Time Travel Qin Hao Yan

Time Travel Qin Hao Yan
BAB 35 Putra mahkota Jian Zhentian mabuk.


__ADS_3

“Kau hanya orang asing yang tiba tiba saja ingin menikahiku dan tinggal di paviliunku seenaknya.” Ucap Yun Haoyan.


“Jika kau marah dengan perkataanku maka silahkan pergi dari sini.” Ucap Yun Haoyan sambil menunjuk ke arah pintu keluar paviliunnya.


Putra mahkota Jian Zhentian yang juga ikutan kesal dengan kata kata Yun Haoyan pergi dari sana.


...----------------...


Putra mahkota Jian Zhentian berdecik kesal dan pergi dari sana dengan kesal tanpa menatap Yun Haoyan maupun Long Yi Xuan.


Eh, nama Long Yi Xuan ada di cerita ini kan?


Next…


“Dasar sialan…Untuk apa aku mengkhawatirkan wanita itu dekat dengan pria lain?!”


Selama perjalanan putra mahkota Jian Zhentian terus menggerutu tak karuan dan terus mengomel tanpa henti hingga ia berhenti di sebuah rumah bordil.


Ia masuk ke dalam dan segera memesan kamar VIP dan beberapa kendi alkohol.


Ia minum di dalam ruangan itu tanpa henti sendirian hingga malam hari.


Ia mabuk-mabukan sambil terus mengulang ulang kalimat yang sama sebanyak ratusan kali.


“Apa kau dengar itu? Dia hanya menganggapku sebagai…Orang asing…Hehehehe…Orang asing…”


Pelayan pelayan yang ada disana jadi merasa kasihan pada putra mahkota Jian Zhentian yang mereka kira sedang putus cinta.


Mereka mulai pergi dari sana dan meninggalkan Putra mahkota Jian Zhentian disana sendiri, disaat itu juga seorang wanita masuk dan duduk si depan putra mahkota Jian Zhentian.


“Eh? Yun Haoyan? Hm…”


“Kau bukan Haoyan…Siapa kau?” Ucap putra mahkota Jian Zhentian. Penglihatannya mulai kabur dan tidak jelas.


“Em…tuan, apa saya boleh tahu mengapa tuan disini?”

__ADS_1


Putra mahkota Jian Zhentian mendongakkan kepalanya ke atas. “Kenapa aku ada disini? Hm…Itu karena Haoyan mengusirku, dia bilang…Dia bilang aku ini hanya orang asing baginya…” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.


“Bukankah dia terlalu kejam padaku? Padahal kami juga akan, segera bertunangan…” Ucap putra mahkota Jian Zhentian.


Wajahnya tampak sedih dan mabuk keras. Ia tak menyangka Yun Haoyan akan mengatakan kata kata itu padanya.


“Ternyata begitu…Tuan, anda dapat memenangkan kembali hatinya dengan berbuat baik dan melakukan semua perintahnya baik ataupun buruknya perintah itu.” Jelasnya.


Putra mahkota Jian Zhentian menatap wanita itu. “Apa ada cara lainnya agar dia cepat luluh padaku.” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.


Wanita itu tersenyum manis. Ia mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong uangnya.


“Ambil token ini, besok kembalilah lagi kesini dan aku akan memberitahumu semua cara ampuh agar orang yang tuan sukai dapat luluh pada tuan.” Ucap Wanita itu.


putra mahkota Jian Zhentian mengambilnya dan menaruhnya dalam bajunya. “Siapa…Namamu?” Tanyanya.


“Hehe…Namaku Jianning.” Ucap Jianning senyum.


Putra mahkota Jian Zhentian bangkit. “Kalau begitu…Aku akan pulang dan mengikuti semua perintahnya…” Ucap Putra mahkota Jian Zhentian.


Dalam perjalanan dia terus menyebutkan nama Yun Haoyan Yun Haoyan Yun Haoyan terus. Ia tak pernah berhenti memanggil nama Yun Haoyan hingga ia sampai di paviliun Yun Haoyan.


Ia menerobos masuk dan membuat keributan di dalam.


prang!


“Ouch! Aduh…”


Yun Haoyan yang tengah tertidur tiba tiba saja terkejut dengan keributan yang putra mahkota Jian Zhentian perbuat.


Dengan cepat ia turun dengan pakaian berantakan, ia melihat putra mahkota Jian Zhentian yang terbaring di pantai dengan kaki yang terluka karena meninjak pecahan kendi arak.


“Zhentian?!”


Yun Haoyan terkejut melihatnya, dengan cepat dia berlari dan menolong putra mahkota Jian Zhentian.

__ADS_1


“Zhentian, bangun Zhentian, apa kau mendengarku?” Ucap Yun Haoyan khawatir.


Putra mahkota Jian Zhentian seketika terbangun mendengar Yun Haoyan yang memanggil langsung namanya.


“Haoyan…Maafkan aku…Aku akan mengikuti semua perintahmu kedepannya.” Gumam Putra mahkota Jian Zhentian.


Yun Haoyan menggeleng gelengkan kepalanya, ia mengangkat tubuh putra mahkota Jian Zhentian yang berat ke dalam kamarnya dan membaringkannya di kasurnya.


Setelahnya ia mengambil kotak obatnya dan mengobati luka di kaki putra mahkota Jian Zhentian akibat pecahan kendi.


Secara perlahan Yun Haoyan membersihkan lukanya dan meniup niupnya agar putra mahkota Jian Zhentian tak kesakitan.


Setelah membalut lukanya ia turun kebawah dan membersihkan pecahan kendinya lalu naik lagi ke atas sambil membawakan air hangat.


Ia mengelap seluruh tubuh putra mahkota Jian Zhentian dengan kain yang sudah diceburkan di air hangat.


Setelahnya Ia membuka baju putra mahkota Jian Zhentian sambil menutup matanya dan menggantinya dengan yang baru.


“Dia sangat merepotkan…Hoam…” Ucap Yun Haoyan.


Ia kembali duduk dan perlahan tertidur di samping putra mahkota Jian Zhentian hingga pagi hari.


Saat pagi hari tiba putra mahkota Jian Zhentian tiba tiba terbangun dan melihat Yun Haoyan yang tertidur di sampingnya.


“Ukh! Kepalaku pusing sekali…”


Ia mencoba untuk bangkit namun kepalanya terasa begitu sakit dan membuat Yun Haoyan bangun dengan terkejut.


“EH? Kau sudah sadar? Tunggu sebentar aku turun buatkan obat pereda pusing untukmu.” Ucap Yun Haoyan.


Ia bangkit dengan terburu buru dan membuat obat dengan terburu-buru.


Setelahnya ia naik ke kamarnya dan memberikannya pada putra mahkota Jian Zhentian. “Minumlah perlahan, dengan obat ini rasa pusingmu akan reda.” Ucap Yun Haoyan.


Tampak Yun Haoyan tak dapat tidur dengan nyenyak dan kini dia memiliki kantong mata karena mengurusi putra mahkota Jian Zhentian yang mabuk semalaman.

__ADS_1


See you


__ADS_2