
"Gadis kecil ini, ternyata adalah tunangan kakakku, sayang sekali."
"Jika saja dia bukan tunangannya aku pasti akan menikahinya."
Yun Haoyan yang sudah dapat merasakan keberadaan seseorang terkejut dan bangunan dengan tiba tiba.
Seseorang itu juga sangat cepat dan seketika menghilang dari hadapan Yun Haoyan.
"Tadi sepertinya ada seseorang yang sedang melihatku." Ucap Yun Haoyan.
...----------------...
Ia kembali tidur dan tak memikirkan masalah itu lebih lama lagi.
Keesokan paginya Yun Haoyan bangun kesiangan entah karena apa, mungkin karena dia terbangun saat tengah malam tadi.
Ia pergi bersiap dan ke dapur untuk memasak. Tanpa sengaja ia lewat di depan ruang makan.
Semua orang keluar dan melihat Yun Haoyan yang berjalan ke arah dapur.
"Eh? Haoyan? Kau mau kemana?" Tanya Kaisar Jian Zhimo.
Yun Haoyan tak menoleh dan menguap. "Hoam…Aku ingin ke dapur, masak." Ucap Yun Haoyan.
Seketika orang orang tertegun, semuanya serempak pergi dengan cepat menyusul Yun Haoyan. Mereka ingin melihat bagaiamana Yun Haoyan memasak.
Setibanya di dapur Yun Haoyan langsung mengenakan celemek yang ia bawa. Ia memotong motong salurannya cepat dan memasaknya.
Setelahnya mengambil sepotong besar daging dan membuatnya menjadi sebuah steak.
Tak lama setelahnya masakannya jadi, ia memakan semuanya sendiri dan menghabiskannya.
Semua orang yang memperhatikan dari jauh terkejut dan tak menyangka bahwa Yun Haoyan pandai memasak.
Begitupun dengan koki koki yang ada di dalam sana. Mereka terlihat sangat jelas rergiur dengan sisa sisa aroma yang ada di dalam dapur.
Yun Haoyan bangkit dengan perut buncit, ia benar-benar memasak begitu banyak makanan dan menghabiskannya dalam sekejap mata.
Ia berjalan keluar dan meregangkan tubuhnya.
__ADS_1
Ia langsung pergi lari lari kecil dari dapur hingga ke kamarnya. Ia tak berhenti, ia terus berlari mengelilingi paviliunnya selama beberapa putaran.
Setelah beberapa menit ia beristirahat dan lanjut lagi olahraga pagi. Semua orang ternganga melihat Yun Haoyan yang asik olahraga.
Setelah olahraga Yun Haoyan mengambil pedang kayu dan latihan dengan pohon sebagai objeknya.
Ia menggunakan pedang kayunya dengan sangat baik hingga batang batang pohon itu terlihat kikisan di mana mana.
"Dia benar-benar iblis." Ucap pangeran ketiga Jian Zhi Xu.
Setelah beberapa saat kemudian Yun Haoyan beristirahat dan menoleh ke arah semua orang.
"Sampai kapan kalian akan membututiku." Ucap Yun Haoyan.
Seketika semua orang terkejut dan menampakkan diri mereka. Mereka menggaruk garuk kepala mereka yang tidak gatal dan menatap ke arah lain sambil terkekeh canggung.
"Ehehehe…Kami tidak sengaja melihatmu tadi san memperhatikanmu dari kejauhan." Ucap Jian Zhentian.
Yun Haoyan menghela napas pasrah, ia masuk ke dalam kamarnya dan mandi lalu mengenakan pakaian ala seorang rakyat biasa.
Ia keluar dan mendekati Jian Zhentian. "Akhir akhir ini aku merasa sedikit khawatir mengenai negara ini, jadi bagaiamana kalau kita pergi berpatroli di sekitar?" Usul Yun Haoyan.
Ketiga pangeran mengangguk pelan.
"Kalau begitu, hari ini aku akan berkeliling pasar sambil berpatroli melihat keadaan sekeliling." Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian dengan cepat bersemangat. "Bagaiamana kalau aku menemanimu? Bahaya jika seorang wanita pergi sendiri." Ucap Jian Zhentian.
Yun Haoyan menghela napas pasrah. Ia menatap Jian Zhentian. "Baiklah, kau boleh ikut." Ucap Yun Haoyan pasrah.
Jian Zhentian tersenyum puas dan langsung pergi ke dekat Yun Haoyan.
Mereka pergi dengan cepat.
Jian Zhi Xu dan Jian Zhuiyu pergi menyusul mereka berdua sedangkan Kaisar dan yang lainnya pergi untuk mengurus masalahnya.
Dalam masa patroli Yun Haoyan hanya sibuk melihat sekelilingnya dan mengabaikan Jian Zhentian dan kedua pangeran lainnya.
"Kakak ipar kita memang benar benar cantik ya, tapi kakak pertama malah mengambilnya duluan." Ucap Jian Zhuiyu.
__ADS_1
Jian Zhi Xu menghela napas pasrah. "Jika kita ingin kakak ipar maka kita harus memenangkan hatinya." Ucap Jian Zhi Xu.
Yun Haoyan yang samar samar mendengar pembicaraan kedua pangeran itu mengerutkan keningnya.
"Sebaiknya kalian jangan mencoba melakukannya atau kalau tidak…" Ancam Yun Haoyan.
Keduanya terkejut dan langsung tutup mulut rapat rapat dan mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat.
Mereka mampir ke setiap kedai, restoran, toko, penjual penjual yang ada di jalanan, hingga ke gang gang kecil yang ada di ibukota.
Mereka menyusuri ibukota dengan merata dan tak menemukan apapun yang menjanggal.
Setelah sore hari mereka segera kembali untuk melaporkan hasil patroli mereka.
"Lapor yang mulia, kami tidak menemukan apapaun yang mencurigakan di pasar ibukota." Ucap Jian Zhentian.
Yun Haoyan duduk di kursi dan menuangkan teh di cangkirnya.
"Mereka ada di sekelompok masyarakat. Beberapa dari mereka membangun sebuah kedai kecil, dan beberapa lainnya menjadi rakyat biasa dan berbaur dengan orang orang." Ucap Yun Haoyan.
Ketiganya terkejut. "Bagaiamana kau tahu semuanya?" Serempak ketiganya bertanya.
Yun Haoyan menepuk jidatnya pasrah. Bisa bisanya ada tiga pangeran yang tidak bisa melakukan apa apa dan bodoh.
"Kalian tidak merasakan apa apa karena kalian tidak fokus berpatroli, kalian malah saling bertengkar dalam perjalanan." Kesal Yun Haoyan.
Benar. Dalam perjalanan Yun Haoyan berpatroli, ketiga pangeran yang ikut dengannya terus bertengkar satu sama lain dan terus bertengkar hingga kembali ke istana.
"Sikap orang orang itu tidak mencurigakan namun…Mereka tidak bisa menyembunyikan jati diri mereka dari pandanganku." Ucap Yun Haoyan serius.
"Tidak perlu memperketat penjagaan, kirim saja beberapa mata mata ahli dan suruh mereka mengawasi ibukota dan seluruh orang." Ucap Yun Haoyan.
Kaisar Jian Zhimo dan yang lainnya mengangguk anggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, kita cukup dengarkan perkataan Yun Haoyan saja. Mengeluarkan prajurit dan memperketat penjagaan juga akan membuat mereka semakin curiga pada kita." Ucap Kaisar Jian Zhimo.
Setelahnya mereka semua bubar dari sana dan pergi ke tempat masing-masing.
See you next time.
__ADS_1