Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 34 Yun Haoyan lagi kasi paham Jian Zhentian.


__ADS_3

Sesudah makan ia langsung membawa piring makannya ke dalam dapur dan kembali lagi ke meja makan untuk mengambil piring kotor lainnya.


Setibanya di sana ia sangat terkejut melihat sosok pria yang tidak ia sukai mengumpulkan pirirng piringnya dengan cepat dan membawanya ke dapur dan dicuci hingga bersih.


“Apakah dia masih putra mahkota yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah itu? Apa dia sudah berubah ketika namanya kupanggil langsung tadi?”


----------------


Kebingungan mulai menghantui pikiran Yun Haoyan, ia tak habis pikir, bisa bisanya seorang pria yang tak ingin melakukan pekerjaan rumah tiba-tiba berubah drastis dan sangat rajin.


Ia mengikuti Putra mahkota Jian Zhentian ke dapur dan memperhatikan gerakan gerakannya.


“Hm…Apa kau sakit? Kau demam? Apa ada yang salah dengan otakmu?” Tanya Yun Haoyan bingung.


Putra mahkota Jian Zhentian berhenti, ia menoleh menatap Yun Haoyan.


“Jika aku tidak melakukan pekerjaan pekerjaan ini kau akan mengomel tak karuan, jadi aku melakukan ini semua agar kau berhenti mengomel.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan berdeham, ia masih tak percaya seseorang berubah karena dirinya terus mengomel? Padahal rasanya dia tidak pernah mengomel sedikitpun, ia hanya pernah menasehati putra mahkota Jian Zhentian sekali dan itupun tak lama san hanya beberapa menit saja.


‘Hm…Apa yang membuatnya berubah? Apa dia benar benar berubah karena aku terus menerus mengomelinya?’ Batin Yun Haoyan bingung.


Setelah sekian lama ia bersemedi dengan pikirannya putra mahkota Jian Zhentian tiba tiba saja memanggilnya ke dalam dapur.


“Hei! Berhenti berdiri terus disana, cepat kesini bantu aku cuci piring.” Panggil Putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan seketika tersadar dari lamunannya dan segera masuk dan membantu Putra mahkota Jian Zhentian cuci piring.


“Hm…Apa kau benar benar sudah berubah?” Ucap Yun Haoyan yang masih curiga.


Putra mahkota Jian Zhentian menelan salivanya dengan kasar, ia menoleh ke arah lain tanpa melihat Yun Haoyan sedikitpun.

__ADS_1


“Ataukah…Kau hanya pura pura berubah didepanku?” Ucap Yun Haoyan semakin curiga.


Putra mahkota Jian Zhentian segera berbalik menatap Yun Haoyan.


“Apa ketulusanku membantumu masih belum cukup? Kau ingin aku melakukan apa lagi agar kau percaya?” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Disaat itu juga ia menatap dalam mata Yun Haoyan, ia mengumpulkan semua keberaniannya bagaikan di medan perang dan menatap mata Yun Haoyan.


Yun Haoyan tertegun, ia segera menoleh ke arah lain dan segera menyudahi cuci piringnya.


Deg! Deg! Deg!


“Maaf, aku pergi menyapu diluar duluan, jika kau sudah selesai disini maka keluarlah dan bantu aku menyapu.” Ucap Yun Haoyan deg degan.


Dengan cepat Yun Haoyan pergi dari sana dan keluar dari paviliunnya dan mulai menyapu dengan cepat.


“Apa apaan tatapannya itu. Seolah olah ada perasaan yang bergejolak di antara matanya tadi.” Ucap Yun Haoyan.


“Jantungku juga deg degan begini.” Ucap Yun Haoyan sembari menyentuh dadanya.


Terlihat putra mahkota Jian Zhentian yang tertawa kecil sambil cuci piring.


“Kkkk…Hahahaha…Pasti wanita itu tersentuh dengan perkataanku, dia pasti sedang memikirkanku di depan sana.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.


Sesudah cuci piring putra mahkota Jian Zhentian keluar untuk membantu Yun Haoyan menyapu.


Disaat di luar langkahnya tiba-tiba berhenti dan tatapannya tertuju pada Yun Haoyan dengan seorang pria asing yang tak ia kenal namun pasti Yun Haoyan mengenali seseorang itu.


Tampak Yun Haoyan dan pria itu tertawa bersama dan berbicara dengan asik tanpa dirinya.


“Siapa pria asing yang wanita itu ajak bicara.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian kesal.

__ADS_1


Entah kenapa perasannya bercampur aduk melihat Yun Haoyan dengan sosok pria asing sedang bersama dan terlihat sangat dekat dan akrab.


Dengan langkah cepat ia mendekati Yun Haoyan dan menariknya ke dalam dekapannya.


Yun Haoyan yang tak mengira akan terjadi hal seperti itu terkejut, ia tak berkata apa apa selama beberapa saat.


“Siapa kau? Beraninya mendekati wanita Jian Zhentian.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian kesal.


Ia tak akan membiarkan pria asing itu mendekati Yun Haoyan kecuali dirinya.


“Eh, aku Long Yi Xuan.” Ucapnya.


Ternyata seseorang yang Yun Haoyan ajak bicara adalah Long Yi Xuan.


“Apa apaan kau ini?! Aku berbicara dengan gegeku.” Ucap Yun Haoyan kesal.


Ia berusaha keras dan berhasil lepas dari dekapan putra mahkota Jian Zhentian.


Putra mahkota Jian Zhentian terkejut. “Kau yang apa apaan, aku sudah menjauhkanmu dari pria lain tapi kau malah memarahiku.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan menatap tajam putra mahkota Jian Zhentian. “Apa urusanmu dengan semua ini?! Aku dekat dengan orang lain itu untuk urusanku dan bukan urusanmu, Kau hanya orang luar.” Ucap Yun Haoyan marah.


Ia jauh jauh dari putra mahkota Jian Zhentian dan ke samping Long Yi Xuan.


“Tapi dia juga orang luar, dia tidak bisa berdiri disampingmu.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian dengan tatapan dingin.


Yun Haoyan menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya. “Dia adalah gegeku, dia bukan orang luar, kaulah yang orang luar, kau bukan siapa siapaku, mengerti?” Yun Haoyan.


“Kau hanya orang asing yang tiba tiba saja ingin menikahiku dan tinggal di paviliunku seenaknya.” Ucap Yun Haoyan.


“Jika kau marah dengan perkataanku maka silahkan pergi dari sini.” Ucap Yun Haoyan sambil menunjuk ke arah pintu keluar paviliunnya.

__ADS_1


Putra mahkota Jian Zhentian yang juga ikutan kesal dengan kata kata Yun Haoyan pergi dari sana.


See you


__ADS_2