Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 47 Pertemuan dengan beberapa anggota keluarga.


__ADS_3

Jian Zhentian menepuk nepuk punggung ibu Yun Nuo. “Jangan khawatir bu, dia sudah tidak apa apa lagi sekarang.” Ucap Jian Zhentian.


“Menantuku, terima kasih karena sudah menolong putriku lagi.” Ucap ibu Yun Nuo.


Seketika semua orang terkejut mendengar panggilan Jian Zhentian yang baru.


“Apa?! Menantu?! Anak kita sudah menikah?!”


Serempak Kaisar dan permaisuri terkejut. Begitupun para menteri yang tak menyangka putra mahkota yang ingin mereka nikahkan dengan putri mereka ternyata sudah menikah.


...----------------...


Jian Zhentian membantu Yun Haoyan berdiri dan menghadap pada kedua orang tuanya.


“Zhentian, jelaskan apa ini semua.”


“Tidak baik bicara di depan banyak orang begini ayah.” Ucap Jian Zhentian.


Kaisar menghela napas pasrah dan membubarkan rapat lebih awal.


Semua menteri pulang dengan perasaan penasaran terhadap Yun Haoyan.


“Sekarang sudah tidak ada orang, katakan.” Ucap Kaisar.


“Haoyan, perkenalkan dia adalah ayahandaku namanya Jian Zhimo, dan ini ibuku Zhi Xu.” Ucap Jian Zhentian.


Kaisar Jian Zhimo dan permaisuri Zhi Xu merasa terabaikan oleh darah daging mereka sendiri.


“Huft…”


“Zhentian…”


Secara perlahan permaisuri Zhi Xu memanggil putranya dengan lembut.


Jian Zhentian menoleh ke belakang dan melihat kedua orang tuanya.


“Baiklah, sebenarnya aku dan Haoyan belum menikah tapi kami kesini untuk bertunangan lalu tahun depan kami akan menikah.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan yang menjelaskan semuanya pada kedua orang tuanya terkejut dan langsung mendekat.


“Jadi…Itu artinya kau tidak memberitahukan kedua orator tuamu saat kau pergi ke negaraku dan melamarku?” Ucap Yun Haoyan.


Tampak dari belakang Yun Haoyan dipenuhi dengan rasa kesal dan tatapan tajam yang ditujukan pada Jian Zhentian.

__ADS_1


Jian Zhentian menelan salivanya dengan sekuat tenaga dan berbalik melihat Yun Haoyan dengan gagap.


"Haoyan, dengarkan penjelasanku dulu…" Pinta Jian Zhentian takut.


“Andaikan saja aku mengetahuinya dan menolakmu di depan semua orang waktu itu.” Ucap Yun Haoyan kesal.


Jian Zhentian terkejut. “Hei…Aku tahu aku salah twoi setidaknya jangan menolakku begitu, bukankah kau sudah menerimaku?" Ucap Jian Zhentian.


"Namun, kau membohongiku yang mulia." Ucap Yun Haoyan.


"Em…Bukannya kita sudah tidur sekamar selama beberapa hari? Bukankah itu berarti kau setuju menikah denganku?" Ucap Jian Zhentian.


Kaisar Jian Zhimo dan permaisuri Zhi Xu yang mendengar perkataan Jian Zhentian terkejut.


"Apa…Putra kita meniduri seorang wanita?!"


Serempak kedua orang itu terkejut dan mendekatk putra mereka.


"Nak, apakah itu benar?" Ucap Kaisar Jian Zhimo.


Jian Zhentian menoleh ke belakang melihat ayahnya dan tersenyum canggung.


saat ini dirinya benar-benar berada dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan.


"Iya, karena kamar tamunya rusak dan Haoyan tidak punya kamar lain jadi aku tinggal sekamar dengan Haoyan, tapi aku berani yakin aku belum menyentuh Haoyan dengan kelewatan." Ucap Jian Zhentian.


"Kalau begitu ibu akan pergi mencari pelayan untuk membersihkan kamar untuk calon menantu ibu dan untuk besan ibu." Ucap Permaisuri Zhi Xu.


"Aku akan pergi memanggil saudara saudara ayah dan teman ayah untuk menentukan waktu yang baik untuk melaksanakan pertunangan kalian berdua." Ucap Kaisar Jian Zhimo.


Jian Zhentian mengangguk anggukkan kepalanya, dia membawa Yun Haoyan dsn ibu mertuanya ke ruang tamu untuk istirahat sebentar.


Beberapa saat kemudian permaisuri Zhi Xu memanggil mereka dan membawa keduanya ke kamar mereka masing-masing.


Yun Haoyan tak ikut berkeliling lagi dan langsung tidur di kamarnya, ia mrasa begitu lelah setelah sampai.


Tak terasa siang hari telah tiba dan beberapa pelayan tampak tengah membantu Yun Haoyan berdandanberdandan ringan.


Tak lama setelahnya sang ibu datang dengan pakaian yang lebih layak dengan dandanan naturalnya yang membuat dirinya semakin cantik.


"Nak, apa kau sudah selesai?"


Yun Haoyan menoleh melihat ibunya yang sudah siap.

__ADS_1


"Hehehe…Ibu, kau terlihat lebih muda dan masih seorang gadis muda." Ucap Yun Haoyan.


Ibu Yun Nuo terkekeh kecil. "Bersiaplah dengan cepat, kita akan menemui calon besanku dan calon menantuku." Ucap ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan mengangguk pelan dan menyelesaikan dandanannya.


Setelahnya keduanya pergi menemui Kaisar Jian Zhimo, permaisuri Zhi Xu dan yang lainnya.


"Maaf kami terlambat yang mulia."


Ibu Yun Nuo dan Yun Haoyan segera membungkuk memberi salam pada semua orang.


Seketika orang orang yang melihat tampang ibu Yun Nuo dan Yun Haoyan ternganga.


"Perkenalkan wanita yang di depan itu ibu mertuaku dan yang di belakang itu calon ratuku." Ucap Jian Zhentian menggoda Yun Haoyan.


Yun Haoyan yang mendengar perkataan Jian Zhentian segera bangkit dan menatap tajam Jian Zhentian.


"Berhenti mengatakan hal hal konyol atau kau tidak akan selamat." Ucap Yun Haoyan dengan nada mengancam.


Jian Zhentian mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat dan langsung tutup mulut.


Orang orang yang ada di sana tertawa terbahak-bahak.


"Sudah sudah, bu besan ayo cepat duduk aku perkenalkan pada adik adik iparku." Ucap Permaisuri Zhi Xu.


Ibu Yun Nuo menganggukkan kepalanya, ia menarik tangan Yun Haoyan dan duduk berdekatan.


"Nyonya bisakah nyonya memperkenalkan diri nyonya."


Ibu Yun Nuo tersenyum simpul dan membuat pria pria yang ada di sana terpesona dengan senyumannya. Ia bangkit dan memperkenalkan dirinya.


"Nama saya Yun Nuo dan ini putri saya Yun Haoyan." Ucap ibu Yun Nuo.


"Salam kenal nyonya Yun, namaku Jian Zhenwu, adik kedua Kaisar." Ucap Jian Zhenwu.


Ibu Yun Nuo tersenyum kecil dan duduk.


"Namaku Jian Moyan, adik keempat Kaisar." Ucap Jian Moyan.


"Namaku Zhi Xuan, kakak permaisuri." Ucap Zhi Xuan.


"Apa nyonya Yun sudah memiliki pasangan?"

__ADS_1


Serempak mereka menanyakan pasangan Ibu Yun Nuo.


See you next time.


__ADS_2