Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 55 Wanita wanita itu lagi.


__ADS_3

Wanita wanita itu dengan cepat terkejut dan langsung melototi Yun Haoyan yang tersenyum puas melihat mereka diseret keluar dari istana.


Mereka benar-benar tak menyangka bahkan Kaisar Jian Zhimo dapat menuruti kemauan Yun Haoyan.


Sementara Jian Zhentian yang tersenyum kecil. "Apa kau puas dengan aktingku, sayang?" Bisik Jian Zhentian di dekat telinga Yun Haoyan.


Yun Haoyan yang merasakan bisikan dan tiupan napas Jian Zhentian di dekat telinganya seketika terkejut. Bulu kuduknya berdiri dan merinding.


...----------------...


Di depan banyak orang terlihat seorang wanita cantik yang tengah tersipu malu di dekat seorang putra mahkota.


Ia dengan cepat mendorong tubuh putra mahkota itu. "Kita tidak sedekat itu."


Ia dengan cepat menetralkan perasannya dan kembali ke sikap acuh tak acuhnya.


Siapa lagi wanita cantik itu jika bukan Yun Haoyan.


Ia berlari pulang ke paviliunnya dengan cepat meninggalkan Putra Mahkota itu yang tak lain dan tak bukan adalah Jian Zhentian.


Sementara Jian Zhentian yang melihat kepergian Yun Haoyan dengan cepat terkekeh kecil. Ia ikut menyusul pergi dari aula dan ke kamarnya.


Dalam kamarnya ia langsung mengerjakan dokumen dokumen yang menumpuk bagaikan gunung di atas mejanya.


"Banyak dokumen dokumen baru yang harus distempel."


Ia membuka dokumen dokumen itu dan membacanya dengan seksama lalu memberikannya stempel.


"Hari ini benar-benar sibuk, tidak punya waktu untuk bersama Haoyan." Gumamnya.


Ia mengerjakan dokumen dokumen itu semalaman tanpa istirahat. Sementara Yun Haoyan yang tengah melakukan perawatan bagi kulitnya dan wajahnya.


Setelahnya ia beristirahat dan langsung tertidur.


Keesokan paginya wanita wanita itu kembali lagi dengan pakaian yang lebih terbuka dan menggoda.

__ADS_1


Mereka tampak sengaja memperlihatkan paha paha putih mulus mereka dan memperlihatkan belahan dadanya kepada orang orang istana dan menyombongkan diri.


Yun Haoyan yang melihat wanita wanita itu terkejut dan langsung menutup matanya. "Kalian ini benar-benar seorang wanita penghibur apa?! Benar-benar kemari dengan tampang sebagai seorang pelacur." Ucap Yun Haoyan.


Ia benar-benar muak melihat bentuk tubuh wanita wanita itu yang hanya ingin menggoda orang kaya saja.


"Heh! bilang saja kau itu iri pada kami yang memiliki bentuk tubuh yang sempurna bagini dan kau hanya…Wanita yang tak berdada besar, yakan teman teman."


"Benar, yang diinginkan pria itu wanita yang berdada besar cantik, dan tentunya seperti kami. Tidak seperti dirimu yang berdada rata dengan tampang jelek."


Mereka menyindir Yun Haoyan tak habis habisnya membuat Yun Haoyan menghela napas pasrah.


"Ckckck! Percuma cantik dengan lekuk tubuh sempurna tapi beban keluarga, ditambah tidak bisa melakukan apapun selain bermanja manjaan dan menghambur hamburkan uang keluarganya, juga tidak bisa mandiri." Ucap Yun Haoyan.


"Apa kalian tahu, kalian itu bukanlah wanita cantik. Lekuk tubuh kalian memang sempurna namun kalian hanyalah beban keluarga." Ucap Yun Haoyan lagi.


Wanita wanita itu tak terima dan mengepalkan tangan mereka dengan begitu kesal.


"Siapa bilang kami hanya bisa menghambur hamburkan uang orang tua kami, kami juga bisa melakukan hal hal yang tidak bisa kau lakukan."


Yun Haoyan tersenyum menyeringai.


"Hm…Begitu, apa kalian mandiri? Apa kalian bisa menghasilkan uang sendiri? Kalian bisa bekerja sendiri? Kalian bisa melawan saingan kalian dengan tangan kalian sendiri? Kalian bisa melindungi diri kalian sendiri? Kalian bisa hidup tanpa bergantung pada siapapun?" Ucap Yun Haoyan.


Mereka terkejut dengan perkataan yang Yun Haoyan katakan di depan mereka.


"Heh…Kami bisa menghasilkan uang sendiri."


Salah satu dari mereka langsung maju dan menjawab perkataan Yun Haoyan.


"Oh yeah? Dengan cara menjual tubuhmu? Apa itu?" Sindir Yun Haoyan. Ia tersenyum menyeringai melihat yang lainnya yang tak dapat membalas perkataan Yun Haoyan.


"Memangnya kenapa kalau kami tidak bisa semua itu? Setidaknya kami memiliki bakat keterampilan."


"Oh." Singkat Yun Haoyan.

__ADS_1


Mereka terkejut melihat Yun Haoyan yang dalam sekejap langsung mengabaikan mereka.


"Kami akan tunjukkan padamu kelebihan kami dan kekuranganmu."


Berbagai alat musik, alat kaligrafi, alat menyulam, dan lain sebagainya.


Yun Haoyan yang melihat alat alat tersebut menghirup napas dalam-dalam dan hembuskannya.


"Jangan khawatir Haoyan! Lawanlah mereka! Aku yakin kau akan menang dari mereka!"


Jian Zhentian dari jauh meneriaki Yun Haoyan.


Yun Haoyan tersenyum canggung dan menoleh ke belakang dengan tatapan tajam ditujukan pada Jian Zhentian.


Orang orang yang ada di dekatnya segera menghindar dan menjauh sedikit dari Jian Zhentian.


Sementara wanita wanita itu yang muak melihat perlakukan putra mahkota tercinta mereka yang sangat menyayangi Yun Haoyan.


"Jika kau berani lawan kami, jika kau kalah kau harus berlutut di depan kami dan mencium kaki kami dan meminta maaf."


Yun Haoyan tersenyum menyeringai. "Kalau begitu jika kalian kalah…Kalian harus berlutut dan mencium tanah lalu merangkak di depanku dan dilanjutkan dengan berguling hingga ke rumah kalian bagaimana?" Ucap Yun Haoyan.


Ia tak ingin memberikan kesempatan pada wanita wanita itu, ia akan membalaskan semua perkataan dan perbuatan wanita wanita itu pada dirinya.


Dengan begitu percaya diri wanita wanita setuju. Setelahnya mereka meminta izin pada Kaisar Jian Zhimo.


Kaisar Jian Zhimo juga dengan senang hati menyetujuinya.


Mereka akhirnya mulai bertanding. Pertama permainan musik, mereka saling berlomba lomba.


Mereka tersenyum menyeringai dan mulai memainkan lagunya dengan cepat agar Yun Haoyan tidak dapat meneruskannya, namun malah sebaiknya, Yun Haoyan malah semakin cepat dari mereka dan membuat mereka kewalahan dalam mempetik Guzheng mereka.


Alhasil salah satu senar Guzhengnya putus dan menyebabkan mereka kalah dalam ronde pertama.


See you next time.

__ADS_1


__ADS_2