
Putra mahkota Jian Zhentian tampak melirik Yun Haoyan sedikit dan memperhatikan Yun Haoyan yang terus menatap kalung pasangan yang penjual berjalan itu perlihatkan.
“Jika kau tertarik…Maka akan ku belikan.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian dengan perasaan malu malu.
Yun Haoyan yang mendengar perkataan Putra mahkota Jian Zhentian tertegun, ia melihat putra mahkota Jian Zhentian yang membelikannya kalung pasangan yang sangat ia kagumi ukirannya.
...----------------...
“Ekhem, anggap saja sebagai tanda terima kasihku padamu.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian malu.
Yun Haoyan yang melihat hal tersebut tertegun, ia terkekeh kecil dan segera mengambil kalung itu dan memasangnya. Begitupun dengan Putra mahkota Jian Zhentian.
“Semoga dewa memberkati kalian berdua.”
Setelahnya penjual itu pergi dan meninggalkan keduanya.
“Makasih karena sudah membelilanku kalung ini.” Ucap Yun Haoyan.
Putra mahkota Jian Zhentian menggaruk garuk kepalanya dan menatap ke arah lain, ia pura pura tak mendengar perkataan Yun Haoyan.
“Sudah, kita pergi cari restoran dulu, aku sudah lapar.” Ujar Putra mahkota Jian Zhentian mengalihkan pembicaraan.
Yun Haoyan teringat akan restorannya yang belum buka, ia menarik tangan Putra mahkota Jian Zhentian ke restorannya yang masih tutup.
“Kalau begitu kita ke restoranku saja.” Ucap Yun Haoyan.
Tak lama kemudian mereka sampai di depan restoran, keduanya langsung masuk ke dalam dan melihat Bai Luo Liu yang ada di sana dengan beberapa koki baru.
“Ternyata paman Bai sudah mendapatkan koki koki yang bagus.” Ucap Yun Haoyan.
Bai Luo Liu dan para koki koki itu terkejut dengan kedatangan Yun Haoyan yang tiba tiba.
“Siapa gadis muda itu? Dia kenal dengan paman Bai?”
__ADS_1
“Mungkin dia kenalan paman Bai.”
Bisik bisikan terdengar dari para koki baru itu, mereka membicarakan Yun Haoyan yang datang tiba-tiba.
“Mohon maaf nona, tapi restoran ini belum buka, apa nona ada sesuatu yang penting disini?”
Salah seorang koki maju dan berbicara pada Yun Haoyan.
“Hehehe…Paman Bai, koki koki yang kau carikan untuk restoranku benar benar bagus, mereka terlihat sangat sopan.” Ucap Yun Haoyan puas.
Seketika semua koki baru termasuk Putra mahkota Jian Zhentian terkejut.
Bai Luo Liu segera menghampiri Yun Haoyan dan membungkuk hormat. “Saya memberi salam pada nona, mereka adalah koki handal yang saya cari dan merke sudah latihan memasak beberapa resep yang ketinggalan di restoran.” Ucap Bai Luo Liu.
Yun Haoyan mengangguk angguk pelan, ia melihat para koki koki itu.
“Karena kalian telah latihan selama beberapa hari maka aku tidak perlu ajari lagi, sebagai penilaian aku ingin merasakan masakan yang kalian buat dengan resepku.” Ucap Yun Haoyan.
Ia dan putra mahkota Jian Zhentian pergi duduk dan menunggu sedangkan para koki itu yang dengan cepat masuk ke dapur dan memasak makanan untuk Yun Haoyan dan putra mahkota Jian Zhentian.
“Ini hidangan pertamanya nona.”
Dengan perlahan koki perempuan itu menyajikan sebuah steak pada Yun Haoyan dan putra mahkota Jian Zhentian.
putra mahkota Jian Zhentian yang tak tahu bagaimana cara memakan steak yang ada di hadapannya hanya diam menunggu Yun Haoyan makan.
“Cara makannya seperti ini, tancapkan garpunya disini, dan potong bagian yang sedikit disini.” Ucap Yun Haoyan.
Putra mahkota Jian Zhentian mengikuti langkah langkah yang Yun Haoyan lakukan, Ia memasukkan daging steaknya ke dalam mulutnya dan mengunyahnya, betapa terkejutnya dia merasakan betapa lezatnya makanan itu.
“Hm…Lumayan, kau tinggal memanggangnya lebih lama lagi dan hasilnya akan lebih maksimal, bagus kau lolos.” Ucap Yun Haoyan.
Koki perempuan itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu pergi dari sana.
__ADS_1
Dan secara diam diam putra mahkota Jian Zhentian memperhatikan Yun Haoyan yang sangat anggun dalam makan dan menilai hasil kinerja seseorang.
“Anggun dan berwibawa…” Gumam Putra mahkota Jian Zhentian.
“Hm? Apa yang barusan kau katakan?” Tanya Yun Haoyan.
Putra mahkota Jian Zhentian dengan cepat mengalihkan perhatiannya. “Eh…Itu maksudku makanan ini terlihat sangat elegan dan cocok untuk bangsawan.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.
Yun Haoyan meng oh kan perkataan Putra mahkota Jian Zhentian dan mencoba masakan selanjutnya hingga satu jaman berlalu dan semuanya selesai di nilai.
“Tingkatkan keterampilan memasak kalian lagi dan perhatikan resepnya lebih detail lagi agar masakan kalian lebih enak dan lezat kedepannya, kami pergi dulu.” Ucap Yun Haoyan.
Setelahnya Yun Haoyan dan Putra mahkota Jian Zhentian pergi dari sana dengan perut kenyang yang menggembung.
“ergg…Kelihatannya aku kekenyangan…” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.
Yun Haoyan terkekeh kecil dan menepuk nepuk pundak putra mahkota Jian Zhentian.
“Hihihihi…Makanya jangan kebanyakan, lain kali jangan begitu lagi atau kalau tidak kau akan cepat gendut nantinya dan aku tidak akan tertarik padamu lagi.” Ucap Yun Haoyan.
Putra mahkota Jian Zhentian menghela napas pasrah.
“Huh, sebanyak apapun aku makan aku tidak akan gendut.” Kesal Putra mahkota Jian Zhentian.
Yun Haoyan menaikkan kedua bahunya dan menatap jalanan yang ramai dan penuh dengan penjual dan pembeli yang berlalu lalang.
“Hidup seperti ini juga lumayan, tidak memiliki masalah politik yang harus diurus dan memiliki keluarga yang menyayangi kita.” Ucap Yun Haoyan tiba-tiba.
Putra mahkota Jian Zhentian yang mendengar penuturan kata Yun Haoyan tiba tiba teringat dengan keluarganya yang ada di negara Bei Zhou kerajaan Jian.
“Aku juga sama, andaikan bisa begitu…Namun takdir telah mengikat kita dengan semua ini jadi kita hanya pasrah mengikuti arus takdir.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.
Mendengar perkataan putra mahkota Jian Zhentian Yun Haoyan tersenyum kecil.
__ADS_1
“Kau ini, dilihat dari luar kau itu orang yang kasar dan tangguh, tapi ternyata kau juga punya sisi yang seperti itu juga, hahaha…Sungguh diluar dugaanku.” Ucap Yun Haoyan.
See you