Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 62


__ADS_3

Di paviliun seorang pangeran terlihat jongkok dan memenangkan pasangan wanitanya yang terlihat sedang kesal padanya.


Siapa lagi pria itu jika bukan Jian Zhentian. Ia mencoba untuk mendapatkan maaf pada Yun Haoyan karena sesuatu hal yang mungkin menyinggung perasaan Yun Haoyan.


"Haoyan tolong maafkan aku, aku benar-benar hanya bercanda tadi." Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan bangkit dan menghempaskan tangan Jian Zhentian. Ia menjauh dari Jian Zhentian.


Ia sesekali melirik Jian Zhentian yang terlihat begitu sedih. Ia menghela napas. "Baiklah aku akan memaafkanmu kali ini tapi lain kali ingat jangan begitu lagi." Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian tersenyum dan mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat. Ia segera mendekati Yun Haoyan. "Terima kasih, kau benar benar yang terbaik." Ucap Jian Zhentian.


Ia memeluk Yun Haoyan dari belakang dan membuat Yun Haoyan terkejut. "Sudah sudah, cepat lepaskan aku." Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian melepaskan Yun Haoyan dan kemudian mencium pipinya yang manis dan pergi dari sana dengan cepat.


Sedangkan Ibu Yun Nuo dan Chang Yi terkekeh kecil melihat keduanya.


"Dasar anak anak." Ucap Ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan berbalik dan berjalan mendekati ibunya. "Bu, ayo kita masuk, sudah lama aku tidak mengunjungi ibu." Ucap Yun Haoyan.


Mereka bertiga masuk ke dalam paviliun dan berbicara di dalam sana.


Tak terasa sore hari telah tiba dan saatnya untuk Yun Haoyan dan Chang Yi pergi dari paviliun ibu Yun Nuo.


"Hati hati di jalan." Ucap ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan tersenyum dan melambaikan tangannya. Setelahnya ia dan Chang Yi pergi dari sana.


Dalam perjalanan para pelayan terlihat tak menggosipkannya lagi. Ia tersenyum lega dan menghela napas.


"Akhirnya mereka berhenti membicarakanmu." Ucap Chang Yi.


"Iya, mungkin ini ulah Zhentian lagi, aku akan menanyakannya nanti." Ucap Yun Haoyan.


"Kalau begitu kita berpisah disini, sampai jumpa lain waktu." Ucap Yun Haoyan lagi.


Ia masuk ke dalam paviliunnya dan mulai berkultivasi lagi. Ia duduk lotus di atas kasurnya dan menyerap Qi yang ada di sekitarnya.


Malam hari tiba dan ia berhasil menerobos ke tingkat selanjutnya.

__ADS_1


"Tingkat Qi-ku naik ke Ascension level satu dan tingkat kultivasiku sudah di tingkat godly force level satu, dengan begini aku bisa. melawan semua orang yang setingkat dengan kaisar." Ucap Yun Haoyan.


Ia turun dan pergi mandi membersihkan tubuhnya yang bau keringat dan lengket.


"Huft… Semoga saja wanita wanita itu berhenti mencari masalah denganku, ngomong ngomong wewangian herbalnya sepertinya akan segera jadi." Ucap Yun Haoyan.


Ia bangkit dari bak mandinya dan mengenakan handuknya. Ia pergi mengambil bajunya dan memakainya cepat.


Setelahnya ia pergi melihat wewangian untuk ulang tahun ibu suri. "Hampir jadi." Gumam Yun Haoyan. Ia menaruh kembali wewangian itu dan keluar dari paviliunnya.


Ia berjalan menuju ke ruang makan.


"Ehh… Aku lupa bawa cadarku, semoga saja tidak ada orang lain yang ada di sana." ucap Yun Haoyan.


Sudah tak ada waktu untuk kembali dan mengambil cadarnya, dengan terpaksa ia pergi ke ruang makan tanpa mengenakan cadar.


Setibanya di sana terlihat beberapa pria baru yang terlihat asing baginya.


'Ada orang lain… Aku tidak pakai cadar lagi.' Batin Yun Haoyan.


Ia segera masuk dan duduk di samping Jian Zhentian dan ibunya Yun Nuo.


"Siapa wanita itu? Main duduk duduk saja, apa dia tidak punya malu?"


Dua orang pria asing itu tampak sedikit membenci Yun Haoyan pada pandangan pertama.


"Nak, perkenalkan dia adalah Yun Haoyan, tunangan kakak pertama kalian." Ucap kaisar Jian Zhimo.


"Haoyan, mereka adalah pangeran ke empat Jian Leng Yuan dan pangeran kelima Jian Leng Yang mereka kembar." Ucap kaisar Jian Zhimo.


Kedua pria itu sedikit terkejut dan menatap Yun Haoyan lagi. "Ternyata wanita yang ingin dinikahi kakak pertama adalah wanita yang tidak punya sopan santun."


Mendengar perkataan keduanya yang sedikit menyindir membuat Yun Haoyan semakin kesal.


"Kalian tidak punya hak untuk mengomentariku." Ucap Yun Haoyan.


Ia menekan keduanya dengan tatapan tajam dan aura dinginnya yang memekakkan.


Keduanya terkejut dengan aura Yun Haoyan, keduanya segera makan dengan cepat tanpa mengatai Yun Haoyan lagi.


'Wanita itu terlihat menakutkan.' Batin Jian Leng Yuan.

__ADS_1


Yun Haoyan makan dan terus menatap tajam kedua pangeran itu.


Tak lama setelahnya Yun Haoyan berhenti. "Aku sudah cukup makannya, aku ingin kembali ke paviliunku." Ucap Yun Haoyan.


Ia pergi dari sana dan kedua pangeran tak tahu malu itu lanjut membicarakan keburukan Yun Haoyan.


"Lihatlah sikapnya ayah, apa kau akan menjadikannya menantumu?" Ucap Jian Leng Yang.


Jian Zhentian yang mendengar kedua saudaranya yang lain memperbincangkan keburukan Yun Haoyan ikut ikutan kesal.


"Jika kalian sudah tidak ingin lidah kalian katakan saja padaku." Ucap Jian Zhentian dengan ancaman.


Jian Leng Yang dan Jian Leng Yuan terkejut dan segera berhenti berbicara.


"Kalian harus ingat, Haoyan itu bukanlah wanita bisa yang bisa kalian hina sesuka hati, dia bukanlah orang yang bisa kalian tindas." Ucap kaisar Jian zhimo.


Ibu Yun Nuo tersenyum. "Benar, putriku itu sangat susah untuk ditindas loh, hati hati kalian bisa babak belur secara mental tanpa dia menyentuh kalian." Ucap ibu Yun Nuo.


"Kau ini siapa? Kau terlihat tak jauh dari Yun Haoyan itu, apa kau kakaknya?" Tanya Jian Leng yang.


Ibu Yun Nuo tertawa kecil dan membuat dua pangeran itu tersipu malu. "Aku adalah ibunya, kenapa? Kalian juga ingin menindasku?" Ucap Ibu Yun Nuo dengan penuh tekanan.


Kedua pangeran kembar itu terkejut dan menatap permaisuri Wei Lie dan selir Kekaisaran Wei Jing.


"Benar, dia ibunya Haoyan." Ucap Jian Zhi Xu.


Keduanya benar benar tak menyangka, setelah sekian tahun akhirnya mereka pulang dan Mendapatkan kejutan yang membuat keduanya sangat terkejut.


Mereka bangkit dan pergi duluan dari sana dengan menganga dan bengong tak percaya.


"Apakah…"


"Dia ibunya? tapi ternyata… dia adalah kakak nya."


Mereka berjalan pulang ke paviliun mereka dengan perasaan masih syok dan terkejut.


Sedangkan di lain sisi terlihat Yun Haoyan yang tengah memperhatikan mereka berdua dari atas pohon.


"Heh…Benar benar dua idiot yang bodoh." Ucap Yun Haoyan.


Ia pergi dari sana dan kembali ke paviliunnya. Ia tidur cepat untuk mempersiapkan kotak hadiahnya.

__ADS_1


See you next time.


__ADS_2