Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 42 Rencana Jian Zhentian.


__ADS_3

“Hahahahahaha!!! Kau itu suka bercanda ya, hahaha…” Ucap Yun Haoyan.


Ia menatap Jian Zhentian. “Dengan tampangmu yang standar standar itu mana mungkin aku bisa jatuh cinta? Apalagi cemburu, jangan mengada ngada.” Ucap Yun Haoyan.


Ia tak ingin mengakui perkataan Jian Zhentian dan terus menyangkalnya.


Jian Zhentian yang mengerti apa yang seseorang Yun Haoyan katakan tersenyum kecil dan menggeleng gelengkan kepalanya secara perlahan.


...----------------...


Ia bangkit dan mengelus kepala Yun Haoyan dengan lembut.


“Hm…Kau hanya tidak menyadarinya saja.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan terkejut dan segera menepis tangan Jian Zhentian.


Jian Zhentian tertegun sembari terkekeh kecil. Ia pergi dari sana. “Haoyan, aku akan pergi mencarikan yang mulia hadiah perpisahan, kau tunggulah aku disini.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan menghela napas pasrah dan melihat kepergian Jian Zhentian dengan tatapan kecewa.


Ia tersenyum kecut menatap pintu restorannya dan berbalik badan.


“Paman." Panggil Yun Haoyan.


Dengan cepat Paman Bai Luo Liu menghadiri Yun Haoyan. "Suruh mereka menyelesaikan jam latihan mereka lalu pulang, aku ingin mengurus sesuatu di sini sendiri." Ucap Yun Haoyan.


Paman Bai Luo Liu dengan cepat menganggukkan kepalanya dan pergi ke dapur.


Yun Haoyan duduk kembali dan melihat pintu restorannya dan menghela napas letih.


“Ibu, sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu, aku ingin menemuimu lagi." Ucap Yun Haoyan.


Ia bangkit ingin pergi dari restoran namun ia tiba-tiba saja teringat akan Jian Zhentian yang akan kembali ke sini lagi.


Jadinya ia mengurungkan niatnya dan menunggu du luar restoran. Sementara para kokinya sudah pulang bberaKhir dengan paman Bai Luo Liu.


Ia duduk didepan restorannya menunggu Jian Zhentian.


Berjam jam berlalu dan Jian Zhentian baru datang.


“Haoyan!"

__ADS_1


Teriakan Jian Zhentian terdengar menggema di telinga Yun Haoyan, dengan cepat ia menoleh dengan malas dan menatap Jian Zhentian yang berlari kecil ke arahnya.


Tampak Jian Zhentian tersenyum meliuk Yun Haoyan yang benar-benar menunggunya di sana.


“Ternyata kau masih menungguku disini.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan bangkit dan menepuk nepuk bajunya yang agak kotor.


“Sudahlah, aku ingin cepat cepat pulang menemui ibuku, bahkan aku sudah penuh debu karena menunggumu begitu lama.” Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian terkekeh kecil. “Haoyan, aku barusan membelikanmu baju baru, besok kau pakai dan temani aku ke istana." Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan menatap konyol Jian Zhentian. “Kau bahkan membeli baju hanya untuk mengucapkan salam perpisahan.” Ucap Yun Haoyan.


Ia memutar bola matanya malas dan berjalan kaku di belakang Jian Zhentian.


Jian Zhentian tersenyum menyeringai. “Jangan khawatir, aku punya kejutan untukmu.”Gumam Jian Zhentian.


Mereka kembali ke paviliun Yun Haoyan dengan cepat dan Yun Haoyan langsung ke paviliun Ibunya yang tak jauh dari paviliunnya.


“Aku akan ke paviliun ibuku untuk berbicara dengannya, kau jangan ikut.” Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian menganggukkan kepalanya dengan cepat dan langsung masuk ke dalam paviliun.


Namun ia tak ambil pusing, ia dengan cepat pergi dan ke paviliun ibunya Yun Nuo.


Setibanya di sana ia langsung masuk ke dalam paviliun dan menemui ibunya.


“Ibu…” Lirih Yun Haoyan.


Prang!


Dari dalam dapur terdengar suara piring pecah, Yun Haoyan dengan cepat masuk ke dalam dan melihat apa yang terjadi.


“Eh? Haoyan?”


Dengan cepat Ibu Yun Nuo bangkit dan membersihkan kedua tangannya.


Ia membiarkan piring pecahnya dan langsung duduk dengan Yun Haoyan di ruangan depan.


“Nah, kau mau apa datang kesini.” Tanya Ibu Yun Nuo bingung.

__ADS_1


Yun Haoyan menghela napas pasrah. “Entah kenapa aku merasa jika aku akan meninggalkan negara ini.” Ucap Yun Haoyan.


Tampak jelas sebuah kekhawatiran tersirat dengan jelas di matanya.


“Tenanglah nak, kau tidak akan meninggalkan ibukota ini ataupun negara ini.” Ucap Ibu Yun Nuo.


Ibu Yun Nuo berdiri dan menepuk nepuk kepala Yun Haoyan secara perlahan. “Jangan khawatir, sini bantu ibu membereskan piring pecah ini.” Ucap Ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan tersenyum, ia bangkit dan menolong ibunya membereskan piringnya yang pecah.


Setelahnya mereka istirahat dan bersantai di halaman belajar paviliun.


Di lain sisi terlihat Jian Zhentian yang sedang mengurus sesuatu di paviliun Yun Haoyan.


”Apa kau sudah mengirimkan pesannya?”


“Sudah tuan, permaisuri dan yang mulia sangat setuju dengan permintaan anda.”


Di ruang tamu terlihat Jian Zhentian yang tengah berbicara dengan bawahannya.


Jian Zhentian tersenyum menyeringai dan mengangguk anggukkan kepalanya puas.


“Haoyan, aku akan mendapatkan hatimu.” Ucao Jian Zhentian.


Beberapa saat kemudian Yun Haoyan tiba tiba kembali dan melihat Jian Zhentian dengan bawahannya.


“Hng? Siapa pria itu?” Tanya Yun Haoyan bingung dan terkejut.


Jian Zhentian dengan cepat bangkit dan mendekati Yun Haoyan. “Ah, dia adalah temanku, dia kesini untuk memberitahukanku mengenai masalah di negaraku.” Ucap Jian Zhentian dengan cepat.


Yun Haoyan tampak curiga dan menatap bawahannya dari atas sampai bawah.


“Hm…Teman ya…Baiklah, aku akan ke atas.” Ucap Yun Haoyan.


Ia segera berbalik dan naik ke kamarnya.


Jian Zhentian yang melihat Yun Haoyan tak curiga menghela napas lega.


“Huft…Untung Haoyan tak curiga, kau cepatlah pergi jangan ganggu aku lagi.” Ucap Jian Zhentian.


Bawaannya menganggukkan kepalanya dan seketika menghilang dari sana.

__ADS_1


See you


__ADS_2