This Is Me

This Is Me
Part 6


__ADS_3

"Astaga...ma...maaf,maaf kak Leon aku tidak sengaja."


Al membantu Leon berdiri dari posisinya dan langsung menyeretnya kearah ruang tamu dengan menarik lengan yang berotot itu.Entah apa yang ingin dilakukan Al,dia mondar mandir seperti ingin mencari sessuatu tetapi hanya mengelilinginya saja


"Hei...tenanglah,apa yang ingin kamu cari?"Leon mengambil sebuah tisu yang berada diatas meja dengan meneliti Al yang saja kesana kemari sambil membersihkan darahnya.


"A...aku panik,bagaimana kalau kita pergi kerumah sakit dan...."


"Tidak usah,ini hanya mimisan,tidak terlalu serius"potong Leon langsung berdiri ingin pergi.


Melihat Leon yang ingin pergi,alana langsung menghentikannya dan menggenggam lengan sebelah kanan Leon.Leon menoleh sedikit dan melihat sebuat tangan mungil dan halus mencengkram erat tangannya.menyadari ada tatapan tidak enak Al langsung melepaskan cengkramannya.


Astaga kenapa aku lepas kendali,untung saja aku tidak memukulnya terlalu berlebihan bisa bonyok wajah tampannya itu....haisss bagaimana ini.


"A....apa kamu marah."


Al menatap langsung kearah manik mata coklat milik Leon sedangkan lawannya juga perlahan menatap mata gadis kecil dihadapannya.Hingga suara pintu yang terbuka membuat mereka tersadar dan kembali kealam nyata.


"Eh....kenapa kalian berdiri disini.Al apa Leon melakukan sesuatu padamu."


Kak Leon tidak melakukan apapun tapi malah aku yang telah membuatnya terluka


"Hemmmm.....ti..tidak kok tante."


Alana melirik Leon yang pergi menuju kelantai dua menuju kamarnya.sebenarnya ia masih tidak nyaman,apakah Leon bener bener marah padanya moga saja tidak.


"Baik sekarang bantu tante kedapur,apa kamu bisa masak?"


Mampusss....aku tidak bisa masak.


"Al bukannya belum bisa tante tapi Al mau otw bisa ya walau masaknya pake bumbu sasetan hehe...."


"Astaga...jadi kamu tidak bisa memasak."


"Ti...tidak tante."


Wahh wahh gawat ini,calon mertua pasti selalu mencari calon mantu yang bisa masak,ya allah kenapa aku tidak mendengar perkataan mama waktu nyuruh belajar masak.

__ADS_1


"Baguss..."hah??.."karena kamu belum bisa masak tante ajarin.dari dulu tante pengen ngajarin masak orang tapi agak keturutan dan karena kami belum bisa ayo tante ajarin.


"I...ya tante."


Mereka perlahan berjalan kearah dapur yang terletak sedikit kekiri ruang tamu.syhanas perlahan mengeluarkan barang barang yang perlu diperlukan sedangkan Alana mencucinya dan membantu memotong motong beberapa sayuran.Syhanas berulngkali memberitahu kalau cara alana memotong benar benar salah.Kadang terlalu besar dan kadang terlalu kecil.saat menggoreng pun Al malah melemparkannya,untung saja minyak itu tidak mengenai mereka.


"Maaf tante"


"Tidak apa apa,memang karena ini adalah hal pertama buat kamu.ngomong ngomong Leon kapan akan mengajarimu?"Syhanas menaruh beberapa hidangan yang sudah matang kedalam piring.


"Mulai besok tante"


"Oke..Al apa kamu menyukai Leon?"Syhanas sedikit menggeser tubuhnya merapat kearah Alana.


Pipi alana bersemu merah,dia perlahan menganggukan kepalanya.


"Bagus...tante akan bantu kamu sampai sukses.Leon itu anaknya aneh,dia bahkan tidak banyak bicara dengan temannya tetapi hubungan kalian sedikit maju satulngkah aku melihat kalian sudah saling berbicara."


"Benarkah..."


"Hemmm.."


Alana membantu Syhanas menaruh hidangan diatas meja dengan sangat rapi.walau al orngnya sangat malas tetapi didepan calon mertuanya harus sempurna.Sesaat Nathan pulang dari bekerja dan ikut bergabung makan bersama.


"Wah..keliatannya enak."Nathan mencomot hidangan yang ada dihadapannya itu."Oh ya Al kamu masuk jurusan apa?"lanjut Nathan yang menoleh kearah alana.


"Al milih jurusan matematika om."


"Wah pasti kamu sangat pintar."


"Pintar apanya mengerjakan soal dsar saja tidak bisa."Tiba tiba Leon dtang dan mengambil dudun didepan alana.


"Leon kamu tidak boleh berkata seperti itu.bisa saja alana lebih pintar dari yakan al."Syhanas yg datang membawa minum ikut ambil bicara.


"Sebenarnya itu pilihan mama sama papa kok tante dan kak Leon juga benar,Al sebenarnya tidak tau sama sekali soal matematika kalau tidak mau ya Al harus belajar diluar negri."


"Tidak papa kan sekarang sudag ada Leon yang akan mengajari kamu dia sangat pintar soal matematika."

__ADS_1


Al mengaggukan kepalanya senang sedangkan Leon memutar matanya jengah.setelah makan bersama Al pamit pulang.ia segera menyetop bus yang berpapasan didepan halte dan segera masuk.


Alana memilih duduk disebelelah jendela dan memasangkan handsat dikedua telinganya.Mendengarkan musik favoritnya dengan tenang.setelah beberapa menit mata indah milik Al menatap dari jauh seorang yang dikejar tiga orang perempuan.dan pemuda itu terasa familiar bagi Al.


Saat semakin dekat ternyata pemuda itu adalah adiknya,Daniel sedang dihentikan tiga orang perempuam apa segitu lemah adiknya itu sampai sampai dihadang tiga perempuan dia diam saja.


Al melepaskan handset dan segera turun dari bus menghampiri siadik lemahnya.dari dekat mereka semar semar al mendengar percakapan mereka.


"Ayolah daniel pilih salah satu diantara kami."


"Benar,dan kami akan menerima apapun keputusanmu."


"Ehh kenapa kalian sangat percaya diri.yang dia pilih pasti aku.aku adalah seniornya."ucap senior yg memiliki dada besar itu.


"Ehh kenapa kamu mengatakan itu apa kamu lupa kita juga seniornya dan kemarin kamu sudah ditolak mentah mentah dikantin."yang lain tidak terima.


"Hahahaha..."semua orang serentak menoldh kearah sumber suara.


"Ternyata kalian merebutkan pacarku ya...hahaha.....kasihan."Alana berjalan kearah Daniel dan menggandeng lengannya.Daniel hanya mengerutkan kdninhnya heran dengan perkataan kakaknya barusan.


"Siapa kamu?Dan kenapa kamu menggandengnya."


"Loh kenapa aku tidak boleh,aku adalah kekasihnya.iyakan sayang."Al menoleh kearah Daniel dan megedipkan sebelah matanya.dan sedemikian daniel tau apa maksud Alana.


"Emm.."daniel hanya bergumam.


"Sudah dengarkan kalian terutama kamu yang berdada besar,dia sudah punya kekasih dan kalian jangan mengejarnya.huhh seperti kekurangan laki-laki saja."Al langsung menyeret daniel pergi.sebelum pergi al mendengar umpatan untuknya.tak apa siapa suruh menggoda adik polosnya ini.


"Ayo pulang."Al mempererat gandengannya dan segera pulang.biasanya daniel tidak suka kontak fisik ya walaupun bersama kakanya tetapi sekarang ia hanya menerima dengan pasrah karena kakaknya telah menolongnya dari para kucing penggoda itu.


TBC๐Ÿข


**Hai hai hai.....kayak nya ceritanya nya juga makin aneh ya ๐Ÿ˜‚


tak apa ini hanya cerita hayalan tak usah terlalu berlebihan wkwk...


Typo bertebaran....

__ADS_1


jangan lupa vote and coment๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**


__ADS_2