
Seketika Jian Zhentian terkejut setengah mati dan berkeringat dingin.
"Apa yang telah aku lakukan…" Gumam Jian Zhentian.
Yun Haoyan yang telah siap langsung menggapai tangan Jian Zhentian dan langsung menyeretnya ke rumah bordil itu.
Jian Zhentian yang melihat Yun Haoyan berinisiatif menggapai tangannya terkejut dan akhirnya luluh pada Yun Haoyan.
Ia akhirnya mengikuti Yun Haoyan dengan pasrah ke rumah bordil.
...----------------...
Di dalam rumah bordir terlihat begitu banyak wanita wanita dengan body yang sangat menggoda.
Yun Haoyan yang melihat wanita wanita itu terkejut dan langsung terpesona melihat salah satu oiran yang tengah menari di atas panggung.
"Hahahaha…Lihatlah Zhentian, banyak wanita cantik disini, bagaiamana kalau kita pilih beberapa untuk menemani kita minum?" Ucap Yun Haoyan bercanda.
Jian Zhentian yang melihat Yun Haoyan tergoda oleh tubuh wanita wanita penghibur itu terkejut dan langsung merinding.
"Kau…Jangan jangan kau hanya tertarik pada wanita saja?" Ucap Jian Zhentian terkejut.
"Huft…Jangan khawatir, aku tidak akan tertarik pada wanita, aku hanya suka body mereka yang sangat menonjol." Ucap Yun Haoyan.
Keduanya naik ke pantai dua di kamar VIP dan memesan beberapa kendi arak untuk diminum bersama.
"Apa kau tidak tertarik dengan body mereka yang sangat menggoda itu?" Tanya Yun Haoyan.
Jian Zhentian menggeleng gelengkan kepalanya dengan cepat.
"Aku tidak ingin mereka, aku sudah cukup ada dirimu di sisiku." Ucap Jian Zhentian.
Yun Haoyan seketika merona malu mendengar jawaban Jian Zhentian yang diluar dugaannya. "Kalau begitu…Jika bodyku jelek dan berdada datar, apa kau akan menerimaku?" Ucap Yun Haoyan gugup.
Jian Zhentian menepuk-nepuk bahu Yun Haoyan dengan lembut ssembari meminum araknya.
"Huh…Huh…Aku akan menerimamu apa adanya." Ucap Jian Zhentian mulai mabuk.
__ADS_1
Yun Haoyan yang melihat Jian Zhentian mulai mabuk tertegun. "Eh…Kalau aku membangun harem dan menikahi beberapa pria lagi, apa itu boleh." Ucap Yun Haoyan bercanda.
Jian Zhentian terkejut dan mengerutkan keningnya. "Kau tidak boleh menikahi pria lain, kau cukup punya aku seorang saja." Ucap Jian Zhentian mabuk.
Yun Haoyan terkekeh kecil dan minum arak habis habisan dengan Jian Zhentian hingga malam hari.
Malam harinya keduanya pulang dalam keadaan mabuk dan pulang jalan kaki.
Dalam perjalanan mereka terus tertawa dan bercanda dalam keadaan mabuk hingga tak terasa mereka tiba di istana berdua dalam keadaan mabuk keras.
Kendi arak yang ada di tangan keduanya terjatuh dan pecah.
Kaisar Jian Zhimo dan permaisuri Zhi Xu yang kebetulan ada di sana segera pergi membantu mereka.
"Ada apa dengan kalian berdua hah?" Tanya Kaisar Jian Zhimo terkejut.
Jian Zhentian mendongakkan kepalanya ke atas melihat wajah Kaisar Jian Zhimo.
"Ayah…Aku ingin menikahi Haoyan…Dengan cepat." Ucap Jian Zhentian.
Yun Haoyan yang mendengar perkataan Jian Zhentian terkejut dan langsung bangkit dengan linglung. "Hei…Aku tidak akan membiarkanmu menikahiku…Dasar bedebah…" Linglung Yun Haoyan tanpa sadar.
Keduanya menggeleng gelengkan kepalanya dan segera memanggil pelayan.
Keduanya di antar ke tempat masing-masing dan beristirahat.
Keesokan paginya masing-masing dari keduanya terbangun dengan sakit kepala yang menyerang kepalanya.
"Huft…Sakit sekali…" Ringis Yun Haoyan kesakitan.
Ia memegangi bagian kepalanya yang terasa sakit.
Di saat yang sama seorang wanita yang tak asing di mata Yun Haoyan datang dengan mangkuk sup ditangannya.
"Nak, jangan banyak bergerak dulu, kau makanlah sup ini dulu, ini bisa menyembuhkan sakit kepalamu secara perlahan."
Sosok wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Ibu Yun Nuo yang sedang melihat Yun Haoyan yang habis mabuk mabukan.
__ADS_1
Yun Haoyan mengangguk pelan dan mengambil sup itu, ia memakannya secara perlahan.
Di lain sisi terlihat Jian Zhentian yang langsung di marahi oleh Kaisar Jian Zhimo dan permaisuri Zhi Xu.
"Kau mengajak Haoyan pergi kemana kemarin hingga dia mabuk mabukan dengamu?" Tanya permaisuri Zhi Xu.
Jian Zhentian terdiam tak mengatakan apa apa ia takut jika ia mengatakan yang sebenarnya orang tuanya tidak akan percaya dan malah berbalik menuduhnya dan memarahinya.
Dan di lain sisi jika ia mengatakannya maka mungkin saja Yun Haoyan akan datang secara tiba tiba dan memarahinya juga seperti kedua orang tuanya.
"Uh…Aku tidak bisa mengatakannya." Ucap Jian Zhentian perlahan.
Kaisar Jian Zhimo dan permaisuri Zhi Xu terkejut, ternyata putranya sudah mulai keras kepala dan tidak ingin mengatakan yang sebenarnya.
"Biar aku yang menjelaskannya."
Seseorang tiba tiba saja datang dengan tampang tergesa-gesa.
Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Yun Haoyan.
Di saat yang berpapasan Yun Haoyan tiba tiba saja datang dan menghampiri Kaisar Jian Zhimo dan permaisuri Zhi Xu.
Ia membungkuk. "Hamba memberi salam pada Kaisar dan permaisuri." Ucap Yun Haoyan.
Ia lalu bangkit dan langsung mendekati Jian Zhentian.
"Ini semua bukan salah Zhentian, akulah yang salah." Ucap Yun Haoyan.
Ia menoleh melihat Kaisar Jian Zhimo dan permaisuri Zhi Xu. "Akulah yang mengajaknya ke rumah bordir dan mengajaknya mabuk mabukan bersama." Ucap Yun Haoyan.
Kaisar Jian Zhimo dan permaisuri Zhi Xu terkejut dan tidak percaya. "Tidak mungkin, pasti putra Kami yang mengajakmu ke sana kan nak? Jangan berbohong pada kami." Ucap permaisuri Zhi Xu tidak percaya.
Yun Haoyan menggeleng gelengkan kepalanya. "Memang aku yang mengajaknya, aku mengenakan pakaian pria dan masuk dengannya ke rumah bordir, dia tidak melihat wanita penghibur itu tapi aku yang ingin melihat wanita wanita penghibur itu." Ucap Yun Haoyan dengan jelas.
Kaisar Jian Zhimo dan permaisuri Zhi Xu terkejut dan menganga.
"Hanya itu yang ingin ku katakan, aku akan pergi dulu, Zhentian jaga dirimu baik baik, aku akan mengunjungimu lagi nanti." Ucap Yun Haoyan dengan senyuman lalu pergi dengan cepat.
__ADS_1
See you next time.