
Seorang gadis yang berusia 19 tahun sudah bekerja menetap di sebuah restoran untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan demi merubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
Ya Gadis tersebut ialah Alisya, ia adalah gadis cantik yang murah senyum, ramah dan suka menolong merupakan sifat mulia darinya. Alisya adalah seorang anak yatim piatu dan hidup seorang diri tanpa ada satupun keluarga yang menemaninya, karena ia dulunya tinggal di sebuah panti asuhan.
Sungguh hidup sendiri akan terasa sepi karena tak ada yang menemani walaupun munculnya orang baru tak akan merubah suasana rindu.
Alisya mempunyai seorang sahabat bernama Mira, ia juga bekerja satu tempat yang sama dengan Alisya. Keduanya sudah seperti saudara kembar yang memang tak memiliki ikatan darah namun sudah saling menganggap satu sama lain saudara.
Alisya sudah menganggap Mira sebagai keluarganya sendiri karena memang dirinya yang hidup seorang diri. Mira adalah sahabat yang ceria, usil, dan bar bar. Tak jarang mereka tertawa bersama karena ulah si Mira yang terkadang terlalu konyol namun itulah namanya sahabat.
Terkadang sahabat yang baik akan menjadi munafik entahlah namanya juga manusia pasti ada kurang dan lebihnya. Jadi pintar-pintar pilih seorang sahabat karena sahabat tidak akan pernah berkhianat sedangkan seorang teman terkadang menusuk dari belakang. Jadilah seorang sahabat yang selalu memberi tanpa mengingat dan selalu menerima tanpa sebuah syarat.
Di suatu malam
"Sya kamu pulang dulu aja ini udah malem biar aku aja yang beresin takutnya nanti ga ada taksi ataupun ojek" kata Mira.
"Kalau aku pulang kamu pulangnya gimana?" tanya Alisya.
__ADS_1
"Tenang aja Sya, aku nanti dijemput sama pacar aku" jawab Mira dengan seulas senyum.
Alisya menghela nafas. "Baiklah aku pulang dulu ya, Ra" kata Alisya.
"Hati-hati di jalan Sya" kata Mira.
"Iya ra" jawab Alisya. Alisya keluar restoran dan mulai berjalan menuju sebuah halte yang sedikit jauh dari restoran. Tiba-tiba......
Akhhhhhh
Saat akan memesan taksi tak sengaja Alisya mendengar dari arah kejauhan ada seseorang yang mengerang kesakitan. Alisya menajamkan pendengarannya dan mengikuti asal muasal suara itu yang ternyata berasal dari sebuah gang buntu.
Kemudian dengan segera Alisya menuju sebuah gang buntu itu dan melihat apakah ada sesuatu yang mencurigakan atau tidak. Perlahan-lahan melangkah dan menyalakan senter di hpnya, karena keadaan malam itu yang sangat gelap ditambah tak ada satu pun lampu yang meneranginya.
Alangkah terkejutnya ia ketika melihat ada seorang laki-laki yang sudah paruh baya terkapar tak berdaya di atas jalan gang buntu itu dengan darah yang mengucur deras di perutnya dan jangan lupakan ada pisau yang menancap di perutnya. Dengan segera ia memangku kepala pria paruh baya itu dan berteriak meminta pertolongan.
"Tolongg....tolonggg" teriak Alisya yang kebingungan mencari bala bantuan.
__ADS_1
Tapi nihil tak ada seorang pun disana dan lagi saat itu sudah hampir tengah malam. Alisya bingung ia harus bagaimana untuk menyelamatkan nyawa seorang pria paruh baya itu.
"Nakkk....tolonggg....ca-cabut....pi-pisaunya sshhhh" kata pria paruh baya itu pelan dengan menahan rasa sakit di perutnya akibat berbicara.
"A-aku tidak berani tuan" kata Alisya.
"A-aku mo-mohon.....nakk" pinta pria paruh baya itu dengan terbata-bata. "Maafkan aku tuan" kata Alisya dengan segera mencabut pisaunya.
Sreeppp
"Arghhhh, te-terima kasihhh telah menolongku se-semoga kau hidup bahagia nak" ucapan terakhir pria paruh baya seraya tersenyum tulus pada Alisya. Dan seketika pria paruh baya itu menutup matanya rapat-rapat.
"Tuan, tuan bangun tuan" ucap Alisya dengan menggoyang-goyangkan bahu pria itu. Namun nihil tak ada pergerakan apapun bahkan denyut nadinya sudah tidak ada lagi.
Semoga tenang disisinya (doa Alisya dalam hati)
Tiba-tiba ada sorot lampu mobil yang terang menerangi Alisya dan pria paruh baya yang sudah tiada itu. Alisya menghalangi cahaya lampu mobil dengan tangannya dan keluarlah dua orang pria.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lakukan!" suara bariton seorang pria yang baru saja keluar dari mobil.