Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 40 Wanita wanita murahan.


__ADS_3

Beberapa menit kemudian beberapa bagian tubuhnya sudah dapat digerakkan.


Ia bangkit perlahan dan berjalan sempoyongan. “Sekali lagi terima kasih karena sudah membantuku membalas mereka.” Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian menggeleng gelengkan kepalanya. “Bukankah kita sebagai calon suami istri harusnya saling membantu saat suka dan duka.” Ucap Jian Zhentian.


...----------------...


Mendengar perkataan dari Jian Zhentian membuat kedua bola mata Yun Haoyan membesar dan melongo tak percaya.


“Calon…Suami, istri?”


Yun Haoyan tak menyangka Jian Zhentian akan mengatakan semua itu. Ia mulai gagap dalam berbicara.


“Kenapa? Bukankah seharusnya begitu?” Bingung Jian Zhentian.


Yun Haoyan mengangguk anggukkan kepalanya dengan canggung.“Ya…Yah, calon suami istri harunya saling mendukung, hahahaha…”


Yun Haoyan berbicara sambil tertawa canggung dan menoleh ke arah lain.


“Oh iya Haoyan, besok aku akan pergi ke istana untuk mengucapkan salam perpisahan pada yang mulia sebelum aku pulang, kau ikutlah denganku.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan terkejut dengan pangggilan Jian Zhentian terhadap dirinya.


“Kau memanggilku apa tadi? Haoyan? Kau beneran mau memanggilku begitu?” Ucap Yun Haoyan bingung.


Jian Zhentian yang mengangguk anggukkan kepalanya.


Yun Haoyan menghela napas pasrah dan langsung turun ke bawah walaupun dirinya masih sempoyongan.


“Aku akan turun ke bawah duduk di depan paviliun, disini sangat panas dan gerah.” Ucap Yun Haoyan.


Sementara Jian Zhentian yang mengikutinya dari belakang.


Di depan paviliun sudah tersedia beberapa kue ringan dengan cangkir teh yang terisi penuh dengan teh.


Yun Haoyan duduk dengan Jian Zhentian disana dan minum teh bersama.

__ADS_1


“Besok kita berangkat agak pagi karena aku masih harus mengurus kamar tamu itu.” Ucap Yun Haoyan.


“Sudah ku katakan bukan kalau aku akan mengirimkanmu banyak uang untuk memperbaiki kamar tamu itu dan menghidupi dirimu.” Ucap Jian Zhentian.


“Iya iya iya, terserah apa katamu.” Ucap Yun Haoyan.


Mereka berdua saling berdiaman satu sama lain hingga beberapa saat kemudian Yun Haoyan bengkit.


“Aku ingin pergi mengunjungi restoranku.” Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian ikut bangkit dengan cepat. “Kalau begitu aku ikut juga.” Ucap Jian Zhentian.


Yun Haoyan menatap tajam Jian Zhentian. “Kalau begitu jangan mencari masalah dengan orang lain.” Ucap Yun Haoyan.


Jian Zhentian mengangguk anggukkan kepalanya.


Yun Haoyan berdeheman dan menghela napas pasrah. “Baiklah, kau ikutlah.” Ucap Yun Haoyan.


Yun Haoyan menghela napas pasrah di setiap perjalanan. Ia tak menyangka akan diikuti terus oleh Jian Zhentian.


Dan di lain sisi terlihat Jian Zhentian yang sedang menampilkan wajah polos namun dingin dan acuh tak acuh.


“Bu, pria itu tampan sekali…”


“Diamlah nak, dia sudah memiliki pasangannya.”


Jian Zhentian yang mendengar perkataan perkataan gadis gadis itu tersenyum puas.


Sementara Yun Haoyan yang mendengarnya bersikap acuh tak acuh dan berjalan dengan malas.


Di tengah perjalanan keduanya malah di hadang oleh dua orang wanita.


“…”


Yun Haoyan mengetahui kemungkinan kenapa kedua wanita itu menghadangnya.


Benar, mereka ingin mendekati Jian Zhentian yang terlihat sangat mempesona dan tampan.

__ADS_1


“Berikan pria itu pada kami dan kami tidak akan menyakitimu.”


Yun Haoyan menoleh ke belakang menatap Jian Zhentian dan kembali menarap kedua wanita itu.


“Baiklah, ambil saja, aku tidak peduli.” Ucap Yun Haoyan.


Lain dari mulutnya hatinya malah berkata lain. Hatinya terasa sedikit sakit melihat ada wanita yang meminta Jian Zhentian darinya.


‘Dasar wanita wanita itu, mereka hanya ingin meminta saja dan tidak ingin berusaha.’ Batin Yun Haoyan.


Dia terus berjalan menjauh dari Jian Zhentian yang sudah dikerumuni wanita wanita cantik dengan body tubuh yang sangat menggoda.


Beberapa lainnya mengenakan pakaian yang agak terbuka dan memperlihatkan belahan dada mereka.


Terlihat Yun Haoyan yang berjalan semakin menjauh, sedangkan Jian Zhentian yang melihat kepergian Yun Haoyan terkejut.


Ia ingin mengejar Yun Haoyan namun kerumunan wanita wanita tak tahu malu itu malah menghadang dan menghalangi jalan Jian Zhentian.


“Tuan muda, anda mau kemana?”


“Tinggallah disini dan menikahlah denganku.”


Berbagai ucapan keluar dari mulut mulut wanita wanita itu namun Jian Zhentian mengabaikannya.


“Jika kalian berani menghalangi jalanki maka aku tidak akan segan segan membunuh kalian semua.” Ancam Jian Zhentian.


Seketika semua wanita wanita murahan itu terkejut dan langsung mundur.


Jian Zhentian menatap tajam wanita wanita itu dan langsung mengejar kepergian Yun Haoyan yang sudah tak kelihatan.


“Haoyan! Haoyan tunggu aku!” Teriak Jian Zhentian.


Yun Haoyan yang tak mendengar apa apa terus berjalan dengan cepat hingga ia sampai di restorannya.


Ia langsung masuk dan melihat kemajuan koki kokinya.


“Bagaiamana kemajuan kalian semua?” Ucap Yun Haoyan.

__ADS_1


See you


__ADS_2