Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 26 Putra mahkota Jian Zhentian


__ADS_3

Seseorang itu segera menutup wajahnya dan berpaling ke arah lain. Ibu Yun Nuo yang baru berbalik tidak melihat keanehan apapun.


“Jangan khawatir nak, dia sama sekali tidak terus mentapmu dengan tatapan aneh.” Bisik ibu Yun Nuo balik.


Meski ia tahu ibunya mengatakan bahwa seseorang itu sudah tidak menatapnya tapi bulu kuduknya tetap berdiri dan merinding.


...----------------...


Seseorang itu kembali membuka jendelanya dan melihat Yun Haoyan lagi. Dan sekali lagi Yun Haoyan merinding.


“Bu, dia menatapku lagi.” Bisik Yun Haoyan.


Ibu Yun Nuo menatap ke arah kereta dan tidak menemukan seseorang itu menatap Yun Haoyan.


Ibunya menggeleng gelengkan kepalanya. “Dia tidak menatapmu nak, mungkin kau kelelahan dan salah lihat.” Ucap Ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan kesal dengan apa yang ibunya katakan.


Seseorang itu dari balik tirai kereta tersenyum menyeringai dan memperlihatkan dirinya.


“Memberi salam pada yang mulia putra mahkota Jian.” Teriak kasim Liu.


Semua orang memberi salam termasuk kaisar Long Ling Juan.


Yun Haoyan agak terkejut dengan panggilan putra mahkota, ia tak menyangka seseorang yang terus menatapnya secara sembunyi sembunyi adalah seorang putra mahkota.


Tampak putra mahkota itu tersenyum menyeringai dan mendekati Yun Haoyan.


“Yang mulia, aku tidak akan menunda lagi kedatanganku kesini.” Ucap Putra Mahkota Jian.


Ia sampai di hadapan Yun Haoyan, Yun Haoyan sedikit tertekan apa yang akan dia katakan selanjuntya, ia berharap kata katanya itdak ada kaitannya dengan dirinya.


“Yang mulia, saya ingin meminang keponakan anda.” Ucap Putra mahkota Jian.


Betapa terkejutnya orang orang yang ada di sana ketika putra mahkota Jian mengatakan tujuannya ke ibukota dan menemui kaisar Long Ling Juan.


“Eh?”


Yun Haoyan tentunya juga terkejut dan segera bangkit.

__ADS_1


“Aku menolak, aku tidak ingin menikah dengan anda yang berstatus sangat tinggi dan mulia.” Ucap Yun Haoyan yang langsung menolak.


“Saya tidak ingin bersanding dengan seseorang yang mulia dengan anda.” Ucap Yun Haoyan lagi.


Putra mahkota Jian tersenyum. “Kau belum mengenalku, namaku Jian Zhentian.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Perlahan putra mahkota Jian Zhentian memainkan rambut Yun Haoyan yang terurai. Ia mencium aroma rambut Yun Haoyan yang sangat wangi.


“Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting, kau ikutlah denganku sebentar.” Busuk putra mahkota Jian Zhentian.


Dengan cepat Jian Zhentian menarik tangan Yun Haoyan.


“Yang mulia, saya ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan nona Yun sebentar.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Mereka berdua berlari dengan cepat dan menghilang dari hadapan orang orang. Sedangkan orang orang yang ada di sana masih terdiam dan mencoba untuk mencerna apa yang baru saja mereka lihat.


“Em…Apa yang baru saja terjadi?” Bingung kaisar Long Ling Juan.


“Mungkin putra mahkota Jian adalah pasangan Haoyan.” Ucap Ibu Yun Nuo yang masih terkejut.


Semua hadiah dari putra mahkota Jian Zhentian diambawa masuk ke dalam dan menunggu kedatangan Yun Haoyan dengan putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan yang di hadang oleh tubuh besar putra mahkota Jian Zhentian tidak dapat pergi dari sana.


“Tolong menyingkir.” Ucap Yun Haoyan dengan baik baik.


Putra mahkota Jian Zhentian tampak tersenyum, ia memegang dagu Yun Haoyan dan perlahan mengangkatnya.


“Hehe…Dasar wanita serakah, apa kau sudah melupakanku?” Tanya Putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan mengerutkan keningnya, ia mencoba mengingat kapan terakhir kali ia bertemu dengan putra mahkota Jian Zhentian namun ia tidak dapat mengingatnya.


“Kapan kita bertemu? Seingatku aku tidak pernah bertemu denganmu.” Ucap Yun Haoyan.


Putra mahkota Jian Zhentian tertawa kecil, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Yun Haoyan.


“Kemarin malam kau menyelamatkanku, dan aku harus membayar budimu, jadi aku akan menikahimu.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan agak terkejut mendengar perkataan putra mahkota Jian Zhentian. Bukankah seseorang yang dia selamatkan kemarin malam hanyalah seorang pembunuh yang terluka parah?

__ADS_1


“Tunggu, jangan bilang kau adalah…”


Putra mahkota Jian Zhentian tersenyum. “Benar, aku adalah orang yang prajurit sialan itu panggil pembunuh.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Betapa terkejutnya Yun Haoyan saat itu. Ia benar benar tidak mengira bahwa seseorang yang dia selamatkan bukanlah seorang pembunuh mun putra mahkota kerajaan terpandang.


“Jadi, terimalah lamaranku, kalau tidak kau akan menderita seumur hidupmu.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


“Dan tentunya aku menikahimu untuk melunasi hutang budimu.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan mendorong dengan sekuat tenaga dada bidang putra mahkota Jian Zhentian.


“Karena kau sudah mengatakan apa yang ingin kau katakan, maka tolong menyingkir dari hadapanku.” Ucap Yun Haoyan.


Putra mahkota Jian Zhentian terkekeh kecil dan menyingkir, keduanya segera kembali ke tempat perjamuan dan duduk berdekatan di satu meja yang sama.


Orang orang yang melihat mereka berdua masih bingung dan tidak tahu harus berkata apa dan berbuat apa.


Salama perjamuan penyambutan tamu kerajaan semuanya berjalan lancar lancar hingga keluarga perdana menteri Qin muncul dan ingin menjatuhkan nama baik Yun Haoyan.


“Dasar wanita tidak tahu malu, setelah melakukan kejahatan sekarang malah menggoda pria lain.”


Qin Ji'er tiba tiba saja muncul dan mencemooh Yun Haoyan terang terangan.


Semua orang yang ada di sana diam dan tidak menggubris perkataan Qin Ji'er.


“Kenapa kau ingin menikahi wanita yang sok suci ini? Aku ini jelas lebih baik darinya tapi kenapa semua orang memilihnya.” Ucap Qin Ji'er yang iri pada Yun Haoyan.


Yun Haoyan mengabaikannya dan tetap santai memakan camilan di depannya.


Putra mahkota Jian Zhentian mengerutkan keningnya. Ia bangkit dan mendekati Qin Ji'er.


“Yang kau katakan benar.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Qin Ji'er yang mendengarnya tiba tiba merasa di atas awan. Dia menyeringai dan mulai mencemooh Yun Haoyan dengan berbagai tuduhan yang tidak benar benar terjadi.


Putra mahkota Jian Zhentian tersenyum. “Seharusnya yang harus tahu diri itu kau, kau tidak sebanding dengan Haoyan, bahkan sehelai rambutnya tidak dapat dibandingkan dengan sampah sepertimu.” Sindir putra mahkota Jian Zhentian.


See you

__ADS_1


__ADS_2