Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 24 Akhirnya mulai latihan juga Haoyan


__ADS_3

Ibu Yun Nuo menghela napas lega mendengar Yun Haoyan baik baik saja mengatasi masalah itu.


“Nak, kau harus hati-hati dalam setiap langkahmu, jangan pernah meremehkan lawanmu meski lawanmu itu lemah.” Ucap Ibu Yun Nuo pads Yun Haoyan.


Yun Haoyan mengangguk pelan dan selesai makan. Ia kembali ke paviliunnya dan mandi sebelum istirahat.


...----------------...


Di tengah malam tiba tiba saja seseorang muncul dan memasuki kamar Yun Haoyan.


Sosok misterius itu tampak terluka parah dan berlindung di dalam kamar Yun Haoyan.


Disaat Itu juga terdengar suara dari para prajurit kerajaan yang mengetuk terus pintu paviliun Yun Haoyan.


Tok tok tok.


“Nona Yun! Mohon keluar sebentar.”


Panggilan dari seorang prajurit membangunkan Yun Haoyan, ia segera bangkit dan membukakan pintu untuk prajurit.


“Ada apa tengah malam begini membangunkan orang yang tengah tidur.” Ucap Yun Haoyan mengantuk.


“Maafkan kami nona Yun, tapi kami sedang mengejar seorang pembunuh, kami lihat jejak terakhir darinya adalah di paviliun nona jadi mohon izinkan kami untuk kengecek ke dalam.” Ucap prajurit yang brtanggung jawab itu.


Yun Haoyan melebarkan matanya dan melihat jelas prajurit prajurit itu.


“Oh, kau memiliki sopan santun yang bagus dan juga memiliki aura wibawa, baiklah kalian diizinkan masuk tapi jangan membuat kamarku berantakan.” Ucap Yun Haoyan.


Para prajurit itu mengangguk pelan dan segera masuk ke paviliun Yun Haoyan, mereka memeriksa dari seluruh tempat dan tidak menemukan apa apa, akhirnya mereka keluar lagi.


“Terima kasih karena nona Yun mengizinkan kami menggeledah paviliun nona, kami izin pamit dulu.” Ucap prajurit itu lalu pergi.


Yun Haoyan tersenyum dan masuk lalu menutup rapat rapat pintunya.


Setelah memasuki kamarnya ia langsung disergap oleh pembunuh itu.

__ADS_1


Yun Haoyan juga sudah menduganya, ia segera melawan balik dan berhasil menendang perut pembunuh itu hingga terpental jauh ke sudut kamarnya.


Tampak pembunuh itu langsung pingsan, Yun Haoyan juga sedikit terkejut. Ia segera membantu pembunuh itu bangkit dan membaringkannya di kasurnya.


Sesudahnya ia segera pergi mengambil kotak obat dan mengobati luka lukanya, setelahnya ia membalutnya dan kemudian mengistirahatkannya di atas kasurnya sedangkan dia berbaring di lantai.


Keesokan harinya Yun Haoyan terbangun dengan tubuhnya yang sudah ada di atas kasur empuknya.


Ia bingung, ia melihat ke bawah dan ke kasurnya secara gonta ganti.


“Eh? Kemana pembunuh itu pergi?” Bingung Yun Haoyan.


Ia bangkit dari kasurnya dan melihat surat yang ada di atas mejanya, ia membacanya dan seketika kesal.


“Dasar pembunuh sialan, sudah pergi tanpa berterima kasih, uang pun tidak dikasih, setidaknya berikan satu koin emas ataupun limapuluh koin emas, aku sudah menolongmu dan kau, dasar sialan.” Kesal Yun Haoyan.


Dengan kesal Yun Haoyan terus menggerutu hingga turun ke bawah dan menyiapkan sarapan paginya sendiri.


“Setidaknya kasih aku hadiah kek, atau apalah agar aku bahagia sedikit.” Kesalnya.


“Hi! Dasar wanita serakah.”


Setelahnya pembunuh itu kabur entah ke mana dan menghilang tanpa jejak.


Sedangkan Yun Haoyan yang merasakan kepergian pembunuh itu mengerutkan keningnya. Sudah mendengar gerutunya juga masih tetap tidak bayar, apa apaan itu.


“Dasar tidak tahu terima kasih.” Kesal Yun Haoyan.


Setelah sarapan dia lari lari kecil mengelilingi paviliunnya setelahnya mulai berkultivasi. Dia ke halaman belakang paviliunnya dan duduk lotus, dia menarik napas dalam-dalam dan hembuskannya secara perlahan.


Di la terlihat sangat fokus dan memejamkan matanya, secara perlahan ia menyerap energi Qi yang ada di sekitarnya.


Beberapa saat kemudian ia berhasil, ia perlahan membuka katanya dan mengedipkan kelopak matanya secara perlahan.


Terlihat berbagai macam warna melayang layang di sekitarnya. Yun Haoyan tentunya terkejut dan mencoba untuk menyentuh warna warna yang melayang layang itu.

__ADS_1


“Apa ini…?”


Yun Haoyan terlihat kebingungan, tapi ia tak ambil pusing. Dia mulai menggunakan kekuatannya dan langsung bisa menggunakan energi Qi nya.


Dia sangat senang dan melompat ke sana kemari. “Aku akhirnya bisa berkultivasi, aku bisa hidup panjang dan membalaskan dendam keluargaku.” Ucap Yun Haoyan senang.


Sementara itu, terlihat ibunya yang juga berhasil berkultivasi kemba setelah puluhan tahun lamanya.


Ia langsung naik tingkat dan berada di atas tingkatan Yun Haoyan.


“Hahaha…Nak, jika kau ingin mendahului ibu maka kau harus berusaha keras, hahaha…” Gumam ibu Yun Nuo senang.


Di mulai dari saat itu ini anak itu mulai latihan kencang dan bertekad saling mengelambungi satu sama lain.


Seminggu mereka lalui hinggalah mereka setingkat yaitu, tingkat gold core level lima.


Dan hari berikutnya Yun Haoyan sengaja tak latihan dan pergi menemui ibunya, begitupun dengan sang ibu yang juga tidak latihan dan menunggu kedatangan Yun Haoyan.


Tok tok tok.


“Ibu, apa ibu ada di dalam?”


Terdengar Yun Haoyan yang sudah ada di depan pintu paviliun ibu Yun Nuo.


Ibu Yun Nuo segera keluar dan membukakan Yun Haoyan pintu.


“Nak, akhirnya kau datang juga, ibu sudah menunggumu sejak tadi.” Ucap Ibu Yun Nuo.


Yun Haoyan tersenyum dan segera masuk, ibu Yun Nuo langsung menutup pintunya.


Kedua orang itu lalu ke ruang makan dan berbincang bersama.


“Ibu, kali ini aku akan melambungimu.” Ucap Yun Haoyan.


Ibu Yun Nuo terkekeh kecil sembari meminum tehnya. “Hehehe…Coba saja jika kau bisa.” Ucap Ibu Yun Nuo.

__ADS_1


See you


__ADS_2