
Tap tap tap.
"Dasar para pria memang sangat menjengkelkan, aku tidak akan dekat dekat dengan mereka terutama pangeran kedua itu."
Dalam kamar tampak seorang wanita cantik yang sedang kesal akan sesuatu hal.
Ia menuang tehnya ke cangkir hingga penuh dan tumpah tumpah.
Ia meminum semua airnya dalam sekali teguk.
Prak!
"Hari ini benar-benar melelahkan, semua bahannya sudah terkumpul tinggal dibuat saja dan sudah selesai."
Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Yun Haoyan yang sedang kesal dengan ketiga pangeran yang terus mengganggu waktunya yang berharga.
Ia bangkit dan melihat bahan bahan yang sudah ia beli. Ia mengeluarkannya bahan-bahannya satu persatu dan menelitinya.
"Bahannya aman, bisa dibuat sekarang." Ucap Yun Haoyan.
Ia pergi mengambil baskom dan mengisinya dengan air hangat dan kembali ke kamarnya.
Ia membuka bungkusan tersebut dan mengambil bunga bunganya, ia memetik kelopak bunganya dan menaruhnya dalam baskom yang berisi air hangat itu.
"Lalalala…Nana nana nana…Nanana…"
Ia benar-benar asik memetik kelopak bunga itu dan tidak menyadari akan keberadaan seseorang yang sedang mencintainya.
Setelah selesai memetik semua kelopak bunganya ia menutup baskom air tersebut dan membiarkan uapnya naik ke atas.
"Biarkan semalaman dan besok uapnya akan terkumpul semua." Ucap Yun Haoyan.
Ia menaruh baskomnya di bawah meja dan pergi mengambil sebaskom air hangat lagi.
Ia menaruh semua bahan tanaman herbalnya ke baskom tersebut dan menutupnya, setelahnya ia menaruhnya di samping baskom kelopak bunga.
Selanjutnya ia membuat sesuatu lagi, ia mencampur semua bahan lainnya yang tersisa dan terus mengaduknya tanpa henti.
Setelah beberapa jam ia berhenti mengaduknya dan menutupnya. "Dibiarkan semalaman juga dan besok semuanya akan selesai." Ucap Yun Haoyan.
Ia menaruhnya di samping baskom baskom itu dan pergi untuk membersihkan dirinya dari keringat yang sudah super lengket.
Tiga puluh menit kemudian…
Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian latihan.
__ADS_1
Ia keluar ke halaman belakang paviliunnya dan latihan memanah dan menggunakan pedang. Setelah malam tiba ia mengganti lagi pakaiannya dan pergi ke ruang makan.
Tampak di sana semua orang telah hadir.
Ia cepat cepat masuk dan duduk di samping ibunya yaitu ibu Yun Nuo.
"Maafkan aku karena sedikit terlambat." Ucap Yun Haoyan.
Kaisar Jian Zhimo menggeleng gelengkan kepalanya. "Tidak apa apa, ayo kita makan sekarang." Ucap Kaisar Jian Zhimo.
Yun Haoyan tersenyum tipis dan makan.
Sedangkan ketiga pangeran tampak selalu meliriknya, begitupun dengan pria lainnya yang ada di samping permaisuri Wei Lie.
'Dia benar-benar cantik saat makan.' Batinnya.
Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Chang Yi, keponakan permaisuri Wei Lie dan selir Kekaisaran Wei Jing.
"Haoyan, hari ini kau cantik sekali, walaupun kau mengenakan cadar tapi aku bisa melihat kecantikan tiada tara di baliknya." Puji Chang Yi.
Jian Zhentian yang mendengar pujian tersebut mengepalkan tangannya. Ia menatap tajam. Chang Yi yang menurutnya sudah kelewatan.
Yun Haoyan tersenyum. "Terima kasih pujiannya." Ucap Yun Haoyan.
Jian Zhentian tentunya lebih terkejut lagi mendengar Yun Haoyan wanita pujaan hatinya membalas pujian pria lain si hadapannya.
Kaisar Jian Zhimo yang dapat melihat api kecemburuan di mata Jian Zhentian terkekeh kecil dan lanjut makan.
Tak lama setelahnya Yun Haoyan selesai duluan, ia pergi dari sana lebih dulu.
Srak…
Srak…
Di tengah jalan ke paviliunnya ia mendengar sebuah suara di pepohonan yang tak jauh dari jalanan.
Ia mempercepat jalannya sambil terus waspada. Tak lama setelahnya ia sampai di kamarnya.
Dan benar saja.
Baru selangkah masuk ke kamarnya sebuah jarum kecil tiba-tiba meluncur ke arahnya.
Dengan cepat Yun Haoyan menghindar dan mengeluarkan belatinya. Ia menangkis semu jarum jarum beracun yang di lemparkan ke arahnya.
Tak lama setelahnya beberapa anak panah yang cukup kecil dan tajam muncul tiba tiba dan menyerang Yun Haoyan dari segala arah.
__ADS_1
Namun hasilnya sama saja, Yun Haoyan berhasil menghindari dan menangkis semuanya dengan begitu mudahnya.
"Sepertinya pertahanan istana sudah mulai memudar." Gumam Yun Haoyan.
Ia mundur beberapa langkah ke belakang dan menggunakan kekuatannya yang sebenarnya.
Dalam tiga detik para pembunuh itu memunculkan dirinya dalam bentuk mayat hidup.
Mereka berjalan mendekati Yun Haoyan bagaikan zombie dan berlutut dengan hormat di hadapannya.
"Siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Yun Haoyan.
Para pembunuh itu menggeleng gelengkan kepalanya. "Kami tidak tahu, dia menggunkan jubah hitam, suaranya seorang perempuan."
Salah satu dari mereka angkat bicara dan mulai mengatakan yang sebenarnya.
"Apa tujuannya mengincarku?" Tanya Yun Haoyan lagi.
"Dia bilang… Dia membencimu, dia ingin kami membunuhmu dan menghancurkan hadiah yang kau siapkan…"
Yang lainnya ikut angkat bicara dan berkata jujur.
Yun Haoyan menghela napas pasrah. "Haih… Dengar ini, kalian tidak tahu apa yang terjadi hari ini, sekarang pulang ke orang yang menyuruh kalian." Ucap Yun Haoyan.
Serempak semua orang itu mengangguk anggukkan kepalanya dan pergi dari hadapan Yun Haoyan dalam keadaan masih dalam pengaruh semacam hipnotis.
Yun Haoyan duduk lotus di tengah tempat tidurnya dan menghirup udara dalam dalam. "Benar benar tidak ada habisnya." Ucap Yun Haoyan kesal.
Ia memfokuskan pikirannya dan mulai berkultivasi.
Tak lama setelahnya kesadarannya menghilang. Dan secara tiba-tiba ia muncul di sebuah tempat yang sangat aneh.
Pemandangan di sana sangat indah, semuanya hanya terlihat sebuah lautan. Air lautnya yang terlihat sangat jernih tak tercemar oleh lingkungan.
Di tengahnya itu terdapat sebuah pohon mirip pohon bunga fuji yang sangat sangat besar.
Yun Haoyan berada di bawah pohon itu. Ia melihat pemandangan yang sangat indah yang belum pernah ia lihat.
Ikan ikan lumba lumba yang. bermacam macam warna yang melompat lompat di lautan dan cahaya berwarna warni yang terbang ke sana kemari dan mengelilingi pohon bunga itu.
Ia terbang melayang ke atas melihat semua cahaya warna warni itu yang diserap masuk ke dalam pohon dan membuat pohon tersebut semakin kuat dan membesar sedikit demi sedikit.
'Apa ini… Yang dimaksud titik pusat dantian…' Batin Yun Haoyan.
'Benar benar diluar dugaan.'Lanjutnya.
__ADS_1
See you next time.