Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 44 Meninggalkan tanah kelahiran.


__ADS_3

“Apa kau sudah siap?”


Yun Haoyan menoleh ke belakang melihat Jian Zhentian.


Ia tersenyum. “Ia, sudah.” Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian yang untuk pertama kalinya melihat Yun Haoyan tersenyum manis dengan wajahnya yang sangat sangat cantik.


Hatinya langsung saja berdetak kencang.


Dag! Dig! Dug!


Seketika ia merasakan perasaan aneh melihat wajah Yun Haoyan.


...----------------...


“Ekhem, bagaimana penampilanku, ini pertama kalinya aku berdandan.” Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian mengangguk anggukkan kepalanya.


“Yah, kau lumayan cantik.” Ucap Jian Zhentian merona.


“Eh, sebaiknya kita segera berangkat, keretanya sudah ada di bawah.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan mengangguk anggukkan kepalanya dan bangkit.


Keduanya turun ke bawah dan segera berangkat dengan Jian Zhentian ke istana.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di istana dan langsung memasuki istana. Keduanya segera berjalan ke ruang kerja Kaisar Long Ling Juan.


Di sana terlihat Kaisar Long Ling Juan yang akan meninggalkan ruang kerjanya.


“Yang mulia tolong tunggu sebentar!”


Yun Haoyan dengan cepat berteriak dan berlari dengan Jian Zhentian.


Kaisar Long Ling Juan menoleh melihat Yun Haoyan dan Jian Zhentian mendekatinya.


“Ada apa kalian kesini?” Tanya Kaisar Long Ling Juan.


“Kami kesini untuk mengucapkan salam perpisahan.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan yang mendengar perkataan Jian Zhentian merasakan firasat aneh.


“Kami akan kembali ke negaraku.” Ucap Jian Zhentian.


Kaisar Long Ling Juan mengangguk anggukkan kepalanya dan berdeham kecil.

__ADS_1


“Baiklah, tapi kalian harus memberiku hadiah ketika kalian sampai di sana.” Ucap Kaisar Long Ling Juan.


Jian Zhentian Zhentian mengangguk pelan dan memberi salam pada Kaisar Long Ling Juan.


Setelahnya keduanya pergi dari sana dan menuju ke paviliun ibu Yun Nuo.


Keduanya masuk ke dalam paviliun dan langsung pergi menemui ibu Yun Nuo.


“Ibu, ibu ada dimana?”


Yun Haoyan menuntun jalan dan mencari ibunya.


Beberapa saat kemudian ia melihat di halaman rumahnya tampak barang barang ibunya ada di sana.


“Em…Bu? Kenapa ibu membereskan barang barang ibu?” Tanya Yun Haoyan bingung.


Ibu Yun Nuo yang ada di sana berbalik melihat Yun Haoyan dan Jian Zhentian.


“Bukannya hari ini kita akan pergi ke negaranya calon suamimu.” Ucap ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan terkejut dan lansung menatap tajam Jian Zhentian yang ada di sampingnya. “Apa apaan ini." Marah Yun Haoyan.


Jian Zhentian tersenyum simpul. “Tentu saja membawa calon ibu mertuaku dan calon istriku ke negaraku.” Ucap Jian Zhentian.


“Hehehehe…Karena kan kita mau bertunangan dan menikah di sana.” Ucap Jian Zhentian.


“Hanya karena itu…” Gumam Yun Haoyan kesal.


Ia mengepal tangannya dan mencoba untuk menahan amarahnya yang akan meledak.


“Jian Zhentian sialan…” Kesal Yun Haoyan.


“Kau tidak perlu pergi beres bereskan barangmu, ibu sudah membantumu membereskannya." Ucap Ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan menghela napas pasrah. “Kalau begitu bagaiamana dengan restoranku? Bagaiamana dengan kamar temuku yang belum diperbaiki?” Tanya Yun Haoyan.


Jian Zhentian tersenyum kecil dan tertawa. “Hahahaha…Tenang saja, aku akan menyuruh seseorang untuk memperbaiki kamar tamunya dan terus merawatnya.” Ucap Jian Zhentian.


“Untuk restorannya…”


“Biar aku yang urus restorannya.” Ucap Yun Haoyan kesal.


Jian Zhentian mengangguk pelan.


Ketiganya keluar dengan membawa barang barang mereka dan langsung naik ke kereta yang telah datang.


Mereka berangkat pagi itu juga, tak lupa juga ia mampir ke restorannya dan mencari paman Bai Luo Liu.

__ADS_1


“Paman Bai.”


Yun Haoyan langsung masuk masuk tanpa mengantri.


Orang orang yang tengah mengantri jadi kesal dan mendekati Yun Haoyan.


“Dasar wanita bangsawan, apa kau tidak melihat kami sedang mengantri disini sudah sangat lama dan kau seenaknya saja masuk tanpa mengantri.”


“Benar, kami ini teman tuan Bai yang menjalankan restoran berkelas ini.”


Berbagai ucapan terdengar hingga bahkan ucapan kebohongan belakang.


Yun Haoyan tersenyum menyeringai dan duduk di kursi pelanggan.


“Paman Bai!” Teriaknya.


Tak lama kemudian Paman Bai Luo Liu datang dengan terburu-buru.


“Hahaha! Paman Bai sudah datang, kau akan tamat.”


Paman Bai Luo Liu yang melihat Yun Haoyan yang sedang dirundung oleh beberapa pelanggan terkejut, dengan cepat ia ke depan Yun Haoyan.


"Ada apa ini ribut ribut.” Ucap paman Bai Luo Liu.


“Paman Bai, mereka mengatakan kalau mereka adalah teman paman, apa itu benar?” Tanya Yun Haoyan.


Seketika semua orang itu terkejut.


“Dulu mereka memang ada temanku, tapi sekarang iji mereka bukan lagi temanku.” Ucap paman Bai Luo Liu.


Seketika semua orang itu terkaget kaget untuk kedua kalinya.


“Huhuhu…Ternyata teman yang tak dianggap, kasihan sekali ya kalian.” Ucap Yun Haoyan menyindir.


“Oh iya paman, hari ini aku akan berangkat ke negara tetangga dan tinggal cukup lama di sana, aku harap setelah kepergianku kau bisa mewakiliku untuk menjaga restoran ini, jika ada masalah langsung katakan padaku saja.” Ucap Yun Haoyan.


“Dan satu lagi, lain kali jangan biarkan orang orang ini menginjakkan kaki kotor mereka ke dalam restoranku." Ucap Yun Haoyan dengan tatapan tajam.


Setelahnya ia pergi dari sana. Ia tak mencari gara gara dengan orang orang itu san langsung pergi.


“Apa kalian tahu? Nona Yun yang kalian hina itu adalah pemilik restoran ini yang sesungguhnya dan meruapakan orang yang membuat hidangan hidangan unik ini.” Ucap paman Bai Luo Liu.


Semuanya untuk yang sekian kalinya terkejut di siang bolong.


Setelahnya orang orang yang merundung Yun Haoyan diusir dengan cepat.


See you

__ADS_1


__ADS_2