Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 52 Jian Zhuiyu.


__ADS_3

"Aku tidak bisa tidur." Ucap Yun Haoyan.


Ia sangat sangat kesal karena tidak bisa tidur karena memikirkan Jian Zhentian dan pangeran kedua Jian Zhi Xu disaat yang bersamaan.


"Hu... Aku tidak menyangka akan terbangun dari tidurku karena kedua pria itu." Kesal Yun Haoyan.


Ia ke jendelanya menatap bulan sempurna yang bersinar terang tepat menuju ke dirinya.


Ia mulai merasa bimbang akan pikirannya yang dipenuhi oleh Jian Zhentian dan pangeran kedua Jian Zhi Xu.


...----------------...


"Baru pertama jali bertemu dan dia sudah ada dalam pikiranku."


Tampak Yun Haoyan yang sangat bimbang dengan pikirannya yang penuh dengan dua orang pria tampan.


Ia tak ingin memikirkan semua itu lebih lanjut lagi dan segera bergegas untuk tidur.


Keesokan paginya ia bangun terlalu pagi dan mengambil kesempatan itu untuk berlatih.


Ia berkultivasi selama satu jam penuh dan berhasil menerobos ke alam Nirvana level 6.


Ia bangkit dan melihat wajahnya yang bertambah cantik, kulitnya yang putih mulus bagaikan susu. Dan tampangnya yang semakin mirip seorang dewi.


Ia menganggukkan kepalanya puas dengan hasil kultivasinya selama satu jam penuh.


Setelahnya ia pergi sarapan pagi dengan ibunya.


"Ibu, ibu mau pergi sarapan juga?"


Ditengah perjalanan Yun Haoyan malah berpapasan dengan sang ibu. Ia segera mendekat.


Sedangkan Ibu Yun Nuo yang melihat Yun Haoyan mendekatinya terkekeh kecil.


"Hehehehe…Anak ibu, sepertinya akan menerobos lagi." Ucap Ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan tersenyum tipis dan pergi dengan ibunya ke ruang makan kerajaan.


Di sana tampak kaisar Jian Zhimo, permaisuri Eei Lie, selir Kekaisaran Wei Jing dan ketiga pangeran sudah ada di sana.


Ibu Yun Nuo dan Yun Haoyan membungkukkan kepalanya. "Mohon maaf kami datang terlambat yang mulia."

__ADS_1


Kaisar Jian Zhimo menggeleng gelengkan kepalanya. "Tidak perlu, silahkan berdiri dan makan dengan kami." Ucap kaisar Jian Zhimo.


Keduanya duduk dan Yun Haoyan duduk diantara putra mahkota Jian Zhentian dengan pangeran kedua Jian Zhi Xu dan yang satunya lagi yang tepat di samping Jian Zhi Xu.


"Oh, bukannya iji nona jutek yang kemarin, kebetulan sekali kita bertemu lagi."


Dengan cepat pangeran kedua Jian Zhi Xu menyapa Yun Haoyan dengan senyuman tipisnya.


Yun Haoyan berdecik kesal, ia mengerutkan keningnya dan mengabaikan perkataan pangeran kedua Jian Zhi Xu. Ia makan tanpa mendengarkan ocehan Jian Zhi Xu.


"Bisakah yang mulia makan dengan tenang?" Ucap Yun Haoyan kesal.


Ia tak tahan lagi dengan ocehan dari Jian Zhi Xu.


Jian Zhi Xu terkekeh kecil dan berhenti. "Ayah, siapa wanita yang ada di samping ibu permaisuri dan ibu selir?" Tanya Jian Zhi Xu.


Kaisar Jian Zhimo menaikkan alisnya dan menepuk jidatnya. "Oh iya, ayah lupa memperkenalkan mereka berdua." Ucap kaisar Jian Zhimo.


"Perkenalkan wanita yang ada di samping kedua ibu kalian, dia adalah ibu Yun Haoyan namanya Yun Nuo, dan wanita yang disampingmu itu adalah Yun Haoyan." Ucap kaisar Jian Zhimo.


"Oh iya, Haoyan ini calon menantu ayah dan calon kakak ipar kalian berdua." Ucap kaisar Jian Zhimo lagi.


"Kakak pertama akan menikah?!" Serempak keduanya berteriak terkejut.


"Apakah ini benar benar-benar kakak pertama yang dingin, cuek, acuh, dan jutek itu?" Ucap keduanya secara bersamaan.


Jian Zhentian yang dikatai oleh kedua saudaranya terkejut dan mengerutkan keningnya kesal.


"Apakah sudah selesai?"


Jian Zhentian menatap tajam keduanya dan membuat keduanya tertekan.


"Eh…Oh iya, namaku Jian Zhuiyu, pangeran ketiga." Ucap Jian Zhuiyu.


"Namaku Yun Haoyan, salam kenal pangeran ketiga." Ucap Yun Haoyan memberi hormat kecil.


Setelahnya mereka makan dengan tekanan dari Jian Zhentian.


Setelah itu mereka bubar.


"Zhentian, apa kau punya waktu hari ini?" Tanya Yun Haoyan.

__ADS_1


Jian Zhentian dengan cepat bangkit. "Hari ini aku tidak melakukan apa apa." Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan menghela napas pasrah melihat Jian Zhentian yang begitu bersemangat ketik ia Jak melakukan sebuah aktivitas.


"Bagaiamana kalau kita pergi latihan bersama di lapangan latihan prajurit." Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian dengan cepat mengikuti Yun Haoyan dari belakang dan tersenyum sumringah.


Saat ini hatinya kembali berbunga bunga karena ajakan Yun Haoyan untuk latihan bersama.


Setibanya di lapangan latihan prajurit keduanya langsung mengambil senjata dan latihan bersama.


Keduanya mulai secara bersamaan dan bertarung dengan seimbang. Prajurit prajurit yang melihatnya terkagum kagum pada Yun Haoyan yang dapat menandingi kekuatan putra mahkota mereka.


Satu jam kemudian tak terjadi apapaun mereka hanya bertarung santai hingga mereka kelelahan dan berhenti.


"Hari ini cukup sampai disini saja." Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian kecewa karena Yun Haoyan sudah tak ingin latihan lagi, namun yang dikatakan Yun Haoyan juga ada benarnya karena hari sudah siang dan suhu semakin panas.


Mereka kembali ke paviliunnya masing-masing dan membersihkan diri dari keringat.


Setelahnya ia beristirahat cukup lama hingga tanpa sengaja tertidur pulas.


Tap tap tap.


Tanpa sengaja seseorang datang ke kamar Yun Haoyan dan melihat Yun Haoyan yang tengah tertidur.


"Gadis kecil ini, ternyata adalah tunangan kakakku, sayang sekali."


"Jika saja dia bukan tunangannya aku pasti akan menikahinya."


Yun Haoyan yang sudah dapat merasakan keberadaan seseorang terkejut dan bangunan dengan tiba tiba.


Seseorang itu juga sangat cepat dan seketika menghilang dari hadapan Yun Haoyan.


"Tadi sepertinya ada seseorang yang sedang melihatku." Ucap Yun Haoyan.


See you next time.


Up 3/6/23

__ADS_1


__ADS_2