Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 54 Yun Haoyan bertambah cantik plus bertambah saingan.


__ADS_3

"Tidak perlu memperketat penjagaan, kirim saja beberapa mata mata ahli dan suruh mereka mengawasi ibukota dan seluruh orang." Ucap Yun Haoyan.


Kaisar Jian Zhimo dan yang lainnya mengangguk anggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, kita cukup dengarkan perkataan Yun Haoyan saja. Mengeluarkan prajurit dan memperketat penjagaan juga akan membuat mereka semakin curiga pada kita." Ucap Kaisar Jian Zhimo.


Setelahnya mereka semua bubar dari sana dan pergi ke tempat masing-masing.


...----------------...


Tampak Yun Haoyan yang tengah berlarih lebih keras dan lebih giat lagi, ia berkultivasi siang malam tanpa berhenti.


Ia benar benar tidak pernah keluar dari kemarnya dalam tiga hari berturut-turut.


Hari keempatnya ia keluar dan melatih ketangkasan tubuhnya dan melatih kekuatannya yang sudah lama tidak ia gunakan.


"Harus menjadi kuat agar orang orang tersayangku tidak meninggalkanku selamanya." Ucap Yun Haoyan.


Dalam waktu seminggu ia baru keluar paviliun dan pergi ke ruang makan.


Wajahnya. Postur tubuhnya. Kulitnya. Bibir dan pipinya. Semuanya berubah. Wajahnya yang awalnya sudah cantik kini bertambah lebih cantik dan terlihat lebih muda. Postur tubuhnya yang. benar benar menjadi idaman pria pria. Kulitnya yang semakin putih bagaikan susu dan lembut. Dan bibirnya yang semerah ceri dan lembut empuk, juga pipinya yang sangat manis.


Ia tersenyum begitu manis dan membuat orang orang yang melihatnya terpukau dan terpesona. Tidak peduli itu wanita ataupun laki laki. Semuanya jatuh cinta pada Yun Haoyan dalam sekali pandangan.


Setibanya di ruang makan ia langsung masuk dan melihat orang orang yang tengah makan.


"Eh? Kalian ternyata sedang makan ya." Ucap Yun Haoyan agak kaget.


Orang orang yang melihat wajah Yun Haoyan terkejut dan menganga. Jian Zhentian yang melihat kecantikan wanita pujaan hatinya terkejut dan menjatuhkan makanan yang dia pegang.


Sedangkan pangeran kedua Jian Zhi Xu dan Pangeran ketiga Zhuiyu juga terkejut hingga menjatuhkan gelas mereka.


Yun Haoyan yang melihat orang orang begitu terkejut melihatnya bingung dan tersenyum canggung.


"Apa…Yang terjadi?" Tanyanya dengan cepat.


"Apa ada sesuatu di wajahku? Atau bajuku terlalu mencolok?"

__ADS_1


Ia terus bertanya bertubi-tubi namun orang orang hanya menggeleg gelengkan kepalanya bengong.


"Kau…Sangat cantik Haoyan." Ucap Jian Zhentian tanpa sadar.


Yun Haoyan terkejut. "Eh? Aku tambah cantikkah?" Ucap Yun Haoyan bingung.


Ibu Yun Nuo bangkit dan menarik Yun Haoyan duduk di sampingnya.


"Itu benar sayang, mungkin karena kau terlalu banyak latihan dan merawat dirimu dengan sangat sangat baik." Ucap Ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan meng oh kan perkataan ibu Yun Nuo dan ikut makan. Ia makan agak cepatan dan pergi duluan.


"Haih…Anak itu sibuk apa lagi?" Ucap kaisar Jian Zhimo.


"Mungkin mengurusi penyusup penyusup itu." Ucap Ibu Yun Nuo.


Mereka hanya dapat menghela napas pasrah melihat Yun Haoyan yang keras kepala dan ingin mengurus semua masalah sendiri.


Di sisi lain terihat Yun Haoyan yang tengah bercermin dan melihat dirinya yang benar benar bertambah cantik.


Ia menyentuh wajahnya seakan akan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. "Wajah ini…Bahkan lebih cantik dari wajahku di dunia modern." Gumam Yun Haoyan.


"Mengenakan cadar ternyata juga bagus." Ucap Yun Haoyan.


Ia pergi dari paviliunnya dan segera ke pasar untuk meninjau pergerakan orang orang itu.


'Tidak ada yang aneh.' Batin Yun Haoyan.


Selama beberapa jam ia berkeliling dan langsung pulang setelahnya, ia tak ingin melakukan apa apa agar pergerakannya tidak diketahui musuh.


Setibanya di istana terlihat beberapa wanita yang datang ke aula dengan pakaian agak terbuka dan menggoda.


Beberapa dari mereka memperlihatkan paha mereka yang putih mulus dan beberapa lainnya tampak jelas menggunakan make-up super tebal.


Ia masuk ke istana dengan cepat.


"Ada apa ini yang mulia." Tanya Yun Haoyan.

__ADS_1


Wanita wanita itu menoleh ke belakang dan melihat kedatangan Yun Haoyan.


"Wanita buruk rupa dari mana ini? Kampungan sekali."


"Benar, sudah kampungan buruk rupa lagi, dan dia juga ingin ikut pemilihan selir? Benar benar memalukan."


"Sudah gitu tudak hormat pada Kaisar dan permaisuri lagi, apa kau tidak punya sopan santun hah."


Ocehan dan cemoohan wanita wanita itu terdengar jelas di telinga Yun Haoyan.


Yun Haoyan yang kesal menginjakkan kakinya di dalam istana dengan penuh tekanan dan tatapan tajam pada wanita wanita itu.


"Hmp…Wanita wanita penghibur dari mana ini? Beraninya menggoda pangeran pangeran si siang bolong. Benar benar tidak tahu malu dan menjijikkan." Sindir Yun Haoyan.


Ia berjalan dengan tegap dan penuh dengan wibawa. Ia naik ke atas dan berdiri di samping Jian Zhentian.


"Siapa wanita wanita penghibur yang rendahan itu, beraninya mereka menghinaku." Ucap Yun Haoyan kesal.


Jian Zhentian yang melihat Yun Haoyan kesal terkekeh kecil.


"Untuk apa kau marah, mereka hanyalah wanita penghibur yang tidak tahu malunya pergi ke istana tanpa diundang." Sindir Jian Zhentian.


Yun Haoyan tersenyum menyeringai. "Ternyata tamu yang tak diundang ya…benar benar di luar dugaan." Ucap Yun Haoyan.


Seketika wanita wanita itu terkejut melihat Jian Zhentian yang membela Yun Haoyan dengan seratus persen.


Yun Haoyan berdecik decik dan menggeleng gelengkan kepalanya. Ia menunjuk ke arah jalan keluar dari istana. "Jalan keluarnya ada di sana, keluarlah sendiri, kami tidak akan mengantar kalian." Ucap Yun Haoyan.


"Pengawal, bawa pergi wanita wanita ini." Perintah Kaisar Jian Zhimo.


Wanita wanita itu dengan cepat terkejut dan langsung melototi Yun Haoyan yang tersenyum puas melihat mereka diseret keluar dari istana.


Mereka benar-benar tak menyangka bahkan Kaisar Jian Zhimo dapat menuruti kemauan Yun Haoyan.


Sementara Jian Zhentian yang tersenyum kecil. "Apa kau puas dengan aktingku, sayang?" Bisik Jian Zhentian di dekat telinga Yun Haoyan.


Yun Haoyan yang merasakan bisikan dan tiupan napas Jian Zhentian di dekat telinganya seketika terkejut. Bulu kuduknya berdiri dan merinding.

__ADS_1


See you next time.


__ADS_2