Tuan Muda Yang Kejam

Tuan Muda Yang Kejam
Eps 21 Dave Keceplosan


__ADS_3

"Akhhh sakiitttt tolong akuuuu!!!" Deklan tak kuasa menahan sakit saat para hiu mengoyak dan mencabik-cabik tubuhnya. Warna darah yang merah dan birunya air laut bercampur menjadi satu membuat suatu gradasi warna antara merah dan biru. Rasa sakit, perih, ngilu semua menjadi satu tanpa bisa Deklan sembunyikan saat itu.


Jika tuan muda memberikan pilihan ditembak mati atau jadi santapan hiu maka Deklan akan lebih memilih ditembak mati daripada menjadi makanan dari hiu-hiu yang kelaparan. Sungguh kematian yang sangat mengerikan dan tentunya juga sangat menyakitkan.


Tuan muda tersenyum sinis melihat takdir kematian dari Deklan. Bukannya merasa bersalah ia malah tersenyum penuh kemenangan karena siapapun yang berusaha mengganggu dirinya maka tak ada kata maaf dari diri sang tuan muda.


Dave yang melihat itu pun sebenarnya kasihan kepada Deklan tetapi apalah daya jika tuan muda sudah berkehendak maka tak ada yang bisa mengelak.


Dave mengulurkan tangannya untuk membantu sahabatnya naik ke kapal pesiar dan tuan muda pun menerima uluran tangan dari Dave. "Apa kau terluka?" Dave melihat tubuh tuan muda dari bawah sampai ke atas.


"Tidak," tuan muda menggeleng pelan.


"Disini hujan apa kau tidak ingin masuk ke dalam kapal?" tanya Dave yang langsung merangkul pundak tuan muda.


"Hm," tuan muda hanya berdehem mengiyakan ucapan Dave.


Mereka kemudian masuk ke dalam kapal pesiar. "Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya seorang pelayan kapal pesiar kepada dua orang di depannya. Tuan muda melirik Dave meminta penjelasan.


"Dia bukan musuh, dia adalah salah satu mafioso kita yang menyamar menjadi pelayan." Dave menjelaskan siapa pelayan yang ada di depannya, sebab sedari awal ia yang merencanakan semuanya dan tuan muda hanya menjalankan rencananya.


"Siapkan kamar mandi dan pakaian ganti untukku," kata tuan muda.


"Dan juga untukku," sahut Dave yang langsung menambahi perkataan tuan muda.


"Baik tuan," ucap pelayan itu dan pergi menjalankan perintah dari tuannya.


"Siapa yang mengendalikan kapal pesiar ini?" tanya tuan muda.


"Tenang saja nahkoda dari Deklan sialan itu sudah bekerja pada kita dan mungkin sebentar lagi kita akan sampai di dermaga, aku sudah mengatur semuanya sedetail mungkin jadi semua lancar," ujar Dave menaik turunkan kedua alisnya. Tuan muda hanya bersikap datar dan membuang muka mengacuhkan Dave.


"Luc," panggil Dave.


"Hm" balas tuan muda.

__ADS_1


"Kau memang pantas jika disebut sebagai seorang King Mafia." Dave menatap intens mata tuan muda.


"Kau tau kenapa?" ujar Dave yang menggantung.


"Karena kau itu sangat-sangat kejam!" Dave terkekeh diakhir kalimatnya.


"Bukankah kau juga?" tuan muda mendengus kesal pada Dave.


"Hem yah memang benar tapi kan tak seberingas dirimu," ujar Dave mengedikkan bahunya.


"Benarkah?" tuan muda menatap penuh tanda tanya pada Dave.


"Kau itu kejam, beringas, dingin, sombong, egois...." ucapan Dave terpotong.


"Hmm...aku egois ya?" tuan muda menatap tajam kearah Dave.


Aduh keceplosan lagi matilah aku!!!


"Heuh...ehm anu itu maksudku kau baik dan tidak sombong," ujar Dave mengelak perkataan tuan muda.


"Kau sudah berani ya!" tuan muda langsung mencekik leher Dave menggunakan lengan tangannya.


"Aduh ampun-ampun wahai yang mulia agung maafkanlah makhluk hidup ini," ujar Dave memegang lengan tuan muda yang mencekik lehernya. Di depan mereka seorang pelayan sedang menahan tawanya ketika melihat kedua tuannya sedang bertengkar kecil.


Dave dan tuan muda tidak tau jika ada pelayan yang sedang mengamati gerak gerik mereka karena mereka sibuk dengan dunianya sendiri. "Haha...ups" pelayan itu pun segera menutup mulutnya.


Dave dan tuan muda menoleh kearah pelayan itu dan langsung diam dengan tatapan datarnya. "Ma...maaf tuan sa...saya lancang sa...saya ingin memberitahu ji...jika kamar mandinya su...sudah siap" pelayan itu pun hanya menunduk tidak berani menatap kedua tuannya.


"Jika kau sekali lagi lancang maka akan kubunuh kau!" tuan muda langsung beranjak pergi meninggalkan pelayan dan Dave.


"Jangan lancang lagi dia tidak akan bermain-main dengan ucapannya. Dimana kamarnya?" ujar Dave.


"Kamarnya disebelah sana tuan," tunjuk pelayan itu dan Dave langsung mengejar tuan muda.

__ADS_1


"Luc kamarnya disana," tunjuk Dave pada salah satu ruangan.


"Bersihkan mayat-mayat yang ada di luar kapal pesiar tapi jangan semuanya!" perintah tuan muda.


"Siap bos hahaha..." balas Dave seraya hormat pada tuan muda membuat yang dihormati hanya menggeleng melihatnya. Kemudian tuan muda pergi menuju kamarnya dan Dave menyuruh seseorang untuk membereskan mayat-mayat yang berceceran di luar kapal.


"Hey kau!" panggil Dave pada pelayan tadi.


"Ada apa tuan?" pelayan menunduk hormat pada Dave.


"Bersihkan kekacauan di luar kapal dan simpan beberapa mayat yang masih bernyawa apa kau mengerti?" tanya Dave.


"Mengerti tuan!" jawab pelayan itu.


"Ajaklah yang lainnya untuk membantumu." Dave pergi menuju ruangan yang telah disediakan untuknya dan pelayan tadi segera melakukan apa yang diperintahkan oleh tuannya.


"Ayo bantu aku membersihkan kekacauan tadi," ajak pelayan kepada temannya dan mereka pun kemudian mengerjakannya bersama-sama.


...ΩΩΩΩΩΩ...


Di lain tempat Alisya membersihkan seluruh mansion sendirian. Meski sudah bersih sebab setiap hari dibersihkan oleh para pelayan di mansion, namun Alisya tetap membersihkannya karena dirinya sudah terikat perjanjian dengan tuan muda yang kejam itu bahwa ia tak akan menolak apapun perintahnya.


"Huh luas banget sih rumah ini! aku aja baru bersihin dua lantai masih ada beberapa lantai lagi, berapa lama lagi aku akan selesai membersihkan rumah seluas ini!" Alisya mengusap keringat yang menetes membasahi dahinya.


"Nona ada yang bisa bibi bantu?" tanya bi Minah yang melihat Alisya kelelahan.


"Tidak perlu bi aku bisa sendiri, aku tidak mau jika bibi terkena masalah gara-gara aku." Alisya tersenyum tulus dan menolak pertolongan bi Minah dengan halus.


"Maafkan bibi yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk nona Alisya" ujar bi Minah menunduk sedih.


"Tidak apa-apa bi ini sudah takdir Alisya jadi tidak ada yang bisa mengubahnya. Baiklah bi aku akan membersihkan lantai atas, permisi ya bi." Alisya pamit undur diri dari hadapan bi Minah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Keep smile ya guys😇😇😇...


__ADS_2