
Jian Zhentian yang baru pertama kali merasakan es krim terkejut dan memakan beberapa suapan dalam sekejap.
“Es krim ini enak sekali, rasanya manis dan dingin.” Ucap Jian Zhentian memuji.
Seharian penuh mereka habiskan bersama sebagai kenangan kenangan sebelum Jian Zhentian pulang kembali ke negaranya.
...----------------...
Malam hari tiba dan tampak Jian Zhentian yang masih belum tidur.
“Sebentar lagi aku akan pergi, tapi tampaknya dia sama sekali tidak luluh padaku.”
Jian Zhentian naik ke atas atap kamar Yun Haoyan dan minum arak sendiri.
“Dasar Jian Zhentian sialan?! Akan kubunuh kau!”
Teriakan dari Yun Haoyan terdengar jelas ditelinga Jian Zhentian. “Bahkan dalam mimpinya dia ingin membunuhku.” Ucap Jian Zhentian.
Dia menghabiskan araknya dan segera turun ke bawah. Ia naik ke kamar Yun Haoyan dan tidur di samping Orangnya.
“Huh, anggap saja ini hadiah perpisahan sebelum aku pergi besok lusa.” Ucap Jian Zhentian.
Ia tidur di samping Yun Haoyan hingga pagi datang menyambut mereka berdua.
Yun Haoyan bangun duluan dan melihat tubuh Jian Zhentian yang menopang seluruh tubuhnya.
‘Uh…Dia tidur semalaman di sampingku lagi?! Dia benar benar gila.’ Batin Yun Haoyan kesal.
Ia mencoba untuk keluar dari pelukan Jian Zhentian yang sudah menopang tubuhnya. Berbagai cara ia lakukan, bahkan mencoba untuk mendorong tubuh Jian Zhentian ke samping namun tak bisa.
Sedangkan Jian Zhentian yang ternyata sudah bangun sedari tadi tak kuasa menahan tawanya mendengar Yun Haoyan yang kesusahan.
‘Hahahaha…Cobalah sekuat tenaga, kau tidak akan bisa memindahkanku.’ Batin Jian Zhentian.
Yun Haoyan tampak sudah semakin kesal, ia mulai menggunakan senjata rahasianya yaitu menggelitik seluruh tubuh Jian Zhentian.
Seketika Jian Zhentian merasa geli dan akhinya tertawa keras di atas tubuh Yun Haoyan.
“Bagus, sekarang bangun dari tubuhku.” Ucap Yun Haoyan kesal.
__ADS_1
Jian Zhentian terkejut, ia ternyata masuk ke dalam perangkap buatan Yun Haoyan. Ia menghela napas dan bangkit dari sana.
“Maafkan aku, kamarku belum diperbaiki jadi aku tinggal di sini dulu.” Ucap Jian Zhentian.
Yun Haoyan bangkit dan menatap tajam Jian Zhentian.
“Maaf maaf, cepat turun ke bawah dan bantu aku memasak.” Ucap Yun Haoyan.
“Eh? Tapi aku ini masih sakit.” Ucap Jian Zhentian.
Yun Haoyan keluar dari kamarnya sambil menatap Jian Zhentian. “Kau terlihat sudah segar bugar dan kakimu tampak sudah baik baik saja.” Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian sekali lagi terkejut, ia akhirnya ketahuan sebelum menjalankan rencananya.
Ia segera turun ke bawah membantu Yun Haoyan memasak sarapan pagi.
“Kau cuci sayur ini.” Ucap Yun Haoyan sambil memberikan daun sayur pada Jian Zhentian.
Jian Zhentian mengambilnya dan mencucinya sambil menggerutu.
“Hari ini aku akan pergi menemui yang mulia, aku ingin meminjam beberapa uang lagi untuk memperbaiki kamar tamu itu.” Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian tertegun mendengar Yun Haoyan akan pergi meminjam yang ke istana.
Yun Haoyan menghela napas pasrah dan duduk di kursi.
“Menurutmu aku menagih biaya pengobatanmu itu untuk apa hah.” Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian terbengong mendengar perkataan Yun Haoyan yang menurutnya ada benarnya juga.
“Ternyata begitu, ya kalau begitu setelah pulang nanti aku akan membayarnu, kau tidak perlu meminjam uang ke istana.” Ucap Jian Zhentian.
Yun Haoyan menganggukkan kepalanya secara perlahan dan keluar dari dapur.
“Aku hari ini akan istirahat, kau urus semuanya, setelah semuanya selesai kau bisa pergi ke mana pun yang kau mau.” Ycap Yun Haoyan.
Ia langsung masuk ke dalam kamarnya dan memantau Jian Zhentian dari kejauhan.
Sedangkan Jian Zhentian yang mendengar kesepakatan Yun Haoyan ia segera bekerja dan menyelesaikan semuanya secepat mungkin.
__ADS_1
“Pria itu akan bekerja kan?” Ucap Yun Haoyan.
Ia melihat Jian Zhentian yang benar benar bekerja keras, dari mencuci piring, mencuci baju dan menjamurnya, lalu pergi keluar menyapu halaman dan masuk ke dalam paviliun dan bersih bersih.
Yun Haoyan mengangguk angguk pelan melihat Jian Zhentian yang bekerja keras.
“Baiklah, sepertinya aku bisa beristirahat sekarang, dia akan mengurus semuanya.” Ucap Yun Haoyan.
“Jian Zhentian!! Jika kau ingin keluar, jangan lupa pasang plat yang ada di meja itu ke pintu masuk!” Teriak Yun Haoyan.
Jian Zhentian menoleh melihat plat yang ada di atas meja. “Baik!” Balasnya.
Sesudahnya ia segera keluar dan memasang plat itu dan pergi ke rumah bordil itu lagi.
“Aku ingin bertemu dengan wanita itu.” Ucap Jian Zhentian sambung memperlihatkan sebuah token.
Pelayan itu dengan cepat mengetahuinya dan mengajak Jian Zhentian ke ruangan VIP.
Beberapa menit kemudian seseorang yang ia tunggu tunggu akhirnya datang.
“Maaf membuatmu menunggu lama tuan Jian.”
Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Jianning.
“Jianning, besok aku akan pulang ke negaraku, sebaiknya katakan dengan cepat bagaimana cara menaklukkan hati wanita dengan cepat.” Ucap Jian Zhentian.
Jianning terkekeh kecil dan duduk di depan Jian Zhentian.
“Kkkk…Sepertinya tuan Jian ingin mendapatkan hatinya dengan begitu terburu-buru.”
Jianning mendekat ke telinga Jian Zhentian. “Jadi, yang perlu kau lakukan hanyalah…” Bisiknya.
Jian Zhentian mendengarkan dengan seksama dan mengangguk angguk pelan.
“Dan terakhir…Kau ambil buku ini, jika kau kesulitan mencari ide agar bisa menarik perhatiannya maka buka buku ini, didalamnya terdapat ratusan cara untuk menarik perhatian wanita.” Ucap jianning.
Jian Zhentian mengambil buku itu dengan cepat dan menyembunyikannya.
Sebelum pulang keduanya berbicara sebentar hingga sore hari.
__ADS_1
Sepulangnya di sana hal pertama yang ia lihat adalah Yun Haoyan yang ditarik oleh Qin Ji'er di hadapan beberapa wanita lainnya.
See you