
“Qin Ji'er akan dipenjarakan selama setengah bulan karena perbuatan kejahatannya terhadap kerabat anggota kerajaan.” Ucap Kaisar Long Ling Juan.
Sedangkan putra mahkota Jian Zhentian tersenyum kecil melihat drama yang baru saja terjadi.
‘Wanita ini agak lain juga.’ Batin putra mahkota Jian Zhentian.
...----------------...
“Yang mulia, izinkan saya berbicara.” Pinta putra mahkota Jian Zhentian.
Kaisar Long Ling Juan mempersilahkannya, putra mahkota Jian Zhentian mengangkat gelasnya menghadap Kaisar Long Ling Juan.
“Izinkan saya bersulang untuk anda yang mulia, Terima kasih karena telah membiarkan saya menikahi Haoyan.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.
Sedangkan Yun Haoyan yang mendengar kata kata itu muak dan menatap kesal putra mahkota Jian Zhentian.
putra mahkota Jian Zhentian melirik tampang kesal Yun Haoyan dan terkekeh kecil.
“Aduh, Haoyan…Kenapa kau cemberut begitu ayo tersenyumlah, bukankah ini hari bahagia kita.” Bisik Putra mahkota Jian Zhentian.
Yun Haoyan yang mendengar bisikan yang menggoda itu merinding, ia segera menjauh dari putra mahkota Jian Zhentian dan menatap ke arah lain.
“Dasar tidak tau malu.” Gerutu Yun Haoyan.
Putra mahkota Jian Zhentian yang mendengarnya terkekeh kecil, ia perlahan mendekati Yun Haoyan lagi.
“Maafkan aku, setelah menikah nanti aku pasti akan menyayangimu.” Bisik Putra mahkota Jian Zhentian di dekat telinga Yun Haoyan.
Sedangkan Yun Haoyan kini dilanda rasa malu, keempat orang terdekatnya yang melihat kedekatan keduanya terkekeh kecil.
“Sepertinya calon menantu kita sangat pandai dalam menggoda, setelah menikah nanti pastikan kalian memberi kami momongan yang banyak.” Ucap Kaisar Long Ling Juan.
Yun Haoyan yang mendengar perkataan Kaisar Long Ling Juan menjadi lebih malu dan menyembunyikan wajahnya.
__ADS_1
Orang orang yang ada di sana tertawa ringan melihat Yun Haoyan yang malu.
Sedangkan Putra mahkota Jian Zhentian mengangguk anggukkan kepalanya. “Jangan khawatir yang mulia, saya pasti akan memberikan banyak momongan yang cantik imut.” UcP putra mahkota Jian Zhentian dengan menggoda Yun Haoyan yang sudah malu.
Acara penyambutan pun berjalan dengan lancar hingga selesai.
Yun Haoyan berpamitan dengan Kaisar Long Ling Juan dan pulang duluan ke paviliunnya.
Putra mahkota Jian Zhentian yang melihat Yun Haoyan bersiap pulang segera menyusul.
“Yang mulia saya ingin tinggal di paviliun Haoyan.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian sembari mengejar Yun Haoyan yang sudah jauh.
Yun Haoyan yang kebetulan mendengarnya tentu saja terkejut dan segera pergi dari sana dengan cepat. Sayangnya Putra mahkota Jian Zhentian berhasil mengejarnya.
“Hei, dengar ini, jangan pikir setelah aku mengatakan kata kata manis dan memujimu di depan umum kau langsung mengira aku jatuh cinta padamu.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.
Yun Haoyan memutar bola matanya kesal. Ia tidak dapat berpisah dengan seseorang yang sangat tidak ingin dia temui.
“Tolong, jangan ganggu ak beberapa jam saja putra mahkota yang terhormat.” Pinta Yun Haoyan menahan amarahnya.
Yun Haoyan yang sudah muak dengan dengan keberadaan Jian Zhentian hanya dapat mengabaikannya.
Selama perjalanan ke paviliunnya perasaan canggung terus menghantui dan terasa sunyi.
Keduanya tidak berbicara apapun hingga sampai di paviliun Yun Haoyan.
Yun Haoyan segera menarik tangan putra mahkota Jian Zhentian.
“Itu adalah kamarmu, dan yang sebelah adalah kamarku, kalau ada apa apa panggil aku.” Ucap Yun Haoyan lelah, dia segera pergi mandi dan berganti pakaian.
Sedangkan Putra mahkota Jian Zhentian yang masih melihat isi paviliun Yun Haoyan.
“Semuanya sederhana dan serba berkecukupan.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.
__ADS_1
Yun Haoyan keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur untuk memasak.
Putra mahkota Jian Zhentian yang kebetulan lewat di dapur, ia berhenti dan fokus memperhatikan Yun Haoyan yang sedang memasak.
Ia secara diam diam terpesona dengan wajah Yun Haoyan yang sedang fokus melakukan sesuatu.
“Huff…Akhirnya selesai juga, setelah ini tinggal hidangkan dulu lalu pergi memanggil pria tua itu.” Ucap Yun Haoyan.
Putra mahkota Jian Zhentian yang mendengar panggilan barunya tiba tiba tersadar.
“Jadi kau memanggilku pria tua?” Tanya Putra mahkota Jian Zhentian.
Yun Haoyan yang masih belum sadar segera menganggukkan kepalanya dengan cepat sambil menyiapkan makanannya.
Sedangkan Putra mahkota Jian Zhentian yang melihat jawaban Yun Haoyan Haoyan tersenyum kesal.
“Ternyata begitu…Ternyata penglihatanmu tidak jelas ya.” Kesal putra mahkota Jian Zhentian.
Yun Haoyan yang telah menyadari keberadaan putra mahkota Jian Zhentian terkejut segera menoleh ke belakang.
Tangannya memegang bagian penggorengan yang panas dan membuat kulit jari jarinya memerah dan perih.
“Ouch! Sakit sekali.” Pekik Yun Haoyan kesakitan.
Putra mahkota Jian Zhentian dengan cepat menolong Yun Haoyan, ia segera menarik tangan Yun Haoyan dan memasukkan jarinya ke dalam air dingin dengan cepat.
“Apa kau bodoh hah? Lihat, kau bahkan melukai tanganmu sendiri ketika memasak.”Ucap Putra mahkota Jian Zhentian dengan khawatir.
Yun Haoyan yang terkejut dengan kekhawatiran Putra mahkota Jian Zhentian terhadap dirinya sedikit terharu.
“Ekhem…Kau orang kedua yang sangat peduli padaku setelah ibuku.” Ucap Yun Haoyan dengan nada kecil.
Putra mahkota Jian Zhentian yang mendengarnya berhenti dan menoleh melihat wajah Yun Haoyan dengan sangat dekat.
__ADS_1
Keduanya saling bertatapan selama beberapa detik hingga kedatangan ibu Yun Nuo membuyarkan keduanya.
See you