
"Salam kenal nyonya Yun, namaku Jian Zhenwu, adik kedua Kaisar." Ucap Jian Zhenwu.
Ibu Yun Nuo tersenyum kecil dan duduk.
"Namaku Jian Moyan, adik keempat Kaisar." Ucap Jian Moyan.
"Namaku Zhi Xuan, kakak permaisuri." Ucap Zhi Xuan.
"Apa nyonya Yun sudah memiliki pasangan?"
Serempak mereka menanyakan pasangan Ibu Yun Nuo.
...----------------...
Yun Haoyan terkekeh kecil melihat ibunya yang dapat menarik perhatian beberapa pria dalam sekali pandang.
"Kkkkkk…Suami ibuku sudah tidak ada, jika kalian mau kalian bisa merebut hati ibuku selagi ibuku belum memiliki seseorang yang dia cintai." Ucap Yun Haoyan tepat sasaran.
"Kalian dengar ini, ibuku itu dikenal dengan sebuah genius di negara kami, tapi karena sebuah kecelakaan beberapa puluh tahun yang lalu ibuku tidak dapat berkultivasi lagi, namun sekarang dia bisa. berkultivasi lagi. Dan dia itu madih muda dan sangat cantik, siapa cepat dia dapat." Ucap Yun Haoyan lagi.
Beberapa pria itu terkejut, semuanya langsung menatap berbinar binar Yun Haoyan.
Sedangkan Ibu Yun Nuo yang melihat anaknya yang mempromosikan dirinya menatap tajam Yun Haoyan. "Dasar anak nakal, kau sudah berani mempromosikan ibumu ya." Ucap Ibu Yun Nuo usil.
Ia menarik telinga Yun Haoyan dan menjewernya.
"Aduh ibu, aku hanya bercanda saja." Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian yang melihat Yun Haoyan kenikmati hari pertamanya di istananya merasa senang.
"Bagaimana menurutmu kerajaanki?" Ucap Jian Zhentian.
Yun Haoyan mengangguk anggukkan kepalanya. "Setidaknya disini tidak ada seorang pengganggu lagi." Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian menggeleng gelengkan kepalanya. "Jangan khawatir Haoyan, aku akan melindungimu. Jika ada yang berani menyentuhmu aku akan menghukumnya." Ucap Jian Zhentian sombong.
Yun Haoyan berdecik meremehkan dan menatap rendah Jian Zhentian. "Kau saja tidak bisa mengatasi wanita wanita waktu itu dan kau mengatakan ingin melindungiku? Lelucon disiang bolong." Ejek Yun Haoyan.
__ADS_1
Jian Zhentian terkejut dan langsung terdiam. "Itu berbeda, jika aku berbuat keributan di negara lain mungkin aku akan dikenakan hukuman karena menyakiti mereka." Ucap Jian Zhentian dengan nada kecil.
"Pruttt…Kau itu memang penakut, baru juga di kerumuni wanita wanita pengganggu dan kau tidak bisa mengatasinya apalagi nanti jika ada wanita yang ingin mencari masalah denganku." Ucap Yun Haoyan.
Sekali lagi Jian Zhentian tertampar dan akhirnya hanya diam saja dalam pembicaraan itu.
Sedangkan orang orang di sana menertawakan dirinya kalah adu lidah dengan calon pasangannya.
"Huft…Aku ingin pergi jalan jalan, kau temani aku." Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian yang tadinya muram seketika bercahaya terang dan tiba-tiba semangat mendengar ajakan Yun Haoyan.
"Hum…Setelah mendengarkan ajakan dari pujaan hati langsung bersemangat dan bertingkah kekanak-kanakan." Ucap Kaisar Jian Zhimo.
Semua orang tertawa termasuk ibu Yun Nuo dan permaisuri Zhi Xu.
Jian Zhentian mengabaikannya dan bangkit mendekati Yun Haoyan dengan cepat.
"Ayo kita pergi sekarang." Ucap Jian Zhentian merangkul tangan Yun Haoyan.
"Kita tidak sedekat itu hingga kau bisa merangkul tanganku seenaknya." Ucap Yun Haoyan.
Tak berselang lama Yun Haoyan dan Jian Zhentian tiba di pasar ibukota.
Terlihat semua orang berlalu lalang kesana kemari dan penjual penjual yang menawarkan barang barang jualan mereka.
"Disini sangat ramai." Ucap Yun Haoyan.
ia melihat sekelilingnya hingga tatapannya tertuju pada sebuah bangunan yang membuat matanya membelalak dan bersemangat.
ia menarik narik tangan jian zhentian. "zhentian, kita pergi ke sana yuk." ucap yun haoyan.
ia tak menyadari panggilannya pada jian zhentian, sementara jian zhentian yang mendengar panggilan dari yun haoyan tersenyum sumringah dan menganggukkan kepalanya tanpa mendengarkan yun haoyan lagi.
"baiklah…"
yun haoyan tersenyum puas dan sumringah, ia mengambil inisiatif menarik tangan jian zhentian dan langsung pergi ke sebuah toko baju.
__ADS_1
Ia membeli baju pria dan mengganti pakaiannya dengan pakaian pria. Dengan begitu dirinya dapat masuk ke dalam bangunan itu tanpa ketahuan.
Jian Zhentian bingung melihat Yun Haoyan yang mengenakan pakaian pria. "Kenapa kau mengenakan pakaian pria?" Bingung Yun Haoyan.
Yun Haoyan menoleh. "Huft…Bukannya kita mau pergi ke rumah bordil? Sebaiknya aku tidak terlihat seperti seorang wanita atau kalau tidak aku akan diusir nantinya." Ucap Yun Haoyan.
Mendengar perkataan Yun Haoyan membuat dirinya terkejut dan bergetar hebat.
"Kau mau pergi ke rumah bordil?" Ucap Jian Zhentian terkejut.
Yun Haoyan menganggukkan kepalanya. "Aku meminta izin padamu tadi dan kau mengizinkan jadi apa salahku." Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian terkejut dan mengingat kilas baliknya.
Kilas balik
Ia melihat sekelilingnya hingga tatapannya tertuju pada sebuah bangunan yang membuat matanya membelalak dan bersemangat.
ia menarik narik tangan jian zhentian. "zhentian, kita pergi ke sana yuk." ucap yun haoyan.
ia tak menyadari panggilannya pada jian zhentian, sementara jian zhentian yang mendengar panggilan dari yun haoyan tersenyum sumringah dan menganggukkan kepalanya tanpa mendengarkan yun haoyan lagi.
"baiklah…"
yun haoyan tersenyum puas dan sumringah, ia mengambil inisiatif menarik tangan jian zhentian dan langsung pergi ke sebuah toko baju.
Kilas balik off
Seketika Jian Zhentian terkejut setengah mati dan berkeringat dingin.
"Apa yang telah aku lakukan…" Gumam Jian Zhentian.
Yun Haoyan yang telah siap langsung menggapai tangan Jian Zhentian dan langsung menyeretnya ke rumah bordil itu.
Jian Zhentian yang melihat Yun Haoyan berinisiatif menggapai tangannya terkejut dan akhirnya luluh pada Yun Haoyan.
Ia akhirnya mengikuti Yun Haoyan dengan pasrah ke rumah bordil.
__ADS_1
See you next time