Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 41 Yun Haoyan cemburu?


__ADS_3

“Haoyan! Haoyan tunggu aku!” Teriak Jian Zhentian.


Yun Haoyan yang tak mendengar apa apa terus berjalan dengan cepat hingga ia sampai di restorannya.


Ia langsung masuk dan melihat kemajuan koki kokinya.


“Bagaiamana kemajuan kalian semua?” Ucap Yun Haoyan.


......................


Semua koki koki itu terkejut dan segera pergi menyambut Yun Haoyan.


“Selamat datang nona, kami sudah mempelajari semua resepnya dan sudah berkembang jauh setelah nona menilai kami beberapa waktu kemarin.”


“Benar, kami sudah meningkatkan keahlian kami dalam memasak dan kami yakin jika kami bisa membanggakan nona nanti.”


“Kapan restorannya buka nona?”


Yun Haoyan duduk di meja pelanggan dan melihat koki koki yang menyambutnya.


“Em…Itu tergantung kalian, jika kalian merasa jika kalian sudah siap maka aku akan membuka restorannya dengan cepat.” Ucap Yun Haoyan.


Koki koki itu saling menatap satu sama lain dan dengan cepat mengangguk anggukkan kepalanya. “Tentu kami sudah sangat siap nona.”


Serempak mereka menjawab Yun Haoyan secara bersama sama.


Yun Haoyan tersenyum puas. Ia bangkit dan melihat kesediaan para koki kokinya.


“Bagus, tapi kalian belum memperkenalkan diri.” Ucap Yun Haoyan.


Mereka terkejut dengan cepat mereka berbaris rapi di hadapan Yun Haoyan dan membungkukkan badan mereka sambil mengenalkan diri mereka satu per satu.


“Nama saya Jingzhi, putri seorang petani.”


“Nama saya ami, putri seorang penjual kecil kecilan.”


“Nama saya Liam. Tidak berkeluarga.”


“Nama saya Jungzhi, kembaran Jungzhi dan putri seorang petani.”


“Nama saya Xiao Meng Meng. Putri seorang pendeta taoisme.”

__ADS_1


Yun Haoyan mengangguk angguk kecil melihat koki kokinya yang terlihat sangat sopan dan dapat handal.


“Bagus, namaku Yun Haoyan, berhubung kalian sudah siap bekerja maka besok restoran akan resmi dibuka.” Ucap Yun Haoyan.


“Namun, apa perlengkapan yang aku suruh buat di pembuat alat masak sudah diambil?” Ucap Yun Haoyan.


Tap tap tap.


“Sudah nona Yun.”


Tiba tiba saja di belakang seorang pria tua muncul.


Yun Haoyan berbalik melihat pria paruh baya itu dan ternyata pria paruh baya itu tak lain dan tak bukan adalah Paman Bai Luo Liu.


“Saya baru saja dari mengambil semuanya.” Ucap paman Bai Luo Liu.


“Oh iya, ditengah jalan saya melihat tuan yang bersama dengan nona waktu itu.” Jeda Paman Bai Luo Liu.


Ia pergi menaruh alat alat masak lainnya di atas meja pelanggan.


“Ia terlihat buru buru ke sini dan berlari kesini beberapa saat lalu.” Lanjut paman Bai Luo Liu.


“Biarkan saja, dia sedang asik dengan wanita wanita itu jadi aku meninggalkannya di sana.” Ucap Yun Haoyan.


Dia kelihatan kesal mengungkit masalah tadi saat di tengah jalan. Ia tidak tahu kenapa dia merasa kesal Jian Zhentian dekat dengan wanita wanita murahan itu.


Disaat yang bersamaan…


Brak!


“Haoyan! Hah…Hah…Hah…”


Tampak seorang pria tampan terlihat tiba tiba datang dan membuat Yun Haoyan dan yang lainnya terkejut.


Yun Haoyan dengan cepat menoleh ke belakang dan melihat pria itu tak lain dan tak bukan adalah Jian Zhentian.


Ia berlari masuk dan menemui Yun Haoyan yang sedang menatapnya.


“Kau ini, kenapa kau meninggalkanku di tengah jalan.” Ucap Jian Zhentian.


Ia segera duduk di kursi dengan napas yang ngos-ngosan.

__ADS_1


“Liam, berikan air putih padanya, dia kelihatan sedikit kelelahan dan haus.” Ucap Yun Haoyan.


Beberapa saat kemudian Liam datang dengan secangkir air putih. Jian Zhentian meminumnya dalam sekali tegukan.


“Terima kasih…” Lirih Jian Zhentian.


Ia beralih menatap Yun Haoyan. “Kau itu selalu saja marah tanpa alasan.“ Ucap Jian Zhentian kesal.


Yun Haoyan duduk di depannya dan menatap tajam dirinya.


“Kau yang membuat masalah duluan jadi aku marah dan meninggalkanmu.” Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian diam. “Hah? Aku membuat masalah?” Ucap Jian Zhentian. Ia tak mengerti kenapa Yun Haoyan marah padanya.


“Benar, kau selalu membuatku marah, kau selalu dekat dengan wanita lain dan memberiku masalah dengan wanita wanita itu.” Ucap Yun Haoyan.


“Kedua, kau selalu tebar pesona dan menarik perhatian wanita lain, akibatnya wanita wanita itu menyeranglu untuk mendapatkanmu, contohnya saja tadi, aku diberikan obat dan ditindas di paviliunku sendiri.” Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian terkejut. Beberapa saat kemudian ia tersenyum menyeringai dan terkekeh kecil. “Kkkkk…hehehehe…Aku tahu kenapa kau marah…” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan mengerutkan keningnya. “Bukankah kau yang selalu membuatku marah?” Ucap Yun Haoyan bingung.


Jian Zhentian menggeleng gelengkan kepalanya dan tertawa puas.


“Itu karena kau…Cemburu! Jadi, jika aku dekat dengan wanita lain kau akan merasa marah dan kesal padaku.” Ucap Jian Zhentian.


Mendengar perkataan Jian Zhentian Yun Haoyan yang tengah minum langsung menyemburkan air yang sudah ada di dalam mulutnya ke wajah Jian Zhentian.


Sementara Jian Zhentian yang tak memiliki kesiapan terkejut dan terpaksa menerima semburan air itu.


Seketika Yun Haoyan tertawa terbahak-bahak dan memepuk nepuk mejanya dengan keras.


“Hahahahahaha!!! Kau itu suka bercanda ya, hahaha…” Ucap Yun Haoyan.


Ia menatap Jian Zhentian. “Dengan tampangmu yang standar standar itu mana mungkin aku bisa jatuh cinta? Apalagi cemburu, jangan mengada ngada.” Ucap Yun Haoyan.


Ia tak ingin mengakui perkataan Jian Zhentian dan terus menyangkalnya.


Jian Zhentian yang mengerti apa yang seseorang Yun Haoyan katakan tersenyum kecil dan menggeleng gelengkan kepalanya secara perlahan.


See you.

__ADS_1


__ADS_2