Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 25 Kedatangan tamu yang tiba tiba


__ADS_3

Kedua orang itu lalu ke ruang makan dan berbincang bersama.


“Ibu, kali ini aku akan melambungimu.” Ucap Yun Haoyan.


Ibu Yun Nuo terkekeh kecil sembari meminum tehnya. “Hehehe…Coba saja jika kau bisa.” Ucap Ibu Yun Nuo.


...----------------...


Kedua ibu anak itu terlihat saling tatap menatap hingga sesuatu yang berisik terdengar menggema di telinga keduanya.


“Ibu, ada yang datang.” Bisik Yun Haoyan.


Ibu Yun Nuo mengangguk pelan dan waspada pada sekelilingnya, begitupun dengan Yun Haoyan.


“Hati hati pada sekitarmu nak.” Bisik Ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan mengangguk pelan dan mendengarkan dengan jelas sekitarnya.


Disaat itu juga sesuatu yang hitam muncul, ternyata itu hanya kucing saja. Ibu Yun Nuo dan Yun Haoyan menghela napas lega.


“Ternyata hanya kucing hitam saja.” Ucap ibu Yun Nuo.


Dikala ibu Yun Nuo lengah, tiba tiba saja secercah surat meluncur ke arah Yun Haoyan dengan menggunakan anak panah yang tumpul.


Yun Haoyan dengan cepat menghindar dan anak panah mengenai meja makan.


Yun Haoyan berlari mengambil surat itu, ia membacanya dengan teliti.


“Eh…? Ada seseorang yang ingin nememuiku di acara penyambutan tamu kerajaan besok? Siapa? Dan besok ada ramu kerajaan yang akan datang? Kenapa aku tidak tahu ya.” Ucap Yun Haoyan bingung.


Disaat itu Ibu Yun Nuo mengambil surat itu dan mencium baunya. Ia tertegun setelah mencium aroma khas dari kertas itu.


“Ini bukan kertas biasa nak, kertas ini dilapisi emas di setiap sudutnya, lihat permukaan sudutnya yang kekuningan ini.” Ucap Ibu Yun Nuo terkejut.

__ADS_1


Yun Haoyan mengerutkan keningnya ia tak percaya dengan apa yang ibunya katakan, ia mendekatkan wajahnya ke surat itu dan melihat sudutnya.


Yang ibu Yun Nuo katakan ternyata benar, surat itu dilapisi dengan emas.


Yun Haoyan, segera mengambil surat itu dan merobeknya menjadi dua belahan. Ia melihat bekas robekan itu dan terkejut.


“Ini kertas untuk bangsawan kelas atas, dan disini hampir tidak ada orang yang menggunakan kertas ini.” Ucap Yun Haoyan terkejut.


Ibu Yun Nuo mengangguk pelan. “Dan kemungkinan besar bangsawan yang menggnakan kertas ini hanya bangsawan dari kerajaan Jian, bagian utara kerajaan.” Ucap Ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan memiringkan kepalanya. “Kerajaan Jian sebelah utara dari kerajaan kita?” Bingung Yun Haoyan.


Ibu Yun Nuo menstabilkan rasa terkejutnya dan duduk dikursi, ia menyeduh tehnya dan meminumnya.


“benar, kerajaan Jian termasuk kerajaan terkaya di seluruh benua, dan merupakan kerajaan terkuat di seluruh penjuru dunia.” Ucap Ibu Yun Nuo dengan serius.


Yun Haoyan mulai berkeringat dingin. “Jadi, kenapa bisa bangsawan dari sana mengenalku?” Bingung Yun Haoyan.


Yun Haoyan terdiam dan langsung tertawa terbahak bahak.


“Hahahaha! Hahahaha! Bagaiamana bisa seorang bangsawan tinggi bisa mengenalku yang jarang keluar rumah.”


Ibu Yun Nuo menggeleng gelengkan kepalanya. “Siapa tahu beberapa hari ini tanpa sengaja kau bertemu dengannya.” Ucap Ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan mengabaiak perkataan ibu Yun Nuo dan terus tertawa terbahak bahak sendiri.


Sedangkan Yun Haoyan yang menatap kesal ibunya. Kedua ibu anak itu lalu makan dan setelahnya bersiap untuk pergi ke istana.


Disaat yang sama pula kasim yang selalu ada di samping kaisar Long Ling Juan datang dan menjemput keduanya.


“Ada apa kasim Liu datang ke sini?” Tanya Ibu Yun Nuo.


Kasim Liu memberi salam pada Ibu Yun Nuo dan Yun Haoyan. “Saya kesini untuk menjemput nyonya Yun dan nona Yun ke istana untuk menemani yang mulia menyambut tamu kerajaan.” Ucap kasim Liu.

__ADS_1


“Kebetulan kami juga ingin ke istana.” Ucap Yun Haoyan.


Kasim Liu lalu berjalan di belakang kedua orang itu dan memasuki kereta dan segera ke istana.


Tak lama kemudian mereka sampai di istana dan Yun Haoyan segera ke istana duluan sementara ibunya membantu permaisuri wei dan selir Kekaisaran wei dalam penyambutan nanti.


“Yang mulia, kenapa tiba tiba ada tamu kerajaan?” Tanya Yun Haoyan langsung.


Kaisar Long Ling Juan yang mendengar pertanyaan Yun Haoyan segera berbalik dan mendekati Yun Haoyan.


“Aku juga tidak tahu, tiba tiba saja ada surat dari kerajaan Jian dan aku juga terkejut dan pagi pagi sekali aku menyiapkan semua penyambutan ini dengan kedua wei bersaudara.” Ucap kaisar Long Ling Juan.


Yun Haoyan menghela napas pasrah, ia segera membantu yang lainnya mempersiapkan acaranya. Sedangkan kaisar Long Ling Juan yang mengarahkan mereka.


“Huff…Akhirnya selesai juga, kita tinggal menunggu tamunya saja.” Ucap Yun Haoyan.


Kaisar Long Ling Juan menghela napas lega, ketiga wanita yang bekerja di luar juga sudah berkumpul di dalam aula menunggu tamu datang.


Beberapa saat kemudian tamu yang ditunggu tunggu datang juga, kaisar Long Ling Juan dan yang lainnya segera keluar dan menyambut kedatangan mereka, sedangkan Yun Haoyan yang datang belakangan.


Terlihat dari dalam kereta seseorang tampak terus menatap Yun Haoyan dengan tatapan aneh, hal itu tentu saja dapat dilihat oleh Yun Haoyan, ia merasa aneh dengan seseorang itu dan segera bersembunyi di balik Ibu Yun Nuo.


“Bu, sepertinya seseorang yang ada di belakang kereta itu bermasalah, dia terus menatapku dengan tatapan aneh, bulu kudukku sampai berdiri.” Bisik Yun Haoyan.


Ibu Yun Nuo yang mendengar bisikan Yun Haoyan agak tertegun dan segera menatap seseorang itu.


Seseorang itu segera menutup wajahnya dan berpaling ke arah lain. Ibu Yun Nuo yang baru berbalik tidak melihat keanehan apapun.


“Jangan khawatir nak, dia sama sekali tidak terus mentapmu dengan tatapan aneh.” Bisik ibu Yun Nuo balik.


Meski ia tahu ibunya mengatakan bahwa seseorang itu sudah tidak menatapnya tapi bulu kuduknya tetap berdiri dan merinding.


See you

__ADS_1


__ADS_2