
“Tenagaku masih lemah dan tidak bisa mengangkat apa-apa, kau bantulah aku makan ya? Bantu suapi aku, cuma itu.” Ucap Jian Zhentian memohon.
Yun Haoyan menoleh kesal, Ia tak dapat membantah karena melihat mata memelas Jian Zhentian. “Baiklah, tapi biayanya bertambah.” Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian menganggukkan kepalanya dengan cepat.
...----------------...
Tampak Yun Haoyan duduk disamping Jian Zhentian dan langsung menyuapinya.
“Kau, berapa biaya yang kau mau?” Tanya Jian Zhentian.
“Hm…Terserah yang penting harganya mahal dan bisa menghidupiku selama beberapa bulan.” Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian mengangguk anggukkan kepalanya.
Detik demi detik Yun Haoyan habiskan untuk menyuapinya makan, setiap detik itu juga ia merasa tertekan dan kaku.
Dag! Dig! Dug!
Suara jantungnya terdengar seperti sebuah jam yang berbunyi tiap detiknya.
Sementara Yun Haoyan yang merasakan suara jantungnya mmenganggapnya sebagai penyakit bawaan lahir. Ia mengabaikannya karena wajah Jian Zhentian yang tampak baik baik saja.
Setelah beberapa menit disana makanan Jian Zhentian telah habis dan Yun Haoyan turun ke bawah dan membersihkan meja makannya lalu menuci piring sendiri.
Sesudahnya ia keluar dan menyapu di halaman paviliunnya.
Disaat itu juga Long Jiu Chen muncul dan membantu Yun Haoyan menyapu.
“Adik Haoyan, dimana calon tunanganmu? Bukannya dia itu suka membantumu bersih bersih?” Ucap Long Jiu Chen.
Yun Haoyan tersenyum kecil. “Dia sedang sakit dan tengah beristirahat di kamar, jadi tidak bisa membantuku.” Ucap Yun Haoyan.
Long Jiu Chen mengambil kesempatan itu dan ingin membuat Jian Zhentian yang ada di kamar Yun Haoyan semakin panas dan cemburu.
“Hehehe…Adik Haoyan, bagaiamana jika setelah selesai bersih bersih kita pergi jalan jalan di pasar?” Ucap Long Jiu Chen.
__ADS_1
Yun Haoyan memikirkan perkataan Long Jiu Chen. “Aku mau ikut ajah.” Jeda Yun Haoyan.
Mendengar pembicaraan keduanya Jian Zhentian yang ada di dalam kamar terkejut dan geram, ia bangkit dan berjalan hati hati agar lukanya tak terbuka.
“Tapi, Jian Zhentian sedang sakit, aku harus menjaganya karena dia adalah tanggung jawabiu saat ini.” Lanjut Yun Haoyan.
Jian Zhentian yang sudah menuruni tangga dan mendengarkan perkataan Yun Haoyan selanjuntya terkejut.
“Yun Haoyan…”
Dalam hati ia sangat bahagia dan mulai berbunga bunga.
Ia segera keluar walaupun kakinya sudah terasa semakin sakit.
“Karena sudah tahu jika Haoyan tidak ingin pergi maka pergilah dari sini san jangan ganggu kami.” Ucap Jian Zhentian.
Yun Haoyan yang mendengar suara Jian Zhentian terkejut dan menoleh ke belakang dengan cepat.
“Kau…Sejak kapan kau ada dk situ?” Ucap Yun Haoyan terkejut.
Ia melangkah keluar tanpa mengenakan alas kaki dan membuat luka di kakinya terbuka dan mulai berdarah.
Yun Haoyan yang menyadarinya segera mendekat dan membantunya berjalan ke bawah pohon dan duduk, lalu ia masuk ke dalam dan mengambil perban dan alas kakinya.
Beberapa saat kemudian ia keluar dengan kotak obat dan alas kaki di tangannya.
“Kau ini, sudah tahu kakimu sakit, masis saja keluar tanpa mengenakan alas kaki.” Kesal Yun Haoyan.
Terlihat Yun Haoyan menggerutu keras sambil mengobati kaki Jian Zhentian. Setelahnya ia memasangkan alas kakinya lalu bangkit kembali.
“Kau duduklah disitu baik baik, jangan kemana-mana.” Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian dengan cepat mengangguk anggukkan kepalanya. “Iya.”
Yun Haoyan lanjut menyapu sedangkan Long Jiu Chen yang sudah pergi dari sana karena yak ingin mengganggu keduanya lebih lama lagi.
Yun Haoyan mentapu semuanya dalam sekejap dan beristirahat di samping Jian Zhentian.
__ADS_1
“Kapan kau akan pulang?” Tanya Yun Haoyan.
“Mungkin lusa.” Balas Jian Zhentian.
Yun Haoyan mengangguk anggukkan kepalanya secara perlahan. “Oh.”
“Jadi, sebelum kau pulang besok lusa kau harus membayar lunas biaya pengobatannya, mengerti.” Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat. “Iya nona Yun.” Ucap Jian Zhentian.
Keduanya mengobrol ringan dibawah pohon. “Hm, matahari sudah mulai tinggi, sebaiknya kita segera masuk ke dalam.” Ucap Yun Haoyan.
“Tidak apa apa, cuacanya juga tak teralu panas, aku masih ingin duduk di sini.” Ucap Jian Zhentian.
“Kalau begitu aku akan ke dapur sebentar dan membuat sesuatu, kau tunggulah disini ya.” Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian dengan cepat mengangguk anggukkan kepalanya dengan penurut.
Yun Haoyan tersenyum kecil ia segerke dapur dan membuat sesuatu. “Di cuaca yang agak panas ini, enaknya makan eskrim.” Ucap Yun Haoyan.
Ia berniat membuat es krim yang super dingin dan enak untuk dirinya dan Jian Zhentian.
Setengah jam kemudian Yun Haoyan kembali dengan dua mangkuk penuh dengan es krim berwarna putih.
“Nah, ini dia es krimnya.” Ucap Yun Haoyan. Ia memberikan semangkuk ke Jian Zhentian dan semangkuk lagi untuknya.
“Es krim ini dingin dan cocok di cuaca saat ini, kau cobalah makan sedikit.” Ucap Yun Haoyan pada Jian Zhentian.
Mereka menikmati cuaca panasnya sambil makan es krim buatan Yun Haoyan yang sangat enak dan dingin.
Jian Zhentian yang baru pertama kali merasakan es krim terkejut dan memakan beberapa suapan dalam sekejap.
“Es krim ini enak sekali, rasanya manis dan dingin.” Ucap Jian Zhentian memuji.
Seharian penuh mereka habiskan bersama sebagai kenangan kenangan sebelum Jian Zhentian pulang kembali ke negaranya.
See you
__ADS_1