Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 63


__ADS_3

Matahari terlihat mulai terbit.


Pagi datang dan sinar matahari menyinari kamar Yun Haoyan.


Terlihat sang empu yang masih tertidur lelap dalam selimutnya.


Tampak ia tak peduli dengan cahaya matahari yang menyinarinya melewati celah jendela. Ia malah menutupi dirinya dengan selimut dan kembali tertidur.


"Huft…Sangat silau…"


Tak lama setelahnya ia bangun dan melihat sekelilingnya sejenak. "Huft…Pagi lagi." Gumamnya.


Ia turun dan membuka jendelanya. Burung burung hinggap di jendelanya dan bernyanyi merdu.


Yun Haoyan tersenyum. "Hehe…Kalian benar-benar pintar menghibur ya." Ucap Yun Haoyan.


Di bibirnya terlihat sebuah senyuman yang mengembang sempurna. Ia berjalan ke bak mandi dan menggunakan elemen airnya dan mengisi bak mandinya dengan air.


"Menarilah bersamaku~Selamanya, kita kan bersama."


Ia bernyanyi kecil sambil mandi dan membersihkan tubuhnya.


Tak lama setelahnya ia mengenakan pakaiannya dan berdandan kecil. Setelahnya ia mengenakan cadarnya dan pergi ke aula untuk memberi salam pada kaisar.


Dalam perjalanan ia terus diikuti oleh beberapa burung kecil dan tersenyum senyum. "Entah kenapa, aku merasa senang hari ini." Gumamnya.


Tak lama setelahnya ia sampai di aula, ia masuk dengan begitu berwibawa dan mendominasi, auranya yang terpencar membuat orang orang yang merasakannya ketakukan dan tak berani menyinggungnya.


Ia membungkukkan badannya. "Yun Haoyan memberi salam pada kaisar, permaisuri Wei, dan selir Kekaisaran Wei." Salamnya.


"Bangkitlah, lain kali kau tidak perlu memberi salam pada kami." Ujar kaisar Jian Zhimo.


"Tidak apa apa, begini juga bagus, jadi lebih ada interaksi saat pagi hari." Ucap Yun Haoyan.


"Oh iya, ingat besok ya, hari ulang tahun ibu suri, kau harus berdandan rapi dan terlihat cantik." Ucap Selir Kekaisaran Wie Jing.


Yun Haoyan mengangguk anggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Baik, yang mulia selir." Ucap Yun Haoyan.


Yun Haoyan pergi dari sana dan menuju ke kamarnya. "Huft, sebaiknya aku pergi keluar melihat baju, kalau menggunakan baju sehari hari mungkin wanita wanita itu akan menghinaku lagi." Ucap Yun Haoyan.


Ia mengambil kotak uangnya dan mengambil beberapa lembar uang kertas dan keluar istana.


Ia menuju ke pasar ibukota dan pergi ke toko baju. Ia masuk dan melihat berbagai macam baju yang sangat mencolok dan menarik perhatian.


"Disini terlalu banyak perhatian, baju bakunya tidak cocok sama sekali." Gumamnya.


Tap tap tap.

__ADS_1


"Permisi nona, apa yang anda cari? Apa saya bisa bantu?"


Seorang pegawai mendekati Yun Haoyan dari belakang. Ia berbalik melihat pegawai perempuan itu yang terlihat sopan santun.


"Saya mencari gaun yang bagus tapi tidak mencolok dan sederhana." Ucap Yun Haoyan.


Pegawai perempuan itu mengangguk anggukkan kepalanya secara perlahan. "Kalau itu kami punya di lantai dua, silahkan ikuti saya." Ucapnya.


Yun Haoyan menganggukkan kepalanya dan mengikuti pegawai wanita itu naik ke lantai dua.


Di lantai dua terlihat banyak baju yang sangat bagus yang tidak mencolok dan sederhana. Semuanya terlihat terbuat dari kain berkualitas dan kuat.


Yun Haoyan menyentuh salah satu kainnya dan terkejut. "Ini benar-benar bagus, kainnya berkualitas namun ini terlihat sederhana dan tidak mencolok, benar-benar bagus." Ucap Yun Haoyan.


"Aku pilih ini, ini, dan ini." Ucap Yun Haoyan sambil menunjuk tiga baju yang ada di depannya.


Pegawai perempuan itu menganggukkan kepalanya dan membereskan ketiga baju yang ingin dibeli Yun Haoyan.


Setelahnya mereka ke tempat pembayaran dan membayarnya.


Yun Haoyan mengeluarkan selembar uang kertas dan membayarnya. "Kembaliannya untuk pegawai ini saja, anggap saja bayaran untuknya karena telah melayaniku dengan baik." Ucap Yun Haoyan.


Ia pergi dari sana dan pulang menuju ke paviliunnya.


Di sana ia langsung menaruh hadiahnya di dalam kotak hitam dan membungkusnya dengan kain merah.


Ia pergi ke dapur. Dalam perjalanan ia tanpa sengaja bertemu dengan Jian Leng Yuan dan Jian Leng Yang bersaudara.


"Hei! Kau mau kemana hah!"


Salah satu dari mereka menghadang Yun Haoyan dari depan sedangkan yang lainnya menghadangnya dari belakang.


"Aku ingin ke dapur." Ketus Yun Haoyan.


Ia mencoba untuk melewati Jian Leng Yuan yang menghadangnya dari depan.


"Siapa yang menyuruhmu pergi dasar wanita tidak tahu malu." Kesal Jian Leng Yang.


Dia maju dan menarik baju Yun Haoyan hingga robek.


Sebagian bajunya kelihatan. Yun Haoyan tentunya terkejut dan menatap tajam keduanya.


"Awalnya aku hanya ingin ke dapur memasak makan siangku, tapi kalian malah mengacaukannya." Ucap Yun Haoyan.


Ia melangkah maju dan mencekik leher Jian Leng Yang sedangkan Jian Leng Yuan yang berusaha menolong saudaranya.


"Siapapun tolong kami! Wanita ini ingin membunuh saudaraku!" Teriaknya.

__ADS_1


Di saat yang kebetulan Jian Zhentian lewat dan melihat ketiganya. Ia segera berhenti dan menghentikan aksi Yun Haoyan.


"Haoyan! Behenti atau kau akan membunuhnya!" Teriak Jian Zhentian.


Ia menarik tangan Yun Haoyan dan melepaskan Jian Leng Yang dari tangan Yun Haoyan.


"Kenapa kau menghentikanku? Apa kau tahu apa yang mereka perbuat padaku!"


Tampak Yun Haoyan terlihat sangat marah. Ia memperhatikan bajunya yang dirobek oleh Jian Leng Yang dan terlihat bekas cakaran yang tertinggal di bajunya.


Jian Zhentian tertegun, ia beralih menatap Jian Leng Yuan dan Jian Leng Yang dengan tatapan membunuhnya.


"Apa yang kalian lakukan padanya." Ucap Jian Zhentian.


Terlihat Jian Zhentian ikut marah melihat bekas cakaran yang ada di bahu Yun Haoyan.


"Aku hanya ingin ke dapur masak makan siangku tapi mereka menghadangku dan menarik bajuku, dia bahkan meninggalkan bekas carakan." Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian terkejut dan menatap keduanya dengan penuh amarah. "Sepertinya hukuman kalian berdua belum cukup kejam." Ucap Jian Zhentian.


"Kakak pertama, dengarkan penjelasan kami, wanita ini dulu yang mencari masalah dengan kami jadi kami meladeninya." Ucap Jian Leng Yang.


Yun Haoyan mengerutkan keningnya. Ia maju dan menatap Jian Leng Yang dengan mengintimidasinya.


"Apa kau tahu siapa aku? Aku bisa saja menghancurkan kalian berdua hanya dengan satu kata." Ucap Yun Haoyan.


Keduanya menelan salivanya dengan sekuat tenaga dan gemetaran ketakutan.


"Maafkan kami…Kami tidak akan mengulanginya lagi…Kakak pertama ampunilah kami." Ucap Jian Leng Yuan.


Keduanya berlutut meminta maaf pada Jian Zhentian dan Yun Haoyan.


Keduanya segera pergi dari sana setelah meminta maaf dan tidak mengganggu keduanya lagi.


"Tadi hampir saja, lain kali sebaiknya kita cari waktu yang tepat untuk memberi pelajaran pada wanita itu." Ucap Jian Leng Yuan.


Di lain sisi terlihat Yun Haoyan dsn Jian Zhentian yang tengah berduaan.


"Lain kali kalau mereka mencari masalah denganmu jangan ragu untuk meminta bantuan padaku, aku akan membantumu mengurus mereka berdua." Ucap Jian Zhentian.


Ia mengeluarkan sebuah salep obat dan mengoleskannya pada bekas cakaran di bahu Yun Haoyan.


"Jika aku bergantung padamu maka aku tidak akan bisa mencapai puncak dengan kekuatanku sendiri." Ucap Yun Haoyan.


Mereka berbicara berdua di paviliun Jian Zhentian.


See you next time.

__ADS_1


__ADS_2