Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 57 membuat hadiah ulang tahun ibu suri.


__ADS_3

Seorang wanita cantik yang mengenakan cadar tampak sedang latihan pemanasan sambil memikirkan sesuatu.


Siapa lagi jika bukan Yun Haoyan.


Saat ini dia sedang memikirkan apa yang akan dia bawa ke ulang tahun ibu suri.


"Hadiah ulang tahun apa yang bagus untuk ibu suri…" Gumam Yun Haoyan.


Ia berhenti olahraga dan masuk ke dalam paviliunnya dan mengganti pakaiannya. Ia pergi dari sana menuju ke tempat Jian Zhentian.


Dalam perjalanan para pelayan membungkukkan badannya dan memberi hormat pada Yun Haoyan.


Tak lama kemudian ia sampai.


"Beritahu tuanmu, aku ingin bertemu dengannya." Ucap Yun Haoyan.


Pengawal yang berjaga di depan mengangguk pelan dan masuk memberitahukannya pada Jian Zhentian.


Tap tap tap.


Tak lama setelahnya Jian Zhentian keluar dengan pengawalnya.


"Haoyan, untuk apa kau menemuiku?" Tanya Jian Zhentian.


"Kita bicarakan di dalam saja." Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian mengangguk pelan dan mempersilahkan Yun Haoyan masuk duluan lalu disusul olehnya.


Di dalam Yun Haoyan duduk berhadapan dengan Jian Zhentian. Ruangan itu seketika penuh dengan atmosfer dan menekan.


"Kau di sini untuk menanyakan sesuatu." Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian menelan salivanya dengan sekuat tenaga dan berkeringat dingin.


"Jadi… Apa kau tahu, apa yang disukai ibu suri?" Tanya Yun Haoyan.


Jian Zhentian terkejut dan menganga. Ia menganggap Yun Haoyan akan menanyakan sesuatu yang penting mengenai dirinya ternyata tidak dan berbeda jauh dengan apa yang dia pikirkan.

__ADS_1


"Yah, sebenarnya benda yang di sukai ibu suri sedikit sulit di dapatkan." Jeda Jian Zhentian. "Biasanya ibu suri suka dengan aroma dupa terapi yang berbau herbal dan wangi ringan." Lanjut Jian Zhentian.


Yun Haoyan mengangguk pelan mendengar perkataan Jian Zhentian. Ia bangkit. "Kalau begitu aku pergi itu, terima kasih sudah mau menjawab pertanyaanku." Ucap Yun Haoyan.


Ia segera meninggalkan Jian Zhentian dalam ruangannya dengan terdiam mematung.


"Eh? Hanya itu? Tidak ada yang lain?" Tanya Jian Zhentian yang masih bengong.


Yun Haoyan segera pergi ke pasar untuk membeli obat obatan herbal dan bunga bungan yang wanginya ringan.


"Em… Beli beberapa herbal yang bisa menetralkan racun dalam tubuh dan melancarkan peredaran darah dan bunga yang wanginya tidak berat dan ringan." Ucap Yun Haoyan.


Dalam pasar ia memasuki toko tanaman herbal dan membeli beberapa tanaman herbal. Setelahnya ia pergi ke toko selanjunya ununtuk membeli bunga.


Ia melihat lihat bunganya dan mencium aromanya. Ia begitu teliti dalam memilih bunga dan membuat penjaga toko yang melihatnya agak bingung.


Tap tap tap.


Penjaga toko tersebut mendekati Yun Haoyan. "Permisi nona, bunga apa yang nona cari?" Tanyanya.


"Oh, aku sedang mencari bunga dengan aroma ringan yang bisa dicampur ke campuran herbal." Ucap Yun Haoyan.


Penjaga toko tersebut meng oh kan perkataan Yun Haoyan. "Kami memiliki bunga tersebut, ia tergolong bunga yang tidak akan membuat orang orang alergi, bunga itu sangat cocok untuk orang yang ingin menanam bunga tapi alergi bunga." Ucap Penjaga toko.


Emang ada bunga yang kayak gitu?¿


Seketika senyuman Yun Haoyan muncul. "Kalau begitu tunggu apa lagi, cepat bawa aku melihat bunga itu." Ucap Yun Haoyan bersemangat.


Penjaga toko itu menganggukkan kepalanya san menuntun Yun Haoyan ke bunga tersebut. Terlihat banyak sekali bunga yang tumbuh di ladang itu.


"Berapa hargan bunganya tuan?" Tanya Yun Haoyan.


"Buangnya sangat langka namun belum pernah ada orang yang menginginkan bunga seperti ini." Ucapnya.


Penjaga toko itu menatap Yun Haoyan. ia tersenyum. "Dan karena nona adalah orang pertama yang menginginkan bunga ini maka untuk pembelian pertamanya gratis." Ucapnya.


Yun Haoyan terkejut seraya berterima kasih pada penjaga toko tersebut. Ia memetik beberapa puluhan bunga dan membawanya pulang ke istana.

__ADS_1


Dalam perjalanan terlihat beberapa wanita yang mencari masalah dengannya di istana tengah memilih beberapa baju yang lumayan mencolok.


Yun Haoyan tentunya tak ingin kelihatan atau kalau tidak ia akan langsung mendapatkan masalah lagi. Ia berjalan dengan cepat dan berlari cukup cepat dan menghindari wanita wanita itu.


"Itu ada kereta ke istana, aku ikut saja."


Tanpa pikir panjang Yun Haoyan naik ke kereta tersebut dan melihat keluar jendela. Ia melihat wanita wanita itu tak menyadari keberadaannya.


"Huft…Untung tidak terlihat oleh mereka." Ucap Yun Haoyan.


"Ekhem! Apanya yang tidak terlihat?"


Tiba-tiba terdengar suara seorang pria asing di dekat Yun Haoyan. Yun Haoyan yang terkejut segera berbalik dan berhadapan dengan wajah seorang pria tampan dari dekat.


"Eh… Kau, siapa?" Tanya Yun Haoyan.


Pria itu terkekeh kecil dan menjauh dari Yun Haoyan. "Seharusnya yang bertanya itu aku, nona siapa?"


Yun Haoyan yang tidak harus menjawab apa terkekej kecil. "Ehehehe… Aku tidak sengaja memasuki keretamu, aku hanya ingin menghindari wanita wanita itu jadi masuk ke keretamu, sungguh maaf sekali." UcP Yun Haoyan canggung.


Pria itu tersenyum kecil, ia terkekeh melihat sikap canggung Yun Haoyan. "Tidak apa apa, perkenalkan namaku Chang Yi." Ucap Chang Yi.


"Namaku Yun Haoyan. Senang bertemu dengan tuan Chang." Ucap Yun Haoyan sembari tersenyum.


"Apa tuan mau ke istana?" Tanya Yun Haoyan.


Chang Yi mengangguk anggukkan kepalanya. "Benar, nona juga mau ke istana?" Tanya Chang Yi.


Yun Haoyan menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu kita searah." UcP Chang Yi.


Mereka akhirnya saling berbicara hingga sampai di istana.


Di sana terlihat ibu Yun Nuo yang sedang menunggu anaknya yaitu Yun Haoyan.


See you next time.

__ADS_1


__ADS_2