Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
ʙᴀʙ 𝟷𝟻 sɪ ᴘᴀʟɪɴɢ ᴘɪʟɪʜ ᴋᴀsɪʜ


__ADS_3

Lari Ibu Yun Nuo tiba tiba berhenti dan pandangannya tertuju ke perdana menteri Qin Liu Bai, ibu Yun Nuo menatap bingung perdana menteri Qin Liu Bai.“Ya ampun! Suamiku, apa yang terjadi? Apa kau yang merusak pintu masuknya?”. Dengan kebingungan ia mendekati perdana menteri Qin Liu Bai


Perdana menteri Qin Liu Bai berjalan melalui Ibu Yun Nuo dan mendekati Qin Haoyan. Ia mencekik Qin Haoyan dengan erat dan tidak melepaskannya dan membentak. “Apa yang kau lakukan pada kakakmu hah!”


...----------------...


Qin Haoyan menyunggingkan senyum. “Hahaha…Anakmu itu bukanlah kakakku, dia cuma sampah yang belum disingkirkan.” Dengan suara serak ia menyendir Qin Ji'er


Perdana menteri Qin Liu Bai geram dengan perkataan Qin Haoyan, ia menghempaskan Qin Haoyan ke pohon. Perlahan ia mendekati Qin Haoyan. “Katakan sekali lagi.”


Qin Haoyan bangun dan bersandar di pohon, ia menyunggingkan senyum dan tatapan jijik. “Aku bilang…Dia itu hanyalah sampah yang belum disingkirkan.” Sindirnya


Perkara itu cukup membuat perdana menteri Qin Liu Bai marah besar dan menendang bagian perutnya dengan begitu keras dan kuat


Serempak Qin Haoyan memuntahkan seteguk darah. Ia mengusap darah yang ada di sekitar bibirnya dan perlahan bangkit, menatap tajam perdana menteri Qin Liu Bai. “Apa kau tahu siapa yang kau sakiti ini? Perdana menteri Qin.”


Ibu Yun Nuo sangat khawatir pada putrinya, ia berlari dengan cepat ke arah putrinya. Ia menangis melihat putrinya yang diperlukan tidak adil oleh perdana menteri Qin Liu Bai, ia menoleh menatap kecewa perdana menteri Qin Liu Bai. “Kau adalah ayah yang gagal, perdana menteri Qin.”


Ibu Yun Nuo maju melindungi Qin Haoyan dari perdana menteri Qin Liu Bai dan mempertaruhkan nyawa kecilnya untuk melindungi anaknya

__ADS_1


Qin Haoyan menarik baju ibu Yun, ia menggerakkan kepalanya ke samping agar ibu Yun mundur, dan menatap tajam perdana menteri Qin Liu Bai. “Perdana menteri Qin, terkenal dermawan dan baik hati, tidak pilih kasih pada rakyat, ternyata pilih kasih pada selir dan darah dagingnya sendiri.”


Dengan sendirian itu perdana menteri Qin Liu Bai semakin marah dan marah. Ia melangkah maju dan menampar Qin Haoyan hingga terhempas ke tembok paviliun


Sontak ibu Yun Nuo terkejut dan segera pergi membantu Qin Haoyan bangkit. Tampak Qin Haoyan sudah babak belur dan berdarah darah karena perlakuan perdana menteri Qin Liu Bai hari ini padanya


Plok! Plok! Plok!


“Wow! Bagus sekali perdana menteri Qin, anda benar benar hebat.”


Di belakang perdana menteri Qin Liu Bai kasim kekaisaran muncul dan memberikan pujian dengan kandungan sindiran


Kasim kekaisaran berjalan melewati perdana menteri Qin Liu Bai, ia melihat sekeliling hingga pemandangannya terhenti pada Qin Haoyan yang telah babak belur dan terluka parah, ia berbalik menatap perdana menteri Qin Liu Bai. “Sebagai seorang ayah, kau benar benar luar biasa perdana menteri Qin, kau sampai turun tangan menyakiti darah dagingmu sendiri.”


“Nyonya Yun, bawa nona Qin, kita ke istana sekarang, kaisar ingin bertemu dengan nona Qin segera.”


Kasim kekaisaran menoleh kebelakang dan menyuruh ibu Yun Nuo membawa Qin Haoyan bersamanya ke istana


Ibu Yun tentunya menuruti perkataan kasim kekaisaran dan segera menggendong Qin Haoyan walupun tubuhnya yang sudah tua dan kurus. Ian tidak akan pernah membiarkan putrinya dalam bahaya dan tersakiti

__ADS_1


Di depan kediaman perdana menteri Qin, kereta kuda dengan pinggiran emas terlihat. Sangat mewah dan megah juga besar. Ibu Yun Nuo dengan cepat memasukkan Qin Haoyan ke dalam dan membaringkannya


Sebelum pergi tentunya kasim kekaisaran memberikan sedikit pesan pada perdana menteri Qin Liu Bai. “Perdana menteri Qin, tak lama lagi kau akan menerima hadiah besar dari Kaisar.”Business sang kasim


Setelahnya ia masuk ke kereta dan segera ke istana untuk menyelamatkan Qin Haoyan


Pandangan dan pikiran Kasim kekaisaran saat ini tertuju pada Qin Haoyan yang terluka parah dan ibu Yun Nuo yang sangat kurus dan sakit sakit-sakitan. “Nyonya Yun, sebenarnya apa yang telah terjadi dengan anda dan nona Qin selama ini.” Tanyanya


Ibu Yun Nuo menghela napas dan mengelus pipi Qin Haoyan dengan lesu dan tatapan sedih, dengan suara lirih ia menjawab Kasim kekaisaran. “Kami diperlukan lebih rendah dari seorang pelayan. Kami jarang diberi makan, itupun jika ada makanan sisa atau makanan basi.”


Dengan berlinang air mata ibu Yun Nuo menceritakan semuanya pada Kasim kekaisaran. “Mau tidak mau kita harus memakannya, tempat kami juga tidak memungkinkan, sudah bobrok, paviliinki lumayan, tapi…Paviliun anakku sudah tidak layak ditempati.”


Tampak di mata Kasim kekaisaran, ia sangat kasihan pada ibu Yun Nuo dan Qin Haoyan yang hidup begitu


Tak lama setelahnya mereka tiba di istana, kasim kekaisaran langsung saja menyuru salah satu penjaga untuk memanggilkannya tabib kerajaan untuk meriksa Qin Haoyan


Qin Haoyan yang mendengar suara berisik dan teriak teriak dari kasim kekaisaran mulai terusik dan bangun. Tampak ia memancarkan aura membunuh dan menatap tajam Kasim kekaisaran. “Bisakah kau diam sebentar? Aku ingin mendalami aktingku sebagai anak selir buangan yang terus disiksa.”


Dengan kesal Qin Haoyan menentak Kasim kekaisaran yang berteriam teriak minta dipanggilkan tabib kerajaan

__ADS_1


Sontak ibu Yun Nuo dan Kasim kekaisaran terkejut dan menoleh kebelakang melihat Qin Haoyan yang ternyata baik baik saja dan tidak pingsan


See you


__ADS_2