Tuan Muda Yang Kejam

Tuan Muda Yang Kejam
Eps 4 Bukan aku yang membunuh!


__ADS_3

Pagi telah tiba. Udara dingin menerpa membuat siapapun enggan untuk keluar dari dalam selimutnya. Bagaimana tidak tinggal di sebuah mansion di tengah-tengah hutan tak terbayang dinginnya, tapi jangan di permasalahkan karena di sana ada sebuah penghangat ruangan.


Waktu menunjukkan pukul 4 pagi, karena dinginnya pagi itu membuat sang tuan muda terbangun dari tidur nyenyaknya.


"Jam berapa ini" gumam tuan muda. Ia pun melihat jam yang terpampang di dinding dan ternyata masih sangat pagi. Ia pun kemudian mandi membersihkan tubuhnya dan berendam di air hangat untuk menetralisir pikiran yang menggangu dirinya.


"Kenapa gadis itu membunuh ayahku, apakah karena uang? berapa uang yang ditawarkan kepadanya sehingga membuat ia mau melenyapkan ayahku? apa dia seorang pembunuh bayaran? ahhhhh entahlah kepalaku pusing memikirkannya" gumam tuan muda seraya memegang kepalanya yang pening akibat memikirkan penyebab kematian dari ayahnya.


Setelah berendam menghilangkan peningnya, tuan muda segera berpakaian dan turun untuk makan. Saat melewati kamar di sebelahnya ia baru ingat bahwa ada seorang tawanan dalam kamar tersebut. Kemudian ia pun menghampiri pintu tersebut dan membuka pintunya.


Ceklek


Terlihat seorang gadis yang tengah tertidur pulas di atas kasur king size nya. Dan dengan segera ia mengambil air di nakas dan.....


Byurrr


Alisya terkaget bukan main, karena saat dirinya sedang tertidur tiba-tiba disiram dengan air oleh sang tuan muda yang kejam itu. Dirinya langsung terduduk dan mengusap wajahnya yang basah terkena air itu.


Padahal dia baru saja tidur jam 3 pagi tadi karena lelah menangis berjam-jam hingga membuat kedua matanya bengkak dan sipit dibuatnya. Tapi secara tiba-tiba sang tuan muda membangunkannya dengan cara menyiramkan air ke wajahnya.

__ADS_1


Siapa yang tidak kelabakan saat tengah tertidur pulas ada seseorang yang tak berdosanya menyiram dirimu dengan air hanya untuk membangunkanmu? bagaimanakah perasaanmu? entahlah yang pasti akan sangat menjengkelkan bukan dibangunkan secara tak manusiawi seperti itu?


Tuan muda kemudian menjambak, menyeret, dan menghempaskan Alisya lagi, lagi, dan lagi membuatnya meringis kesakitan akan perbuatan yang dilakukan oleh tuan muda yang menyiksanya itu.


"Pembunuh!" ucapan sang tuan muda terpotong oleh Alisya. "Aku bukan PEMBUNUH tuan!" bentak Alisya kepada tuan muda seraya menekan kata-katanya.


"Kau berani membentakku dan memotong perkataanku hah!" bentak sang tuan muda seraya mengapit pipi Alisya dengan satu tangannya.


"Lepaskan tuan hiks...hiks" tangis Alisya kembali pecah saat tuannya memperlakukannya dengan buruk lagi.


"Cih melepaskanmu? tidak semudah itu pembunuh!" ucap tuan muda dengan senyum devilnya.


Bukan tuan muda namanya jika ia mudah percaya pada seorang yang belum dikenalnya apalagi orang yang sudah melenyapkan ayahnya. Tetapi semua orang juga begitu tidak akan mudah percaya pada orang ketika sebuah bukti semua mengarah kepada dirinya.


Hati tuan muda sudah tertutup akan kabut kemarahan dalam dirinya. Tuan muda tidak akan mengampuni seseorang yang mengusik keluarganya bahkan jika ada yang mencoba melenyapkan orang terdekatnya maka siap-siap lah menderita seumur hidup dan tuan muda tak akan membiarkan pengusik mati secara mudah sebelum disiksa.


"Kau yang membunuh ayahku! Kau yang memegang pisaunya!" bentak tuan muda.


"Tapi bukan aku tuan bukan!" teriak Alisya.

__ADS_1


"Jika bukan kau kenapa kau ada disana malam malam hah! Tidak ada siapapun disana selain dirimu! kau bahkan mengenakan baju serba hitam! apakah dengan bukti fakta itu aku bisa percaya padamu bahwa kau tak membunuh ayahku hah katakan!" bentak tuan muda.


"Hiks...hiks...aku hanya sekedar menolongnya tuan, aku...aku tidak membunuhnya! tutur Alisya.


"Sekarang jawab siapa yang menyuruhmu membunuh ayahku hah!" suara bariton tuan muda sampai terdengar keluar.


"Aku sudah mengatakannya berkali-kali bahwa aku tidak membunuhnya tuan aku bukan pembunuh bayaran! kata Alisya dengan derai air mata.


"Kau tidak mau mengaku rupanya" ucap tuan muda dengan nada yang dingin.


"Katakan!" bentak tuan muda dengan menjambak rambut Alisya.


"Arghhh, sa....sakit tuan to....tolong lepaskan" pinta Alisya dengan nada merintih.


Tiba-tiba tuan muda menarik rambutnya agar mengikutinya menuju sebuah dinding dan......


...Selanjutnya 👉😊...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2