Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 16 Ternyata...


__ADS_3

Dengan kesal Qin Haoyan menentak Kasim kekaisaran yang berteriam teriak minta dipanggilkan tabib kerajaan


Sontak ibu Yun Nuo dan Kasim kekaisaran terkejut dan menoleh kebelakang melihat Qin Haoyan yang ternyata baik baik saja dan tidak pingsan


...----------------...


Qin Haoyan bangkit dan keluar dari kereta dan turun. Ia menatap sekelilingnya yang banyak perajurit dan kasim yang berlalu lalang, menoleh kesamping.“Banyak sekali orang disini.”


Qin Haoyan kembali ke dalam kereta dan minum teh hangat, dan duduk dengan sopan. Ibu Yun Nuo dan kasim Kekaisaran sedikit melongo. Beberapa saat kemudian mereka sampai di dalam istana


“Nyonya Yun Nuo dan nona Qin Haoyan memasuki istana!”


Dengan lantang kasim Kekaisaran meneriaki kedatangan ibu Yun Nuo dan Qin Haoyan. Qin Haoyan sedikit menutup kedua telinganya karena terlalu berisik


Kaisar Long Ling Juan menatap Qin Haoyan yang tampak terluka parah dan berdarah darah. Ia terkejut dengan keadaan Qin Haoyan, seraya mendekati Qin Haoyan. “Ada apa denganmu nak? Apa yang terjadi?”


Kaisar Long Ling Juan sangat khwatir dengan keadaan Qin Haoyan saat ini. Dengan cepat ia memanggil tabib kerajaan untuk memeriksa Qin Haoyan.


Permaisuri Wei Lie dan selir Kekaisaran Wei Jing juta ikut panik dan khawatir pada Qin Haoyan yang terluka parah. Permaisuri turun dari singgasananya dan mendekati Qin Haoyan. “Apa yang terjadi nak? Siapa yang menyakitimu?”


Dengan penuh khawatir semua orang di sana serempak mendekati Qin Haoyan. “Nak, kau pasti dilukai oleh orang keluargamu lagi kan?” Pinta Selir Kekaisaran Wei Jing


Qin Haoyan menoleh ke samping. Sembari menoleh ke selir Kekaisaran Wei Jing, ia menatapnya sayu.“Tua bangka itu…Yang memukuliku.” Dengan suara lirih Qin Haoyan memberitahu siapa yang menyakiti dirinya

__ADS_1


“Tua bangka…Jangan jangan…”


“Yang Haoyan maksud adalah ayahnya.” Tiba tiba saja ibu Yun Nuo angkat bicara dan mengatakan apa yang terjadi pada Qin Haoyan


Semua yang mendengarnya geram ingin menghukum seberat beratnya perdana menteri Qin Liu 𝙱𝚊𝚒


“Teganya dia menyakiti putrinya sendiri.”


Ibu Yun Nuo menatap sayu Qin Haoyan dan s


merasa sangat sakit hati dan kecewa disaat yang bersamaan. Ia merasa kecewa pada sosok seseorang yang ia dambakan sejak d


masih muda hingga sekarang. Ia menggeleng pelan. ‘Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatanmu kali ini, dan seterusnya tidak akan, Qin Liu Bai.’ Batinnya


kerajaan telah sampai dan langsung mengobati luka Qin Haoyan. “Lukanya sedikit parah, tapi tidak membahayakan nyawa, tidak ada patah tulang.”


Sesudah memeriksa Qin Haoyan, ia memberikan sekotak salep obat luka luar. “Nona tinggal oleskan ke lukanya, dan tenang saja, lukanya tidak akan meninggalkan bekas.” Ujar tabib


Qin Haoyan mengambilnya dan menaruhnya untuk dipakai nantinya. Setelahnya tabib itu berpindah dan memeriksa keadaan Ibu Yun Nuo, ia mengecdk denyut nadinya. Sontak saja tabib itu terkejut. “Ini…Nyonya ini mengalami penyakit yang serius.”


Qin Haoyan terkejut sembari mengerutkan keningnya. “Apa maksudnya tabib?”


Tabib itu bangkit. “Bisa dibilang nyonya ini tidak dapat berkultivasi karena titik dantian dan meridiannya tersumbat racun sejak masih mengandung dulu.” Jelasnya

__ADS_1


“Dan bisa dipastikan bahwa racunnya tidak menurun ke anaknya saat mengandung.”


Qin Haoyan mengerutkan keningnya marah karena keluarga Qin yang sudah semena mena terhadap ibunya. “Mereka benar benar tidak bisa dimaafkan lagi.” Amarah Qin Haoyan saat ini tampak sangat jelas di matanya


Kaisar Long Ling Juan dan Permaisuri Wei Lie dan Selir Kekaisaran Wei Jing terkejut. “Bagaimana bisa? Apakah ada cara agar racunnya hilang?” Tanya Kaisar Long Ling Juan


“Saya kebetulan memiliki pill yang dapat menghilangkan racunnya cuma


ada bayaran untuk itu yang mulia.” Ucap tabib itu


“Apa bayarannya? Aku akan memberikannya pada tabib.” Ucap Qin Haoyan dengan serius


“Tidak perlu nona Qin, yang harus menanggungnya adalah nyonya ini sendiri, setelah ia memakan pillnya, ia akan merasakan sakit yang tidak terbayang dan racunnya akan hilang permanen.”


“Tapi, setelah mengonsumsi pill itu, maka setiap tanggal lima belas ia akan merasakan dingin yang menusuk, tapi tenang saja dia tidak akan mati dengan bayaran itu.”


Ibu Yun Nuo sedikit terkejut dan, segera bangkit dan setuju dengan persyaratan yang tabib itu katakan. “Tidak apa apa tuan tabib, asalkan saya bisa kembali berkultivasi dan melindungi putri saya, saya akan menerima semua bayarannya.”


Qin Haoyan yang melihat ibunya sedia menerima bayarannya demi dirinya terharu. Butiran air mata tampak menunggu untuk jatuh dari kelopak matanya. “Ibu…” Dengan cepat ia mengusap air matanya dan berusaha untuk tidak menangis


Tabib itu mengeluarkan pillnya dan memberikannya pada Ibu Yun Nuo untuk ia makan segera


See you

__ADS_1


__ADS_2