Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 32 Tidur dalam satu kamar wkwk.


__ADS_3

“Aku juga sama, andaikan bisa begitu…Namun takdir telah mengikat kita dengan semua ini jadi kita hanya pasrah mengikuti arus takdir.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.


Mendengar perkataan putra mahkota Jian Zhentian Yun Haoyan tersenyum kecil.


“Kau ini, dilihat dari luar kau itu orang yang kasar dan tangguh, tapi ternyata kau juga punya sisi yang seperti itu juga, hahaha…Sungguh diluar dugaanku.” Ucap Yun Haoyan.


...----------------...


Keduanya tampak mulai akur.


Seharian penuh mereka jalan jalan di pasar ibukota berduaan seperti seorang pasangan.


Sore hari tiba mereka kembali ke paviliun Yun Haoyan untuk istirahat. Lain halnya dengan Putra mahkota Jian Zhentian, ia segera pergi ke suatu tempat ketika ia sampai di paviliun Yun Haoyan.


“Apa ada masalah di rumah hah? Kenapa kau tiba tiba saja memanggilku kemari?” Bisik putra mahkota Jian Zhentian.


Seseorang yang ia temui tampak berambut putih mengkilap dengan mata kuning dan bernaju serba putih.


“Yang mulia, menurut saya ada baiknya jika yang mulia tidur di kamar nona Yun.”


Mendengar kata kata petunjuk dari seseorang itu membuat Putra mahkota Jian Zhentian melongo tak percaya.


“Apa yang baru saja kau katakan itu? Kau ingin aku sekamar dengan wanita itu? Apa kau gila hah!” Kesal Putra mahkota Jian Zhentian.


“ssttt! Jangan berteriak teriak tidak jelas yang mulia, ini juga demi kebaikanmu.”


Seseorang itu dengan cepat menutup mulut putra mahkota Jian Zhentian.


“Em…Tapi, aku tidak ingin tinggal dekat dekat dengannya.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Seseorang itu tampak menatap tajam putra mahkota Jian Zhentian. “Lakukan seperti yah aku katakan atau kau akan menerima akibatnya.” Ancamnya.


Putra mahkota Jian Zhentian menelan salivanya dengan kasar, ia mengikuti arahan seseorang itu dan segera kembali lagi ke paviliun Yun Haoyan.


“Huh! Aku tidak akan tinggal sekamar dengannya.” Kesal Putra mahkota Jian Zhentian di kamar.


Sedangkan seseorang itu, terlihat ia sedang memperhatikan Putra mahkota Jian Zhentian.


“Dasar tidak tahu diuntung, akan kubuat kau sekamar dengannya, apapun yang terjadi.”

__ADS_1


Dengan cepat seseorang itu menghancurkan kamar tamu yang ditempati Putra Mahkota Jian Zhentian.


Brak! Brak! Brak!


Putra mahkota Jian Zhentian yang terkejut dengan kerusakan kamar tamunya yang tiba tiba saja.


Tap tap tap


Kriek!


Prang!


“Apa apaan ini?!”


Dengan begitu terkejut Yun Haoyan bahkan menjatuhkan piring yang ia pegang.


“Ada apa ini? Kenapa kamar tamunya tiba tiba berantakan dan rusak begini?”


Yun Haoyan dengan cepat segera menghampiri Putra mahkota Jian Zhentian.


“Apa yang kau lakukan pada kamar tamuku?!” Kesal Yun Haoyan yang langsung memegang kerah baju Putra mahkota Jian Zhentian.


Putra mahkota Jian Zhentian terkejut dengan aksi Yun Haoyan yang tiba tiba saja menarik kerah bajunya.


Yun Haoyan tak menghiraukan penjelasan dari putra mahkota Jian Zhentian dan langsung beralih melihat runtuhan runtuhan dari kamar tamunya.


“Hm…Ini bukan kebetulan, ini disengaja…” Jeda Yun Haoyan.


Ia menjauh dari reruntuhan kamar tamu. “Tidak apa apa, besok kita ke istana dan memberitahukan Kaisar masalah ini, semoga Kaisar bisa membantu kita memperbaiki ini karena aku tidak punya uang untuk memperbaikinya.”


Keduanya pun segera keluar dari sana, namun sebelum itu mereka membersihkan pecahan piring yang ada di depan pintu. Setelahnya mereka pergi ke ruang makan dan makan malam.


“Jadi, aku akan tidur dimana?” Tanya Putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan mrnggaruk garuk kepalanya sambil berpikir. “Hm…Kau tidur di kursi saja, bagaiamana?” Ucap Yun Haoyan yang tak pekaan.


Putra mahkota Jian Zhentian terkejut, bola matanya membulat besar. Ia tak menyangka Yun Haoyan akan sangat tidak pekaan begitu.


“Apa? Kau ingin membuat tubuhku sakit sakit semua hah.” Kesal putra mahkota Jian Zhentian.

__ADS_1


Yun Haoyan berhenti makan, ia menatap Putra mahkota Jian Zhentian.


“Hm? Kenapa? Tidur disana juga tidak apa-apa, tubuhmu juga tidak akan sesakit itu.” Ucap Yun Haoyan dengan polosnya.


Ia bangkit dengan cepat dan mengumpulkan piring kotornya.


“Jika kau tidak ingin tidur di kursi maka lebih baik kau keluar saja dari paviliunku.” Ucap Yun Haoyan.


putra mahkota Jian Zhentian terkejut dengan perkataan Yun Haoyan. Ia terpaksa tidur di kursi untuk malam ini.


Setelah selesai mencuci piring Yun Haoyan naik ke kamarnya dan tidur, sementara putra mahkota Jian Zhentian yang bersiap tidur di kursi.


“Uh…”


Tengah malam tiba, tampak putra mahkota Jian Zhentian yang mulai merasakan nyeri di sekujur tubuhnya.


“Hm…Seluruh tubuhku…Rasanya nyeri semua…”


Ia bangkit dan berjalan secara perlahan ke kamar Yun Haoyan.


Di sana ia langsung menerobos masuk ke dalam. Ia melihat Yun Haoyan yang tidur berantakan di atas kasurnya.


“Dasar wanita kasar, tidur saja tidak bagus.” Gerutu Putra mahkota Jian Zhentian.


Ia mendekat dan memperbaiki pose tidur Yun Haoyan. Setelahnya ia duduk dan langsung membaringkan tubuhnya di samping Yun Haoyan.


“Hm…Begini kan lebih bagus.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Perlahan ia memejamkan matanya dan tidur bersama Yun Haoyan di kasur yang sama.


Keesokan paginya putra mahkota Jian Zhentian bangun lebih pagi, ia melihat Yun Haoyan yang tertidur nyenyak dalam dekapannya.


‘Ini…Bukankah ini terlalu dekat?’ Batin putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan yang juga sudah mulai bangun mulai menggeliat di dalam dekapan Putra mahkota Jian Zhentian.


‘Beraninya wanita ini bergerak tak karuan didekatku.’ Batin Putra mahkota Jian Zhentian kesal.


Yun Haoyan mengerjap dan membuka kelopak matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah dada bidang putra mahkota Jian Zhentian.

__ADS_1


Apakah dia terkejut? Tentu saja dia sangat sangat terkejut, karena untuk pertama kalinya ia begitu dekat dengan seorang pria dan bahkan melihat dada bidangnya.


See you


__ADS_2