Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 51 Pangeran kedua Jian Zhi Xu.


__ADS_3

Permaisuri Zhi Xu dan Kaisar Jian Zhimo yang melihat putranya yang sudah beberapa kali tersenyum senyum sendiri terkekeh kecil.


"Suamiku…Putra kita yang dingin ini sudah mulai meleleh." Bisik permaisuri Zhi Xu.


Kaisar Jian Zhimo mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat. "Benar, sebaiknya kita bantu mereka semakin dekat." Bisik Kaisar Jian Zhimo.


Mereka segera pergi dari sana meninggalkan Jian Zhentian di sana sendirian.


----------------


Dalam kamar terlihat seorang wanita cantik yang tengah merenungi sesuatu. Ia tak henti-hentinya menghela napas pasrah di setiap menit.


Ia memandangi jendela kamarnya dengan tatapan sayu.


"Apa aku benar benar menikahi pria aneh itu?"


Benar wanita cantik bak seorang dewi itu adalah Yun Haoyan yang tengah memikirkan nasibnya kedepannya setelah menikah dengan Jian Zhentian.


Ia menghela napas letih dan bangkit, ia pergi keluar untuk menemui sang ibu untuk menghilangkan rasa bosannya.


Di sana terlihat sang ibu yang tengah berbincang deng deng selir Kekaisaran Wei Jing dan permaisuri Wei Lie.


Yun Haoyan langsung masuk tanpa permisi dan duduk di samping ibunya.


"Ada apa sayang? Kau tampak tidak senang hari ini?" Tanya ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan menghela napas pasrah. "Aku bosan tinggal disini terus bu." Ucap Yun Haoyan lirih.


Permaisuri Wei Lie dan selir Kekaisaran Wei Jing terkekeh kecil melihat wajah masam Yun Haoyan karena kebosanan.


"Kalau begitu…Bagaiamana kalau kita melakukan sesuatu bbersama? Seperti menenun ataupun bermain alat musik, bagaiamana?" Ucap permaisuri Wei Lie.


Yun Haoyan menaikkan kedua alisnya. "Sepertinya boleh juga, bagaiamana kalau kita bermain alat musik?" Ucap Yun Haoyan mulai bersemangat.

__ADS_1


Ketiga wanita itu terkekeh kecil dan bangkit. "Kalau begitu tunggu sebentar aku panggil pelayan membawakan semua alat musiknya kemari, kalian mau alat musik apa?" Tanya selir Wei Jing.


"Bagaiamana kalau kita menggunakan alat musik Guzheng saja? Kita bisa bertanding dan bisa saling mengajari." Ucap Ibu Yun Nuo.


Ketiganya pun sepakat. Beberapa saat kemudian beberapa pelayan datang dengan alat musik Guzheng.


Mereka kemudian ambil tempat masing-masing dan mulai memainkan Guzheng mereka.


Detik demi detik, menit demi menit mereka semakin cepat memainkan Guzhengnya


Semuanya berhenti setelah kelelahan. Bukannya merasa letih dan istirahat mereka malah tertawa bersama.


"Hahahahah, tadi itu menyenangkan ya." UcP permaisuri Wei Lie.


Yun Haoyan tersenyum kecil. "Hehehe…Ini pertama kalinya aku bersenang senang." Ucap Yun Haoyan.


Setelahnya Yun Haoyan pergi dari sana dan menuju ke kamarnya.


Di saat yang tak terduga ia tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang.


"Ouch! Siapa sih yang. berani menabrakku." Kesal Yun Haoyan.


Ia mendongakkan kepalanya manatap seseorang yang Ia tabrak.


"Nona, kau yang jalan tidak pakai mata dan, sekarang kau malah menyalahkanku."


Yun Haoyan terkejut melihat sosok pria yang sangat tampan.


Pria itu juga terkejut melihat wajah Yun Haoyan yang cantik bak seorang dewi. Ia melongo melihat Yun Ki yang berparas cantik.


Apa lagi wajahnya yang melihat kesal terlihat sangat imut.


"Eh? Kau siapa?" Tanya Yun Haoyan.

__ADS_1


Pria itu terkejut dan segera memperbaiki gayanya. "Ekhem, aku adalah Jiang Zhi Xu, pangeran kedua." Ucap pangeran Jian Zhi Xu.


"Oh, namaku Yun Haoyan, senang bertemu dengan pangeran kedua." Ucap Yun Haoyan.


Pangeran kedua Jian Zhi Xu tersenyum kecil melihat sikap Yun Haoyan yang berubah ubah.


Yun Haoyan segera pergi dari sana tanpa melihat pangeran kedua Jian Zhi Xu.


"Wanita menarik." Gumam pangeran kedua Jian Zhi Xu.


Di lain sisi terlihat Jian Zhentian yang tiba tiba saja merasa tidak enak dan memikirkan Yun Haoyan.


"Semoga Haoyan baik baik saja sekarang." Ucap Jian Zhentian.


Tampak di depan meja Jian Zhentian begitu banyak dokumen bertumpukan dan menjulang keatas dengan sangat tinggi.


"Sial, kapan berkas berkas ini selesai." Ucap Jian Zhentian kesal.


Ia mengerjakannya tanpa istirahat sampai tengah malam, ia mengerjakannya hingga tanpa sengaja tertidur di ruang belajarnya.


Di lain sisi terlihat Yun Haoyan yang tiba tiba terbangun dan tidak bisa tidur.


"Aku tidak bisa tidur." Ucap Yun Haoyan.


Ia sangat sangat kesal karena tidak bisa tidur karena memikirkan Jian Zhentian dan pangeran kedua Jian Zhi Xu disaat yang bersamaan.


"Hu... Aku tidak menyangka akan terbangun dari tidurku karena kedua pria itu." Kesal Yun Haoyan.


Ia ke jendelanya menatap bulan sempurna yang bersinar terang tepat menuju ke dirinya.


Ia mulai merasa bimbang akan pikirannya yang dipenuhi oleh Jian Zhentian dan pangeran kedua Jian Zhi Xu.


See you next time.

__ADS_1


__ADS_2