
Terlihat sebuah pemandangan yang sangat indah.
Lautan yang memiliki penghuni laut berwarna warni yang ditengahnya terdapat sebuah pohon yang mirip pohon bunga fuji.
Di laut tampak beberapa ekor lumba-lumba dengan berbagai macam warna yang melompat dan bermain bersama.
Di bawah pohon juga terlihat seorang wanita cantik yang tengah melayang dan melihat sekelilingnya yang sangat indah.
Angin sepoi-sepoi menerjang tubuhnya dan membuat rambutnya yang terurai panjang terbang meliuk-liuk.
Apalah itu namanya kalau rambut terkena angin akan bagaiamana gerakannya. Jadi saya cuma ketik asal asalan saja. Jika ada yang tau mohon komen.
Next.
Wajahnya yang cantik berseri-seri terlihat semakin cantik di bawah pohon tersebut.
"Ini benar-benar diluar dugaanku."
Bibirnya yang semerah ceri membuat orang orang yang melihatnya merasa tergoda.
Siapa lagi wanita itu juga bukan Yun Haoyan.
Dan pemandangan yang memanjakan mata itu adalah lautan elemen dan pohon yang menyerap seluruh energi Qi yang disebut pusat dantian.
Lebih tepatnya ia sekarang berada di alam bawah sadarnya dan tanpa sengaja ia masuk ke titik pusat dantiannya.
Apa itu dantian saya tidak tahu.
Next.
"Ini adalah lautan elemen dan titik pusat dantianku." Gumam Yun Haoyan.
Ia segera memfokuskan dirinya kembar dan berhasil kembali ke tubuhnya semula dan tersadar.
Disaat itu pula terlihat cahaya matahari yang menyilaukan di balik jendela kamarnya.
Ia membuka jendela kamarnya dan melihat ternyata sudah pagi. Matahari sudah terbit tinggi.
Ia segera mandi dan membersihkan tubuhnya dan berlari ke ruang makan.
Disana terlihat semua orang baru selesai makan dan terkejut melihat Yun Haoyan yang baru sampai.
"Kau terlambat bangun Haoyan?"
Seorang wanita cantik yang mirip Yun Haoyan mendekati Yun Haoyan.
"Eh… Bu, apa kalian sudah selesai makan semua?" Tanya Yun Haoyan canggung.
__ADS_1
Benar, wanita itu tak lain dan tak bukan adalah ibunya yaitu ibu Yun Nuo.
Ibu Yun Nuo mengangguk anggukkan kepalanya.
"Nak, jika kau baru bangun tidak apa apa, aku akan meminta pelayan untuk menyiapkan sarapan pagi untukmu." Ujar Kaisar Jian Zhimo.
"Huft…" Yun Haoyan menghela napas pasrah.
"Tidak apa apa, aku akan pergi memasak sarapan pagiku." Ucap Yun Haoyan.
Ia pergi dari ruang makan dan ke dapur untuk menyiapkan sarapannya sendiri.
Chang Yi yang baru melihat Yun Haoyan ingin memasak sendiri terkejut. "Dia ingin masak? Apa dia bisa?" Bingungnya.
Ibu Yun Nuo terkekeh kecil. "Dia memang bisa masak, masakannya itu sangat enak dan unik." Ucap Ibu Yun Nuo.
Chang Yi sedikit terkejut dan segera bangkit. "Aku akan pergi melihatnya sendiri." Ucap Chang Yi.
Ia tidak percaya dengan apa yang ibu Yun Nuo katakan. Ia segera pergi dari sana dan menyusul Yun Haoyan ke dapur.
Ia melihat Yun Haoyan yang sudah mengenakan celemeknya dan tengah mengiris ngiris daging ayam dan menggulungnya dalam bumbu yang sudah dia siapkan.
Setelah menggulung semua daging ayamnya ia menggorengnya di minyak panas dan membuat makanan lainnya.
Saat itu ia benar-benar terlihat sangat menawan. Koki koki yang melihat Yun Haoyan memasak benar-benar terpana.
Bahkan bau makannya sampai keluar dan membuat pelayan pelayan yang ada di luar dapur juga tergiur.
Tak lama setelahnya semua makanan buatan Yun Haoyan selesai. Yun Haoyan menyisakan sedikit untuk para koki dan makan dengan cepat.
"Masih ada banyak disana, jika kalian mau kalian bisa ambil, anggap saja sebagai tanda trima kasihku karena membiarkanku memasak disini." Ucap Yun Haoyan.
Ia keluar dari dapur dan berjalan ke kamarnya.
"Huft… Untung tidak ketahuan." Gumam Chang Yi.
Sebelum Yun Haoyan kembali ke kamarnya tadi Chang Yi segera bersembunyi di belakang dapur.
Di lain sisi terlihat Yun Haoyan yang tengah membuka kembali baskom baskom yang ada di bawah mejanya.
Ia mencium aroma bunga dan aroma obat obatan herbal yang sudah memenuhi ruangan tersebut.
Ia tersenyum tipis dan segera mengangkat baskom baskom itu ke atas meja. Ia mengambil uap uapnya dan menyatukan kedua uap itu.
Ia menaruhnya dalam sebuah cangkir dan meletakkannya sedikit menjauh.
Setelahnya ia membuka baskom terakhir dan mengaduk ngaduknya selama beberapa menit. Setelahnya ia menyentuh cairan tersebut.
__ADS_1
Ia pergi dari sana dan membuat sebuah tempat tempat yang berbentuk lingkaran kecil seperti sebuah gelas.
Sesudahnya ia segera kembali ke kamarnya lagi dan mencampur cairan putih itu dengan uap uap yang dia kumpulkan.
Lalu ia aduk lagi hingga semuant tercampur dan kemudian mengisi penuh tempat tempat itu dengan cairan yang sudah tercampur dengan uap.
Setelah itu ia mendiamkannya. "Tunggu selama tiga sampai lima hari dan akan selesai total." Gumam Yun Haoyan.
Ia menaruh sisanya dan pergi mengganti baju dengan baju khusus latihan.
Ia pergi ke Lapangan latihan militer yang ada di istana.
"Jenderal, aku ingin latihan dengan anda, apa boleh?" Tanya Yun Haoyan.
Jenderal muda yang sedang latihan disana berhenti dan melihat Yun Haoyan yang kurus pendek dan terlihat tidak bertenaga.
"Anda pasti calon putri mahkota, tidak apa apa, kita latihan ringan saja." Ucap jenderal muda tersebut.
Yun Haoyan tersenyum. "Namaku Yun Haoyan, nama. jenderal siapa?" Tanya Yun Haoyan.
"Nama saya Gang Tang, prajurit ambilkan tombak untuk nona Yun." Ujar jenderal Gang Tang.
Seorang prajurit muncul dan langsung memberikan sebuah tombak kayu untuk Yun Haoyan gunakan untuk latihan.
Yun Haoyan mengambilnya dan memasang kuda kuda.
"Mohon bimbingannya jenderal Gang." Ucap Yun Haoyan.
Jenderal muda Gang Tang tersenyum. Ia segera maju duluan dan memberikan serangan pertama pada Yun Haoyan.
Tak!
Tuk!
"Hiat!"
"Apa ini kekuatan nona Yun? Benar-benar diluar ekspektasi." Ucap jenderal muda Gang Tang.
"Saya kira anda orang yang lemah, tak disangka bukan hanya cantik tapi juga kuat, tidak heran putra mahkotaku jatuh cinta padamu." Puji Jenderal muda Gang Tang.
Ia maju lagi dan menyerang Yun Haoyan. "Walaupun nona Yun menggunakan cadar tapi aku bisa melihat kecantikan dibaliknya." Ucap jenderal muda Gang Tang lagi.
Yun Haoyan mendengar pujian jenderal muda Gang Tang. Ia tersenyum kecil. "Hahaha… Aku merasa senang ada seseorang yang memujiku cantik." Ucap Yun Haoyan.
Tak!
krak!
__ADS_1
Ia menangkis serangan jenderal muda Gang Tang dan berhasil kenyerang balik jenderal muda Gang Tang.
See you next time.