Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 30 Kalung pasangan.


__ADS_3

Kaisar Long Ling Juan yang melihatnya melongo tak percaya.


“Putra mahkota Jian, anda…Sangat mandiri yanl tinggal di paviliun Haoyan, pasti hari hari kalian akan bahagia nanti.” Puji Kaisar Long Ling Juan.


Putra mahkota Jian Zhentian tersenyum paksa dan segera ke dapur untuk membuat teh untuk Kaisar Long Ling Juan.


...----------------...


Di dalam dapur terlihat Yun Haoyan yang sudah selesai mencuci piring.


“Hei, bantu aku menyeduh teh untuk yang mulia.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan yang melihat sikapnya Jian Zhentian yang mulai berubah mengangguk pelan dan menantunya.


Setelah beberapa saat mereka berdua keluar bersama dengan loyan berisi cangkir teh dan teko yang isinya teh dan Yun Haoyan yang membawakan camilan ringan.


Keduanya tampak tentram dan saling membantu satu sama lain bagaikan seorang suami isitri.


Kaisar Long Ling Juan yang melihat kedekatan mereka yang sudah seperti seorang suami istri merasa kagum.


“Kalian berdua ini, belum juga menikah tapi sud terlihat seperti seorang suami istri.” Ucap Kaisar Long Ling Juan.


Keduanya saling bertatapan dan beralih menatap Kaisar Long Ling Juan dengan senyumam canggung di wajah mereka berdua.


sementara Kaisar Long Ling Juan yang tidak pekaan tertawa terbahak-bahak.


‘Sepertinya paman kaisar/yang mulia telah salah paham.’ Batin keduanya.


“Jarang jarang aku melihat kalian berdua bagaiamana kalau kita bermain catur putra mahkota?” Ajak Kaisar Long Ling Juan.


Putra mahkota Jian Zhentian tentunya menyetujuinya dan segera menyiapkan papan caturnya dengan Yun Haoyan sebagai penontonnya.


“Huft…Kalian ini benar benar terlihat seperti ayah mertua dan menantu yang sedang bermain catur bersama.” Ucap Yun Haoyan secara tak sadar.

__ADS_1


Selama permainan ketiganya terus berbincang mengenai keseharian mereka yang biasa biasa saja dan hal hal yang mengganggu kesenangan mereka.


“Ekhem…Karena kalian berdua telah tinggal dalam tempat yang sama seharusnya kalian sudah…Ekhem…Sudah begitu…kan?” Ucap Kaisar Long Ling Juan dengan sedikit malu malu.


Keduanya seketika terdiam membatu dan saling bertatapan dengan wajah malu mereka.


“Itu tidak benar yang mulia! Kami belu melakukannya!” Ucap keduanya secara bersamaan.


Kaisar Long Ling Juan yang tengah memikirkan akan menjalankan bidak catur yang mana langsung terkejut mendengar bentakan keduanya.


Ia menatap bingung Keduanya.


“Aku tidak mungkin menghabiskan malamku dengannya, ihhh…Jijik.” Ucap Yun Haoyan dengan merinding.


“Siapa juga yang ingin bermalam denganmu, kita belum menikah jadi belum bisa bermalam denganmu.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.


Kaisar Long Ling Juan yang mendengar keduanya yang saling bertengkar berdeheman kecil dan membuyarkan pertengkaran keduanya.


“Uh…Maafkan kami yang mulia.” Ucap keduanya dengan rasa malu yang tidak dapat mereka tutupi.


“Baiklah, untuk hari ini cukup sampai di sini saja, aku pulang dulu.” Ucap Kaisar Long Ling Juan lalu pergi begitu saja.


Keduanya menghela napas lega dan membersihkan meja yang agak berantakan dan membawa masuk ke dapur cangkir teh untuk dicuci.


Setelahnya mereka keluar dari paviliun.


“Kita akan melakukan apa hari ini ya…?” Bingung Yun Haoyan.


Putra mahkota Jian Zhentian memikirkan apa yang akan mereka lakukan.


“Bagaiamana jika kita jalan jalan ke pasar? Aku belum mengenal jelas ibukota ini.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan mengangguk pelan dan menarik tangan Putra mahkota Jian Zhentian pergi ke ibukota dengan jalan kaki.

__ADS_1


“Hei, kenapa kita jalan kaki? Bukannya kita bisa naik kereta?” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.


“Jalan kaki bagus untuk melatih otot otot kaki kita.” Ketus Yun Haoyan.


Mereka jalan jalan santai dan sampai di pasar, mereka pergi melihat lihat apa saja yang ada di pasar, dan membeli beberapa aksesoris sehari hari.


Dipasar tidak ada yang menurut mereka berdua menarik hingga penjual sambil jalan menghampiri keduanya.


“Tuan dan nona kelihatannya adalah pasangan yang akan segera menikah, apakah itu benar?”


Penjual berjalan itu menanyakan keduanya denv tepat sasaran, keduanya menganggukkan kepala mereka secara bersamaan dengan cepat.


“Kalian pasti adalah pasangan yang dianugerahi oleh dewa dewi sebab itu aku bisa melihat kalian dengan jelas walaupun aku buta, aku bisa melihat cahaya terang pada kalian.”


Yun Haoyan dan putra mahkota Jian Zhentian semakin bingung dengan perkataan dari penjual berjalan itu.


“Kalau boleh tahu, maksud perkataan dari tuan apa ya?” Tanya Yun Haoyan bingung.


Putra mahkota Jian Zhentian menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Yun Haoyan.


Penjual berjalan itu terkekeh kecil dan menggeleng gelengkan kepalanya.


“Tidak ada apa apa, saya hanya asal bilang saja, karena anda berdua adalah pasangan yang akan menikah maka sebaiknya tuan membelikan pasangan tuan kalung pasangan ini.” Ucapnya.


Putra mahkota Jian Zhentian menaikkan sebelah alisnya bingung. “Untuk apa aku membelikan pasanganku kalung pasangan?” Bingung Putra mahkota Jian Zhentian.


“Agar pernikahan anda dengan pasangan anda langgeng tanpa ada halangan yang dapat memisahkan kalian berdua.” Ucapnya dengan jelas.


Putra mahkota Jian Zhentian tampak melirik Yun Haoyan sedikit dan memperhatikan Yun Haoyan yang terus menatap kalung pasangan yang penjual berjalan itu perlihatkan.


“Jika kau tertarik…Maka akan ku belikan.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian dengan perasaan malu malu.


Yun Haoyan yang mendengar perkataan Putra mahkota Jian Zhentian tertegun, ia melihat putra mahkota Jian Zhentian yang membelikannya kalung pasangan yang sangat ia kagumi ukirannya.

__ADS_1


See you


__ADS_2