tempat ia berdiri, Ivi dapat mendengar percakapan antara Ryo dan Zacky.
"Apa maksudnya elo suka sama Indah? Elo tau kan, gue ini pacarnya Indah?!" bentak Zacky geram.
"Gue tau, tapi gue suka sama Indah." balas Ryo enteng.
"Elo sadar apa yang elo lakuin hah?!" Zacky seperti ingin menelan Ryo hidup-hidup. "Elo ini masih kelas dua, masih kecil! Berani-beraninya elo suka sama Kakak kelas elo sendiri!"
"Menurut gue suka itu gak memandang usia deh, siapapun berhak untuk suka sama siapa aja. Termasuk gue." jawab Ryo masih dengan santainya.
"Gue tau itu hak elo suka sama siapa aja, tapi bukan berarti elo berhak suka sama Indah! Dia itu pacar gue! Elo ngerti gak sih?!" suara Zacky semakin kaku dan dingin.
"Gue ngelarang elo suka sama Indah, karena dia itu pacar gue! Elo tau itu, dan elo pura-pura bodoh atau apa?!" sergah Zacky sambil menunjuk wajah Ryo dengan geram.
"Dan elo tau kalo gue suka sama Indah, lalu elo bakalan ngapain sama gue?"
"Gue gak mau ada keributan di sekolah. Lebih baik elo jangan berani mancing gue atau bikin gue bertindak tanpa elo duga! Gue bakalan maafin dan melepaskan elo, gua juga bakal ngelupain kejadian ini, selama elo mau dengerin omongan gue! Jangan berani elo suka sama cewek gue! Paham!" ancam Zacky yang kemudian berjalan meninggalkan Ryo.
"Gak akan! Gue gak akan pernah menghentikan rasa suka gue ke Indah!"
Mendengar kalimat Ryo seketika membuat Zacky naik pitam. Ia menghentikan langkahnya lalu menoleh dan menatap Ryo lurus, tajam, dingin dan menusuk. Tanpa pikir panjang Zacky berjalan ke arah Ryo, siapa yang bakal menduga kalau Zacky hendak memukul wajah Ryo. Mungkin dugaan Ivi tidak meleset yang sejak tadi mengamati Ryo dan Zacky di sana.
Sebelum terjadi perkelahian antara mereka, Ivi cepat-cepat berlari ke arah mereka untuk menghentikan Zacky, tapi, dugaan Ivi benar-benar terjadi. Belum sempat Ivi berkata apa-apa, Zacky sudah menerjang wajah Ryo. Ivi dan Indah yang melihatnya pun sangat terkejut, kaget tentunya. Begitu juga Wawan. Ivi melihat Ryo sudah jatuh tersungkur ke tanah akibat terjangan tangan Zacky.
"Kalo elo berani bicara lagi, gue jamin mulai hari ini gue bakalan bikin elo gak bisa bicara lagi selamanya!" kecam Zacky yang sudah meledak seperti petasan.
__ADS_1
Ryo tidak membalas Zacky. Ia cukup merasakan nyeri di ujung bibirnya.
"Udah gue bilang, gue gak mau bikin keributan di sini! Tapi ini gara-gara elo! Salah elo karena elo gak mau dengerin omongan gue! Ini akibatnya kalo elo berani sama gue!" tidak hentinya Zacky memaki Ryo. Sepertinya Zacky sudah tersulut emosi.
"Stop kalian berdua! Hentikan! Ini di sekolah, bukan sasana untuk bertarung! Pada ngerti gak sih?!" ujar Ivi yang saat itu sudah di antara mereka.
"Gue gak akan mukul Ryo, kalo dia gak macem-macem sama gue, Vi!"
"Gue tau, tapi elo jaga emosi dong di sini. Jangan main pukul aja! Kalo elo emosi urusannya bakal tambah runyam! Elo bakal kena hukum, bisa-bisa di skors karena udah melakukan kekerasan!" kata Ivi lagi.
"Gue gak peduli! Salah dia karena berani ngelawan gue!"
"Iya, tapi elo juga harus bisa kontrol emosi dulu." Ivi menatap Zacky, lalu ke Ryo. "Elo juga, Ryo!"
"Tapi, Vi, gue gak salah." bela Ryo.
"Siapa bilang elo gak salah! Salah elo itu karena udah berani bilang suka sama cewek gue!!" ucap Zacky hendak memukul Ryo kembali, namun cepat di cegah oleh Ivi.
"Udaaaah! Diem kalian! Kalo kalian berantem lagi, demi Tuhan gue bakal menghajar kalian berdua di sini, saat ini juga!!" ancam Ivi keki.
Ryo maupun Zacky sama-sama diam tidak ada yang berani membuka mulut.
"Oke. Gue diem, tapi, kasih tau sama Ryo, jangan berani lagi deketin Indah!" kata Zacky akhirnya.
"Iya. Gue janji Ryo gak akan deketin Indah lagi. Elo percaya sama gue."
"Bagus."
Setelah itu Zacky pun pergi meninggalkan Ivi, dan berjalan melewati Indah, Zacky merasa kalau saat ini ia tidak ingin di lihat oleh pacarnya. Zacky tidak ingin Indah melihat keadaan dirinya sekarang. Tanpa bicara sepatah kata pun Zacky berlalu dari hadapan Indah. Dan mungkin Indah mengerti akan hal itu. Maka Indah pun membiarkan Zacky.
Di sana Ivi menangkap kegelisahan di mata Indah, Ivi bisa melihat kalau Indah sangat khawatir dengan kondisi Ryo juga Zacky, tapi kemudian Ivi tersenyum lalu mengangguk untuk menenangkan Indah.
"Semuanya akan baik-baik saja." ucap Ivi untuk meyakinkan Indah.
Kini Indah minta ijin untuk mengejar Zacky. Ia khawatir dengan pacarnya. Sepergian Indah, lantas Ivi menatap Ryo datar.
__ADS_1
"Gue mau bicara berdua sama Ryo. Wan, elo bisa tinggalin gue sama dia di sini? Gue mau menghajar Ryo sekarang!"
Wawan pun beranjak dari tempat ia berdiri dan membiarkan Ivi berbicara dengan Ryo.