Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 33 Jian Zhentian berubah kah?


__ADS_3

‘Beraninya wanita ini bergerak tak karuan didekatku.’ Batin Putra mahkota Jian Zhentian kesal.


Yun Haoyan mengerjap dan membuka kelopak matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah dada bidang putra mahkota Jian Zhentian.


Apakah dia terkejut? Tentu saja dia sangat sangat terkejut, karena untuk pertama kalinya ia begitu dekat dengan seorang pria dan bahkan melihat dada bidangnya.


...----------------...


Akh!!


“dasar pria cabul! Hidung belang!”


“Menjauh dariku!”


Teriakan terkejut Yun Haoyan membuat Putra mahkota Jian Zhentian juga ikut terkejut.


Dengan cepat Yun Haoyan menendang perut putra mahkota Jian Zhentian hingga terjatuh dari tempat tidur.


Brak!


“Ukh…Dasar wanita yang tidak tahu malu! Aku juga tidak mengapa ngapakanmu dan kau sudah mengatakan yang tidak tidak.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian kesal.


Sementara Yun Haoyan yang masih terkejut segera mundur ke belakang dan melindungi tubuhnya.


Putra mahkota Jian Zhentian yang melihat hal tersebut bangun.


“Huh, aku tidak bisa tidur di kursi, semua tubuhku rasanya sakit semua jadi pindah kesini dan tidur di sebelahmu.” Jelas putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan yang mendengar perkataan Putra mahkota Jian Zhentian menghela napas lega, ia dengan cepat turun dari tempat tidurnya dan merapikan bajunya yang berantakan.


“Hmp! Lain kali jika kau berani masuk ke dalam kamarku diam diam aku tidak akan segan segan menendangmu dengan lebih keras lagi.” Ucap Yun Haoyan kesal.


Yun Haoyan turun ke bawah segera ke kamar mandi dan mandi dengan cepat lalu kembali lagi ke kamarnya dan mengenakan pakaian sederhana.


“Dasar pria sialan, beraninya dia memasuki kamarku diam diam, setelah menikah nanti aku akan melakukannya pada ibunya kalau putranya semasa dirumahku itu berperilaku seperti orang mesum.” Gerutu Yun Haoyan sambil menyisir rambutnya.

__ADS_1


Putra mahkota Jian Zhentian yang mendengar gerutuan Yun Haoyan menghela napas pasrah, ia juga tampak kesal dengan Yun Haoyan.


“Eh! Tunggu tunggu, kenapa aku malah menyebutkan setelah menikah dengannya seakan akan aku benar-benar ingin menikahinya?”


Tiba tiba ia tersadar dengan apa yang baru saja dia katakan barusan.


“Dasar kau ini, sadarlah Haoyan, dia itu kasar dan tidak dapat melakukan apa apa selain mengerjakan berkas berkas dan bertarung. Jangan mencintai orang seperti itu.” Ucap pada dirinya sendiri.


Ia mencoba meyakinkan dirinya agar tidak jatuh hati pada pria seperti putra mahkota Jian Zhentian.


Sementara putra mahkota Jian Zhentian yang mendengarnya mengerutkan keningnya. “Apa? Dia tidak ingin jatuh cinta dan tidak ingin mencintai orang sepertiku?” Ucap putra mahkota Jian Zhentian terkejut.


Ia segera masuk ke dalam kamar Yun Haoyan.


Brak!


“Apa maksudmu mengatakan semua itu?!” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian mengejutkan Yun Haoyan.


Untung saja Yun Haoyan selesai mengenakan pakaiannya jika tidak mungkin Putra mahkota Jian Zhentian akan melihat semua aset aset miliknya.


“Hah! Ada apa kau kesini? Kau mau mencari masalah lagi?” Ucap Yun Haoyan kesal.


Ia tak habis pikir dengan putra mahkota Jian Zhentian yang baru tidak ada habis habisnya membuat dirinya terkejut.


“Aku tanya kau, kenapa kau tidak ingin jatuh cinta pada orang sepertiku dan kenapa kau tidak ingin mencintai seseorang seperti diriku?” Tanya Putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan yang mendengar pertanyaan itu terkejut. “Jadi…Sedari tadi kau menguling pembicaraanku?” Ucap Yun Haoyan.


Putra mahkota Jian Zhentian terkejut. “Jawab dulu pertanyaanku kenapa kau mengatakan semua itu.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


Yun Haoyan menghela napasnya, ia pergi duduk di kasurnya. “Orang seperti dirimu itu kasar dan tidak bisa membantu dalam pekerjaan rumah, orang sepertimu hanya tahu mengerjakan berkas. berkas dan bertarung saja.” Ucap Yun Haoyan.


“Tidak hanya itu, orang sepertimu tidak akan tahu perasaan seorang perempuan, orang sepertimu mungkin juga tidak akan setia pada pasanganmu dan mencari wanita lain dan meninggalkan pasanganmu yang sangat mencintaimu.” Ucap Yun Haoyan lagi.


Ia bangkit dan mendekati putra mahkota Jian Zhentian.

__ADS_1


“Aku tidak ingin nasibku begitu, aku tidak ingin mencintai seseorang yang tidak mencintaiku dan malah mencintai wanita lain.” Ucap Yun Haoyan lalu ia keluar dari kamarnya meninggalkan putra mahkota Jian Zhentian disana sendiri.


Putra mahkota Jian Zhentian tampak mengepalkan tangannya setelah mendengar semua perkataan Yun Haoyan.


“Jadi, maksudmu aku tidak pantas untuk menikahimu? Begitu?” Gumamnya.


Ia berbalik dan keluar dari kamarnya Yun Haoyan. “Kalau begitu kau akan menyesalinya, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dan tidak akan mau berpaling dariku.” Ucapnya sambil turun dari tangga.


Sedangkan disisi lain terlihat Yun Haoyan yang sedang mempersiapkan sarapan pagi.


“Hei kau, turun makan.” Panggil Yun Haoyan.


Putra mahkota Jian Zhentian dengan cepat ke ruang makan dan duduk di kursinya.


“Hei, bisakah kau memanggilku dengan namaku?” Tanya Putra mahkota Jian Zhentian mencoba untuk bersabar dan manahan amarahnya.


Yun Haoyan duduk dan menatap putra mahkota Jian Zhentian. “Karena aku lupa siapa namamu.” Ucap Yun Haoyan santai.


Putra mahkota Jian Zhentian semakin marah marah dan marah dibuat oleh Yun Haoyan.


“Namaku adalah Jian Zhentian, ingat itu.” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan mengangguk pelan. “Kalau begitu tuan Jian, silahkan makan makananmu sebelum makanannya dingin.” Ucap Yun Haoyan sembari makan.


“Tuan Jian? Panggil aku Tian saja, panggilan tuan membuatku terlihat lebih tua dan asing dimatamu.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.


“Baik putra mahkota Jian…Oh maksudku Ti-tian.” Ucap Yun Haoyan gagap.


Ia tak tahu harus berkata apa untuk memanggil namanya langsung.


Sesudah makan ia langsung membawa piring makannya ke dalam dapur dan kembali lagi ke meja makan untuk mengambil piring kotor lainnya.


Setibanya di sana ia sangat terkejut melihat sosok pria yang tidak ia sukai mengumpulkan pirirng piringnya dengan cepat dan membawanya ke dapur dan dicuci hingga bersih.


“Apakah dia masih putra mahkota yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah itu? Apa dia sudah berubah ketika namanya kupanggil langsung tadi?”

__ADS_1


See you


__ADS_2