Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 20


__ADS_3

Kaisar Long Ling Juan mengangguk pelan dan meng oh kan perkataan Qin Haoyan.


Acara penyambutan pun berakhir bahagia, semua tamu undangan satu persatu pulang dan akhirnya selesai, acaranya selesai dan ruang perjamuan dibersihkan oleh para pelayan.


Dan tentunya Qin Haoyan tidak pulang percuma, dia juga membantu para pelayan membersihkan ruang perjamuan hingga selesai dan bersih.


...----------------...


Dalam perjalanan pulang Qin Haoyan sempat mampir sebentar di jembatan kecil yang terdapat danau. Ia menatap bulan yang bersinar cerah padanya.


Dia tampak tersenyum simpul, disela sela senyumannya perasaan letih dan sedih samar samar terlihat.


“Hari aku merasa telah melepas beberapa beban hidupku…Entah apa yang sedang menungguku besok pagi.”


Dengan suara lirih dia berbicara dengan dirinya sendiri sambil menatap bulan.


Beberapa saat kemudian dia lanjut pergi ke paviliun barunya yang tak tahu dari sana.


Setibanya di sana ia langsung masuk k dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia menatap langit langit kamarnya sembari mengangkat tangannya.


“Aku pasti akan mengubah takdir malang ini.” Ucap Qin Haoyan sambil mengepal tangannya dengan erat.


Perlahan matanya mengantuk dan tertidur, tangannya juga terjatuh di sampingnya. Ia terlihat bagaimana putri tidur yang sedang menunggu pangerannya.


Sinar bulan melewati celah jendela da menyinari sebagian dari tubuh Qin Haoyan, hal itu membuat Qin Haoyan semakin cantik dan bersinar bak seorang dewi sama seperti ibunya.


Keesokan harinya Qin Haoyan segera berangkat ke istana dan mengganti marganya dengan marga Yun.

__ADS_1


“Mulai sekarang marga Qin akan di ganti dari nama Qin Haoyan! Mulai sekarang marganya adalah Yun! Yun Haoyan!” Teriak kasim.


Akhirnya pengubahan marga telah selesai, ia segera berpamitan pada Kaisar Long Ling juan untuk pergi ke restorannya.


Di depan restorannya terlihat seorang pria tuan yang sedang menunggunya. Pria tua itu tak lain dan tak bukan adalah Bai Luoliu.


“Aku minta maaf sekali paman Bai, kemarin aku tidak sempat ke sini karena keluargaku sedang mengadakan perjamuan.”Ucap Yun Haoyan


Paman Bai Luoliu mengangguk pelan. “Saya tahu nona, tidak perlu meminta maaf.” Ujar Paman Bai Luoliu.


Yun Haoyan tersenyum kecil. Keduanya masuk ke dalam restoran dan segera membuat catatan tentang semua peralatan dapur yang akan mereka cari dam buat jika tidak ada yang di jual.


“Beberapa bahan sederhana ini pasti ada yang dijual disekitar sini, kau pergilah beli, aku akan ke pembuat peralatan dan meminta mereka membuatkanku semua peralatan ini.” Ujar Yun Haoyan.


Paman Bai Luoliu mengangguk pelan dan segera pergi membeli apa yang disuruh Yun Haoyan untuk dia beli. Sementara itu, terlihat Yun Haoyan yang sedang mencari tempat pembuatan peralatan dapur dari besi.


“Permisi paman, saya ingin membuat beberapa peralatan dapur ini, apakah bisa?” Ucap Yun Haoyan sambil memperlihatkan gambar gambar dari peralatan yang dia butuhkan saat di dapur.


“Oh, ini agak sulit nona, tapi akan kami usahakan akan selesai dalam tiga hari.”


Tak pikir panjang ketua dari pembuat peralatan dapur itu langsung menerima permintaan Yun Haoyan dan segera menentukan waktu selesainya.


Yun Haoyan lalu pulang dan beristirahat si paviliunnya. Disaat yang sama, perdana menteri Qin dan istri dengan putrinya tampak masuk ke istana dan segera menemui Kaisar Long Ling Juan.


“Yang mulia, saya ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting mengenai Haoyan.”


Dengan lantang Qin Liu Bai memanggil Kaisar Long Ling Juan. Kaisar Long Ling Juan yang masih ada di ruang rapat mendengarnya dan segera keluar karena menyangkut Yun HaoyanHaoyan.

__ADS_1


“Ada apa kau manggilku perdana menteri Qin? Apa ada sesuatu yang penting mengenai Haoyan?” Tanya Kaisar Long Ling Juan dengan cepat.


Qin Liu Bai melemparkan selantong racun ke hadapan Kaisar Long Ling Juan. “Anak durhaka dan tidak tahu malu itu ingin meracuni kami sekeluarga.” Ucap Qin Liu Bai marah.


Kaisar Long Ling Juan tak percaya namun ia juga tidak dapat melakukan apa apa dulu, biarlah Yun Haoyan yang menyelesaikan semuanya.


“Baiklah, kalau begitu aku akan memanggil Yun Haoyan kesini. Kasim, panggil Haoyan kemari.” Ucap Kaisar Long Ling Juan.


Dengan cepat kasim itu pergi dan Yun Haoyan.


Di lain sisi terlihat Yun Haoyan yang baru saja memasuki istana untuk mengambil sesuatu yang dia lupa bawa ke restorannya.


Di tengah perjalanan dia malah bertemu dengan kssim utusan dari Kaisar Long Ling Juan.


“Nona Yun! Nona Yun tunggu sebentar.” Teriak kasim sambil berlari mendekati Yun Haoyan.


Yun Haoyan mendengarnya dan segera menoleh ke belakang. Ia melihat sang kasim yang berlari dengan cepat ke arahnya, ia pun menunggunya.


“Ada apa tuan kasim? Apakah ada sesuatu yang penting?” Tanya Yun Haoyan.


Kasim itu terengah-engah dan sulit menyampaikan perkataannya pada Yun Haoyan. Terpaksa ia beristirahat sebentar dan segera melanjutkan perkataannya.


Kasim itu menarik napas dalam-dalam dan mulai berbicara dengan cepat. “Perdana menteri Qin ke istana dan ingin mencari masalah dengan adanya nona Yun.”


Sekali lagi Kasim itu terengah-engah setelah berbicara dengan cepat. Sedangkan Yun Haoyan tampak baik baik saja mendengar perkataan kasim itu, ia malah tersenyum daan menyeringai aneh membuat kasim itu merinding.


See you

__ADS_1


__ADS_2