Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 43


__ADS_3

“Hm…Teman ya…Baiklah, aku akan ke atas.” Ucap Yun Haoyan.


Ia segera berbalik dan naik ke kamarnya.


Jian Zhentian yang melihat Yun Haoyan tak curiga menghela napas lega.


“Huft…Untung Haoyan tak curiga, kau cepatlah pergi jangan ganggu aku lagi.” Ucap Jian Zhentian.


Bawahannya menganggukkan kepalanya dan seketika menghilang dari sana.


...----------------...


Jian Zhentian tampak segera memperbaiki dirinya dan naik ke dalam kamar Yun Haoyan.


Disaat yang sama Yun Haoyan terlihat baru selesai mandi dan akan mengenakan pakaiannya.


Kriek…


“Haoyan, kau…”


Disaat yang bersamaan Jian Zhentian melihat tubuh Yun Haoyan yang setengah telanjang.


Sementaea Yun Haoyan yang terkejut dengan Jian Zhentian yang tiba tiba memasuki kamarnya terkejut setengah mati.


Dengan cepat ia merona malu dan menutupi bagian tubuhnya yang masih kelihatan.


“Dasar mesum! Keluar dari kamarku!”


Dengan sekali hirupan udara Yun Haoyan berteriak sekencang kencangnya dan menggunakan kekuatannya untuk menyerang Jian Zhentian hingga keluar kamar dengan terpental jauh.


Jian Zhentian sendiri tak menyangka Yun Haoyan akan menggunakan kekuatannya untuk memberinya pelajaran saat itu juga.


Dengan cepat Yun Haoyan berjalan dan menutup kembali pintunya dan mengenakan pakaiannya dengan sangat cepat.


Setelahnya ia keluar dari kamarnya dan melihat Jian Zhentian yang masih dalam keadaan terluka.


“Uh…Sakit…” Rengek Jian Zhentian.


Yun Haoyan dengan rasa malu mendekati Jian Zhentian dan membantunya berdiri.


“Siapa suruh kau mengintpku mengenakan pakaian, rasakan itu.” Ucap Yun Haoyan.


Ia memegang tangan Jian Zhentian dan menariknya berdiri.


Jian Zhentian menatap kesal Yun Haoyan. “Aku bukannya sengaja mengintipmu, aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu.” Ucap Jian Zhentian


Yun Haoyan menatap kesal Jian Zhentian, ia langsung melepaskan tangan Jian Zhentian dan duduk di kursi.


“Katakan, apa yang ingin kau katakan.” Ketue Yun Haoyan.


Jian Zhentian menghela napas dan duduk di samping Yun Haoyan.

__ADS_1


“Aku akan memberimu baju itu, dan kau harus mengenakannya besok, jangan sampai kau tidak memakainya ya.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan menarik napas dalam-dalam dan menatap Jian Zhentian.


“Aku sudah bilang kan, aku akan memakainya, jangan mengulanginya terus." Ucap Yun Haoyan kesal.


Ia bangkit dan pergi ke dapur untuk memasak makan malam lebih awal.


Jian Zhentian menghela napas lega, ia pergi membantu Yun Haoyan di dalam dapur.


“Biarkan aku membantumu.” Ucap Jian Zhentian, ia mengambil sayur sayurannya dan mencucinya lalu memotong motongnya.


Setelahnya ia memasaknya di panci ukuran kecil dan menumisnya.


Yun Haoyan tertegun melihat Jian Zhentian yang ternyata bisa menumis sayuran.


“Hei, ternyata kau juga bisa memasak ya, kenapa kau tidak membantuku sejak awal saja.” Ucap Yun Haoyan..


Ia juga memberikan yang lainnya untuk digoreng dan direbus oleh Jian Zhentian.


Jian Zhentian hanya menghela napas pasrah menerima semuanya, sedangkan Yun Haoyan yang langsung keluar dan menunggu makan malamnya.


“Aku akan menunggumu di luar sini." Ucap Yun Haoyan.


Beberapa menjadi kemudian Jian Zhentian keluar dan pergi bolak balik membawakan makanannya.


Yun Haoyan tersenyum puas. Mereka berdua memulai makan malam mereka.


Jian Zhentian mengangguk anggukkan kepalanya.


Setelah makan malam Yun Haoyan dan Jian Zhentian membereskan semuanya dan mencuci piring.


Setelahnya mereka naik ke kamar Yun Haoyan dan tidur berjauhan.


Jian Zhentian sebelah kiri dan Yun Haoyan sebelah kanan berdekatan dengan jendela kamarnya.


Mereka tidur sambil membelakangi diri mereka masing-masing.


Tengah malam tiba, cahaya rembulan terlihat menyinari wajah Yun Haoyan lewat celah jendela.


“Anak itu sudah kembali ya.”


“Apa dia masih mengingat kehidupan lampaunya?”


“Tidak dewi, kami telah memantaunya dari dulu dan kami tidak melihat ada cela cela dia telah mengingat masa lalunya.”


Tampak dua orang perempuan yang tengah berada di hadapan Yun Haoyan.


Satunya mengenakan pakaian mewah bagaikan seorang dewi dan satunya mengenakan pakaian bangsawan.


“Bagus, jangan sampai dia mengingat masa lalunya kalau tidak kita akan berada dalam masalah besar."

__ADS_1


Kedua orang wanita itu menghilang di hadapan Yun Haoyan dan tak lama kemudian matahari mulai terbit.


Jian Zhentian bangun duluan dan merasakan sisa aura dari dua wanita itu.


“Mereka berdua kesini…? Apa tujuan mereka kesini?”


Jian Zhentian tampak dapat merasakan sisa aura keberadaan kedua wanita itu di samping Yun Haoyan.


“Apa mau mereka pada Haoyan?”


“Haoyan…Bangun Haoyan…”


Jian Zhentian membangunkan Yun Haoyan dengan lembut.


‘Aku akan melindungi Haoyan dari mereka.’ Batin Jian Zhentian.


Yun Haoyan mulai menggeliat bagaikan ulat dan meregangkan tubuhnya.


“Hm…Sudah pagi ya, selamat pagi.” Ucap Yun Haoyan.


Ia mengucek ngucek matanya dan melihat dengan jelas orang yang ada di sampingnya.


“Hng…Kau sudah bangun duluan, bagus bagus, sekarang pergi mandi dan bersiap siap cepat." Ucap Yun Haoyan.


Ia turun dari kasurnya dan segera mengambil handuk mandinya.


“Oh iya, kau bilang kau akan memberiku pakaian untuk dipakai ke istana, mana pakaiannya?” Tanya Yun Haoyan.


Jian Zhentian terkejut, ia segera pergi dari kamar Yun Haoyan dan pergi untuk mengambil pakaian.


Beberapa saat kemudian Jian Zhentian kembali lagi dan menaruh bajunya di kamar Yun Haoyan dan pergi dari sana.


Beberapa saat kemudian Yun Haoyan keluar dan melihat satu set pakaian terletak di kasurnya.


Ia segera memakainya dan berdandan ringan di depan meja riasnya.


Disaat yang sama Jian Zhentian masuk dengan mengenakan pakaian rapih.


“Apa kau sudah siap?”


Yun Haoyan menoleh ke belakang melihat Jian Zhentian.


Ia tersenyum. “Ia, sudah.” Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian yang untuk pertama kalinya melihat Yun Haoyan tersenyum manis dengan wajahnya yang sangat sangat cantik.


Hatinya langsung saja berdetak kencang.


Dag! Dig! Dug!


Seketika ia merasakan perasaan aneh melihat wajah Yun Haoyan.

__ADS_1


See you.


__ADS_2