Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 46 Bertemu dengan mertua.


__ADS_3

Yun Haoyan yang asli tersenyum menyeringai, ia mulai merafalkan sesuatu dan mengangkat pedangnya tinggi tinggi.


Seketika saja awan menggelap dan petir menyambar ke mana-mana.


Yun Haoyan tersenyum sumringah dan mengayunkan pedangnya ke monster itu, alhasil monster itu terbelah dua dan berhasil terkalahkan.


begitu pula dengan Jian Zhentian yang sudah mengalahkan yang satunya.


...----------------...


Keduanya segera kembali ke kereta dan melanjutkan perjalanan.


Dalam kereta Yun Haoyan tampak sangat kelelahan, wajahnya tampak pucat, bibirnya yang memutih dan tatapan sayu.


Ibu Yun Nuo dapat melihat kejanggalan tersebut, ia memeriksa suhu Yun Haoyan.


Baru saja ia menyentuh kening Yun Haoyan namun ia tiba tiba merasakan sesuatu seperti sebuah sengatan listrik, namun lebih tepatnya adalah sengatan dingin yang sangat sangat dingin.


Ibu Yun Nuo terkejut dengan suhu Yun Haoyan yang super dingin.


“Oh tidak, sepertinya Haoyan terkena sebuah racun, sejujurnya tubuhnya sangat dingin.” Ucap Ibu Yun Nuo.


Jian Zhentian mengerutkan keningnya, ia mendekat dan memeriksa Yun Haoyan.


“Sepertinya dia terkena sedikit lendir beracun tadi.” Ucap Jian Zhentian.


Ia melihat kedua tangan Yun Haoyan dan memeriksa ke bagian lehernya namun tak menemukan apa-apa.


Ia menghela napas. “Hm…Dimana lukanya?” Bingung Jian Zhentian, ia terus melihat bagian bagian lain Yun Haoyan dan tak menemukan apa apa.


Hingga tatapannya tertuju pada bagian perut yang Yun Haoyan sembunyikan dengan salah satu tangannya.


Ia berusaha sekuat tenaga dan membuka kedua tangan Yun Haoyan.


Dan ternyata benar, pada bagian perut Yun Haoyan terdapat sebuah luka kecil dan masih tersisa sedikit lendir beracun di bagian yang sedang terluka.


“Kau, bagaimana bisa kau menyembunyikan ini hah?! Apa kau tidak takut kau akan mati jika kau terus menyembunyikannya.” Kesal Jian Zhentian.


Dirinya benar benar kesal melihat Yun Haoyan yang berani menyembunyikan semuanya dari dirinya dan keluarganya.

__ADS_1


“Haoyan, apa kau baik-baik saja? Apa kau bisa mendengarkan ibu nak?”


Walaupun seluruh tubuh Yun Haoyan dingin tapi Ibu Yun Nuo terus menggoyang goyangkan tubuhnya. Ia merasa sangat terpuruk melihat anak semata wayangnya yang terluka.


Yun Haoyan dengan gemetaran mendongakkan kepalanya menatap ibunya dan Jian Zhentian.


“Ugh…Aku tidak apa apa…Ibu tenang saja.” Lirih Yun Haoyan.


Jian Zhentian mengerutkan keningnya. “Keluargaku tahu bagaimana cara menghilangkan racun ini, jangan khawatir bu.” Ucap Jian Zhentian.


“Aku pasti akan menyelamatkan Haoyan.” Ucap Jian Zhentian.


Ibu Yun Haoyan mengangguk pelan. “Semoga Haoyan bisa selamat.” Ucap Ibu Yun Nuo.


“Haoyan, apa kau masih bisa menahannya?” Tanya Jian Zhentian.


Yun Haoyan mengangguk pelan sambil menggigil kedinginan.


“Kalau begitu bertahanlah, setelah sampai di istana aku akan segera meminta pada ibuku untuk menyembuhkanmu dengan cepat.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan mengangguk pelan, ia perlahan menghembuskan napasnya yang terasa sangat dingin.


Sehari berlalu dan keesokan harinya mereka bertiga sampai di negara Jingzhou kerajaan Jian.


Semua rakyat di setiap jalan berjejeran menyambut kedatangan sang putra mahkota Jian Zhentian.


“Putra mahkota Jian telah tiba! Putra mahkota!”


Berbagai sorakan terdengar dari telinga Jian Zhentian, namun ia mengabaikannya. Ia hanya fokus menghangatkan tubuh Yun Haoyan dengan mengalirkan energi hangat ke tubuh Yun Haoyan.


“Jangan lama-lama disini, cepat ke istana.” Ucap Jian Zhentian.


Sang kusir kereta mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat dan melajukan keretanya.


Tak lama kemudian Jian Zhentian dan dua orang lainnya tiba di istana, Jian Zhentian dengan cepat mengangkat tubuh Yun Haoyan yang bagaikan patung es.


Ia berlari dengan cepat dan menemui Kaisar dan permaisuri yang masih dalam ruang rapat.


“Ayahanda! Ibunda! Tolong Haoyan!” Teriak Jian Zhentian.

__ADS_1


Ia tak ambil pilihan lagi dan langsung menerobos masuk di tengah tengah rapat.


Ia membaringkan Yun Haoyan di lantai dan memperlihatkannya pada kedua orang tuanya.


Kaisar dan permaisuri yang melihatnya tentunya juga terkejut dan langsung turun melihat Yun Haoyan.


“Dia terkena racun monster berkepala tiga itu, bagaimana dia bisa terluka?” Ucap Permaisuri terkejut.


Tiba tiba saja Yun Haoyan mendongakkan kepalanya dengan perlahan dan menatap tajam Jian Zhentian.


“I-Ini semua…Ini semua karenamu yang ceroboh…Dasar sialan…” Lirih Yun Haoyan.


Ia menggenggam erat tangan Jian Zhentian dengan tatapan kesalnya.


Jian Zhentian menghela napas pasrah dan mengiyakan semua perkataan Yun Haoyan.


Seketika semua orang yang mengikuti rapat itu terkejut, begitupun dengan Kaisar dan permaisuri Jian yang terkejut melihat perilaku Jian Zhentian yang berubah total.


“Bu, cepat sembuhkan Haoyan.” Ucap Jian Zhentian dengan tatapan tajam pada permaisuri.


Permaisuri segera tersadar dan mengeluarkan obat penawarnya.


Ia memberikannya pada Jian Zhentian, Jian Zhentian memasukkan obat penawarnya ke dalam mulut Yun Haoyan.


Beberapa saat kemudian Yun Haoyan mulai berangsur-angsur pulih, bibirnya mulai memerah kembali dan tubuhnya mulai menghangat lagi.


Disaat yang sama ibu Yun Nuo datang dan melihat Yun Haoyan yang mulai pulih.


Ia segera mendekat dan memeluk Yun Haoyan. “Haoyan putriku, kau sudah tidak apa apa kan nak?” Ucap ibu Yun Nuo khawatir


Jian Zhentian menepuk nepuk punggung ibu Yun Nuo. “Jangan khawatir bu, dia sudah tidak apa apa lagi sekarang.” Ucap Jian Zhentian.


“Menantuku, terima kasih karena sudah menolong putriku lagi.” Ucap ibu Yun Nuo.


Seketika semua orang terkejut mendengar panggilan Jian Zhentian yang baru.


“Apa?! Menantu?! Anak kita sudah menikah?!”


Serempak Kaisar dan permaisuri terkejut. Begitupun para menteri yang tak menyangka putra mahkota yang ingin mereka nikahkan dengan putri mereka ternyata sudah menikah.

__ADS_1


See you next time.


__ADS_2