Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 56 Memberi pelajaran pada wanita wanita itu.


__ADS_3

Di depan semua orang tampak beberapa wanita dengan postur tubuh menggoda dan yang satunya lagi lebih tertutup dan terus memainkan Guzhengnya sedangkan yang lainnya terdiam.


"Kita tidak bisa lanjut lagi karena senarnya putus."


Salah satu wanita itu memberanikan diri dan mengakui kekalahannya tanpa sengaja.


Wanita itu tersenyum di balik cadarnya dsn berheti memainkan Guzhengnya. "Kalau begitu dengan begini sudah jelaskan aku pemenangnya?"


Mereka Mengepalkan tangannya kesal dan mengakui kekalahannya. "Memangnya kenapa kalau kami kalah beberapa hari lagi akan diadakan acara ulang tahun ibu suri, saat itu tiba kami pasti akan memberimu pelajaran."


Wanita bercadar itu tersenyum dan bangkit. "Siapa nama kalian?"


Wanita wanita itu tersenyum puas dan melipat kedua tangannya di atas dadanya. "Namaku Luo Fengshui, putri tertua perdana menteri Luo."


"Namaku Gong Fai, putri satu satunya jenderal Gong."


"Namaku Luo Ying, adik perempuan kak Fengshui, putri kedua perdana menteri Luo."


"Namaku Liu Ming Zhi, putri pertama perdana menteri Liu. Apa kau tahu? Ayahku dan ayahnya Fengshui berteman baik dengan ibunya putra mahkota."


Dengan sombong mereka memperkenalkan diri mereka dan bersikap angkuh. Setelahnya mereka berbalik dan berjalan pergi dengan cepat.


Wanita bercadar itu tersenyum menyeringai. "Kalian mau kemana?"


Keempat wanita itu berbalik melihat wanita bercadar itu. "Kami ingin pulang, kenapa? Kau ingin meminta maaf pada kami?" Ucap Liu Ming Zhi.


Wanita bercadar itu tersenyum kecil. "Bukannya yang kalah harus melakukan apa yang pemenangnya katakan? Jangan jangan kalian lupa dengan perjanjian kita sebelum bertanding?"


Dengan begitu tepat sasaran wanita bercadar itu mengenai titik kelemahan keempatnya.


"Sesuai dengan peraturan kalian harus mengikuti apa yang pemenangnya katakan kan? Sekarang kalian harus berlutut dan mencium tanah lalu merangkak di depanku dan dilanjutkan dengan berguling hingga ke rumah kalian."

__ADS_1


Wanita bercadar itu tak lain dan tak bukan adalah Yun Haoyan yang akan mempermalukan keempat wanita tidak tahu malu di depannya.


"Jika kalian tidak melakukannya berarti kalian pengecut yang tidak ingin mengakui kekalahan." Ucap Yun Haoyan.


Keempatnya tak dapat membalas perkataan Yun Haoyan dan menggigit sapu tangannya. Keempatnya berjongkok dan lalu membungkuk mencium tanah dengan rasa kesal. Setelahnya mereka merangkak pulang ke rumah masing-masing.


Keempatnya menanggung malu hingga sampai kerumah masing-masing.


"Kau pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dadar wanita ******." Serempak keempatnya.


Sedangkan di lain sisi terlihat Yun Haoyan yang sangat menikmati permainan mempermalukan ****** ****** yang tidak tahu diri.


Ia berbalik dan tersnyum puas. Ia kembali ke sisi ibunya yang pasrah melihat sikap anaknya yang begitu kejam pada sesama wanita lainnya.


"Apa kau puas?" Tanya ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan menganggukkan kepalanya pelan pelan sembari tersenyum.


"Nak, jika mereka mencari masalah denganmu saat ulang tahun ibu suri bagaiamana?"


Dengan cepat selir Kekaisaran Wei Jing maju dan memperingati Yun Haoyan.


Yun Haoyan tersenyum tipis. "Justru itu akan lebih bagus, mereka akan mempermalukan keluarga mereka sendiri dan mendapatkan hukumannya sendiri." Ucap Yun Haoyan.


Selir Kekaisaran Wei Jing terdiam mendengar perkataan Yun Haoyan. Sedangkan putra mahkota Jian Zhentian tampak sangat puas dengan jawaban Yun Haoyan.


"Memang pantas menjadi ratu masa depanku." Ucap Jian Zhentian sembari mendekati Yun Haoyan.


Yun Haoyan yang mendengar perkataan Jian Zhentian seketika mengerutkan keningnya kesal. Ia menjauh dari Jian Zhentian. "Kau pasti sudah tergoda oleh lekuk tubuh mereka kan, jangan berbohong." Ucap Yun Haoyan kesal.


Ia pergi dari sana meninggalkan yang lainnya. Sementara Jian Zhentian terlihat sangat senang dengan kekesalan Yun Haoyan terhadapnya.

__ADS_1


"Haoyan-ku cemburu…Senangnya."


Dengan cepat Jian Zhentian mengejar Yun Haoyan untuk meredakan amarahnya.


Kaisar Jian Zhimo, dan kedua pangeran lainnya yang melihat kepergian Jian Zhentian yang menyusul Yun Haoyan terkekeh kecil.


"Dasar, dia sudah larut dalam cintanya kakak ipar, mungkin dia tidak akan menikahi wanita lain selain kakak ipar." Ucap Jian Zhuiyu.


Mereka bubar dari sana dan pergi ke kesibukan masing-masing. Berbeda dengan di tempat lain, terlihat Jian Zhentian yang menghibur Yun Haoyan dengan segala cara.


"Haoyan, jangan marah padaku, aku tidak tergoda oleh mereka, aku hanya memilikimu itu sudah cukup, jangan marah lagi ya." Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan berdengus kesa melihat Jian Zhentian. Ia duduk di ayunan bawah pohon yang baru saja dia buat.


"Jadi maksudmu jika kau memiliki mereka mau masih ingin memilikiku juga, begitu." Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian jadi serba salah di depan Yun Haoyan dan apapun yang dia katakan semuanya salah. Diam salah mengatakan kata kata menghibur juga salah.


"Kalau begitu jangan marah lagi, aku hanya mencintaimu seorang, bahkan jika mereka menggodaku aku juga tidak akan tertarik pada mereka." Ucap Jian Zhentian.


"Jadi dengan begitu kau bisa melihat seluruh tubuh mereka?" Uczp Yun Haoyan.


Sekali lgi Jian Zhentian salah dalam mengatakan kata katanya. Ia menyerah dan berhenti menghibur Yun Haoyan. Ia duduk bersandar di di pohon dan melihat Yun Haoyan bermain ayunan sendiri.


"Sudahlah, kali ini aku memaafkanmu, tapi lain kali jika terulang lagi aku tidak akan pernah memaafkanmu." Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian mendengarnya dan langsung kembali bersemangat dan langsung mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat sambil tersenyum.


Yun Haoyan yang melihat tingkah kekanak-kanakan Jian Zhentian menghela napas pasrah. Ia tidak tahu harus berbuat apa agar tingkah kekanak-kanakan Jian Zhentian menghilang dan Jian Zhentian bersikap seperti biasanya.


See you next time.

__ADS_1


__ADS_2