
“Aku bersumpah aku tidak akan hidup tenang sebelum membalaskan dendamku padamu Yun HAOYAN!” teriak Qin Ji'er marah.
Sementara Jing Luo Gong yang juga kesal, ia memikirkan orang rencana aman dan baik untuk menjatuhkan Yun Haoyan.
“Sabarlah nak, kita pikirkan dulu ya rencana apa yang akan kita buat untuk menjebak wanita itu.” Ucap Jing Luo Gong pada Qin Ji'er.
Qin Ji'er mengangguk pelan dan berpikir dengan ibunya.
...----------------...
Sementara itu, terlihat Yun Haoyan yang sudah sampai di paviliunnya, ia langsung masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya.
“Pulang pulang langsung dapat masalah, tadi aku pulang untuk apa ya?” Gumam Yun Haoyan sambil mengingat ingat kembali kilas balik sebelum ia didatangi kasim.
kilas balik…
“Aku akan pulang dulu membawa resep resep yang sudah kutulis lalu langsung ke restoran.” Ucap Yun Haoyan lalu kembali ke paviliunnya segera
‘Harus cepat cept, nanti paman Bai menunggu lama di restoran.’ Batin Yun Haoyan.
Kilas balik off
Mengingat kembali kilas baliknya membuat Yun Haoyan terkejut dan segera bangkit kembali dan mengambil semua resep yang tertulis di atas meja dan segera ke restoran dengan terburu-buru.
“Gawat, pasti Paman Bai akan marah besar, aku sudah sangat lama meninggalkan restoran.” Ucap Yun Haoyan buru buru.
Sementara itu, Di lain sisi terlihat Oan Bai Luoliu yang sedang asik menyeduh teh sambil menunggu Yun Haoyan kembali ke restoran.
“Haih, pasti tidak ada yang ingin membantu nona Yun membuat peralatan dapur itu.” Ucap Paman Bai Luoliu yang sedikit kasihan pada Yun Haoyan.
Hatchi!!
__ADS_1
Sementara disisi lain terlihat Yun Haoyan yang tengah bersin akibat terus dibicarakan.
“Ukh…Pasti ada seseorang yang sedang membicarakanku, mungkin Paman Bai yang membicarakanku sekarang ini.” Ucap Yun Haoyan berlari kencang melewati pohon pohon rindang dan kenyusuri jalanan yang cukup panjang.
Beberapa saat kemudian ia sampai dipasar, ia langsung ke restoran dan sampai dengan berkeringat dan terengah-engah.
Paman Bai Luoliu yang saat itu tengah meminum tehnya terkejut dengan kedatangan Yun Haoyan yang tiba tiba dan terengah-engah seperti dikejar sesuatu.
“Nona Yun?!”
Paman Bai Luoliu langsung ke memapah Yun Haoyan ke kursi dan Yun Haoyan langsung duduk dan meminum semua teh yang ada di teko.
Paman Bai Luoliu tertegun melihatnya dan menelan salivanya dengan kasar.
“Kenapa nona Yun terlihat begitu lelah dan terburu-buru?” Bingung paman Bai Luoliu.
Yun Haoyan berhenti minum dan menoleh melihat paman Bai Luoliu.
“Jadi keterlambatan nona Yun kesini karena masalah dan bukan karena tidak ada yang mau membantu nona membuat peralatan dapur?” Bingung paman Bai Luoliu.
Yun Haoyan mengangguk pelan dan minuman lagi.
“Oh, baiklah, saya sudah membeli apa yang nona Yun suruh.” Ucap paman Bai Luoliu.
“Besok, kau carikan beberapa koki yang lihai dalam hal memasak, aku butuh beberapa koki handal untuk memasak semua resepku.” Ucap Yun Haoyan.
Paman Bai Luoliu mengangguk pelan dan lanjut minum tehnya.
Melihat semua resep makanan Yun Haoyan, paman Bai Luoliu tertegun dan hampir menyemprotkan teh dimulutnya ke resep yang ia lihat.
“Rese ini sangat unit dan belum pernah ada orang yang membuat masakan semacam ini.” Ucap paman Bai Luoliu terkejut.
__ADS_1
“Bagaiamana nona Yun bisa mempunyai resep resep yang unik seperti ini?” Tanya paman Bai Luoliu.
Yun Haoyan terkekeh kecil. “Itu adalah resep turun temurun keluarga ibuku, dan beberapa lainnya aku sendiri yang membuatnya, kau rahasia dari orang lain ya paman Bai.“ Ucap Yun Haoyan.
Paman Bai Luoliu mengangguk pelan dan membaca semua resep lainnya dan terus menerus terkejut tanpa henti hingga resep yang ada di tangannya habis dibaca olehnya.
“Anda benar benar hebat nona Yun, bisa menciptakan resep sehebat ini, pasti banyak pelanggan yang akan datang kesini kedepannya jika sudah buka.” Ucap paman Bai Luoliu.
Yun Haoyan terkekeh kecil dan bangkit. “Kita liht saja nanti situasinya bagaiamana.” Ucap Yun Haoyan.
Paman Bai Luoliu kembali meletakkan resepnya di atas meja dan minum habis tehnya.
“Aku akan membawa pulang lagi resep ini takut nanti ada orang yang berniat mengambilnya, besok kau bawalah beberapa koki handal dan lihai ya, aku akan mengetes mereka sebelum menerima mereka di restoranku.” Ucap Yun Haoyan lalu pergi.
Paman Bai Luoliu mengangguk pelan dan mengunci restorannya lalu pulang.
Sedangkan Yun Haoyan yang jalan jalan santai hingga di paviliunnya, ia istirahat dan merebahkan seluruh tubuhnya di kasur dan perlahan ia tertidur pulas di sana.
Tak terasa malam hari tiba dan Yun Haoyan segera bangun dan pergi makan malam dengan sang ibu.
Keduanya tampak menikmati waktu kebersamaan mereka berdua saat makan, mereka bercanda, tertawa ria, dan berbincang bincang sejenak sambil makan.
“Ibu dengar tadi pagi menjelang siang perdana menteri Qin dan keluarganya mencari masalah lagi denganmu dan kau berhasil mengatasinya, apa itu benar?” Tanya Ibu Yun Nuo.
Yun Haoyan mengangguk pelan.“Benar, mereka bertiga berencana untuk menjebakku tapi aku berhasil membalikkan faktanya.” Ucap Yun Haoyan sambil makan.
Ibu Yun Nuo menghela napas lega mendengar Yun Haoyan baik baik saja mengatasi masalah itu.
“Nak, kau harus hati-hati dalam setiap langkahmu, jangan pernah meremehkan lawanmu meski lawanmu itu lemah.” Ucap Ibu Yun Nuo pads Yun Haoyan.
Yun Haoyan mengangguk pelan dan selesai makan. Ia kembali ke paviliunnya dan mandi sebelum istirahat.
__ADS_1
See you