
Saat sampai di dermaga Louis langsung menyambut kedua temannya yang telah kembali dari misi pemberantasan para semut-semut kecil penghalang jalan mereka. Pelukan hangat ia berikan pada kedua sahabat bagaikan keluarga yang amat sangat disayanginya.
"Eh masih hidup juga ternyata," sindir Louis pada Dave.
"Ya kali mati muda sayangnya gue udah terlatih jadi manusia sekuat baja!" Dave memukul dadanya bangga pada dirinya sendiri.
"Songong banget ya! sok-sok an kuat padahal ada yang lebih kuat daripada loe," Louis tersenyum sinis menatap Dave.
"Terserah!" Dave menyibak rambutnya kebelakang dengan sok coolnya.
"Dasar, sok keren!" Louis mendorong bahu Dave pelan.
"Ada mayat yang masih hidup nggak?" tanya Louis pada kedua sahabatnya.
"Eh bego apa gimana nih yang namanya mayat itu ya udah mati mana ada mayat hidup!" Dave tak habis pikir dengan ucapan Louis yang mengada-ngada.
"Ya udah gue tanya sekali lagi yah, ada manusia yang masih hidup nggak?" tanya Louis dengan senyum terpaksanya.
"Lah di depan mata loe? emang nggak manusia?" Dave menatap Louis jengah.
"Up to you deh Dave gue waras gue ngalah." Louis hanya mendengus pasrah pada sahabatnya.
"Haha ada tuh manusia sekarat udah disiapin tenang aja dah nanti bakal dianter di rumah sakit loe!" Dave menepuk-nepuk punggung Louis.
"Oke baiklah lebih baik sekarang kita pergi dari sini yah gue masih banyak jadwal operasi di rumah sakit soalnya." Louis menatap jam dipergelangan tangannya. Tuan muda langsung pergi begitu saja meninggalkan kedua sahabatnya yang masih mengobrol ria.
"Kebiasaan ninggalin mulu deh!" Louis menatap punggung tuan muda yang menjauh meninggalkan dirinya.
"Ayo Dave!" Louis menarik lengan baju yang digunakan Dave dan menyeretnya untuk mengikutinya.
Saat sampai di depan mobil, mereka kemudian masuk dan mulai melaju meninggalkan dermaga itu. Suara deru mesin mobil menjadi penghantar keterdiaman mereka. Louis selaku pengemudi hanya bisa diam fokus memperhatikan jalanan ramai yang ia lewati.
Dave menatap tuan muda yang memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya pada kursi belakang hanya bisa menghela nafas melihatnya.
"Louis, di rumah sakit tidak ada kendala kan?" Dave menatap Louis.
"Hmm sejauh ini belum ada, semua berjalan lancar sebagaimana mestinya," jawab Louis. Dave hanya mengangguk paham merespon ucapan louis.
"Tapi hari-hari belakangan ini aku melihat banyak anak kecil yang mengemis di jalanan sekitar rumah sakitku." Dave menaikkan satu alisnya bingung akan pernyataan yang keluar dari mulut Louis.
__ADS_1
"Bukankah itu sudah wajar?" tanya Dave.
"Kurasa tidak karena mereka terlihat sangat mengenaskan, tubuhnya kurus dan penuh dengan banyak luka."
"Anak kecil itu juga berkata bahwa aku menyelamatkannya hari itu sesudah aku memberikan uang padanya kurasa ada kejanggalan disini karena mereka penuh dengan luka lebam yang tak wajar." Dave hanya menyimak dan mendengarkan dengan saksama perkataan yang diutarakan oleh Louis.
"Saat aku menanyainya kenapa di tubuhnya banyak luka lebam dan anak kecil itu malah menangis dan menjawab dengan sesenggukan bahwa itu hanya luka saat dia jatuh, aku tidak percaya begitu saja akan perkataanya karena sorot matanya menyiratkan hal lain dan aku juga seorang dokter yang bisa membedakan luka akibat jatuh ataupun luka saat dipukuli."
"Aku kasihan pada mereka, aku takut mereka hanya jadi objek pencari uang bagi oknum tak bertanggungjawab."
Beberapa menit berlalu dan mereka telah sampai di rumah sakit milik Louis.
"Kau lihat sendirikan betapa mirisnya anak-anak kecil tadi?" tanya Louis dengan wajah serius.
"Ya kau benar aku akan mencoba mencari tau kebenarannya." Dave keluar dari mobil dan menghampiri salah satu anak kecil diseberang jalan dekat dengan rumah sakit milik Louis.
"Hey tuan muda bangunlah!" teriak Louis yang membuat tuan muda terusik dan mau tak mau harus membuka matanya.
"BERISIK!" sarkas tuan muda saat dirinya dibangunkan dari tidur singkatnya.
"Dibangunin salah entar kalau samber dedemit rumah sakit baru tau rasa!"
Bruk
"Jika sekali lagi menggangguku akan kubunuh dirimu!" ujar tuan muda dengan tatapan tajamnya.
"Okay I don't bother you anymore (oke aku tidak mengganggumu lagi)" ujar Louis dengan menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf v.
Diseberang jalan Dave menghampiri seorang anak kecil yang tengah memegangi perutnya. "Hai ada apa? apa kamu lapar?" tanyanya dengan senyum manisnya. Anak kecil itu hanya mengangguk pelan.
"Baiklah tunggu sebentar, paman akan membelikanmu makanan ya?" Dave pergi ke sebuah restoran dekat dengan rumah sakit Louis. Tak lama ia pun kembali dengan membawa sekantung plastik makanan dan memberikannya kepada anak kecil itu.
"Siapa namamu?" tanya Dave pada anak kecil itu.
"Li-Lina," anak kecil itu hanya menunduk tak berani menatap wajah Dave.
"Jangan takut, paman bukan orang yang jahat kok justru paman ingin membantu kamu," ujar Dave lembut dan mengelus kepala anak kecil itu dengan sayang.
"Dimana orang tuamu dan mengapa kamu menjadi pengemis?" tanya Dave serius.
__ADS_1
"Orang tuaku sudah meninggal, aku diasuh oleh paman dan bibiku yang kemudian menjualku pada seorang berandal yang kejam hiks hiks..." tangis anak kecil itu.
"Sudah-sudah jangan menangis yah," Dave mengusap air mata yang keluar membasahi pipi Lina.
"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit sekarang untuk mengobati luka-lukamu ini?" tanyanya pada Lina.
"Ini hanya luka kecil paman," jawab Lina dengan tersenyum manis.
"Bagaimana kalau paman membawamu pergi dari berandal kejam itu? apa kamu mau?" tanya Dave.
Sepertinya paman ini baik jika aku ikut dengannya aku bisa bebas dari berandal kejam itu agar aku tidak disiksa lagi.
"A-aku mau paman ta-tapi adikku masih ada disana aku takut dia diapa-apain sama berandal itu," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
"Dia adalah satu-satunya keluargaku yang masih hidup dan aku sudah berjanji pada ibuku untuk selalu menjaganya dan melindunginya." Air mata luruh dari pelupuk mata Lina.
"Paman akan membebaskan adikmu nanti sekarang kamu harus diobati dulu ya?" Dave mengulurkan tangannya agar digapai oleh Lina.
"Paman janji kan!" Lina menunjukkan jari kelingkingnya sebagai syarat bahwa Dave harus berjanji.
"Paman janji!" Dave mengaitkan jari kelingkingnya ke jari Lina.
"Ayo!" ajaknya pada Lina.
Mereka kemudian menuju ke rumah sakit milik Louis.
.
.
.
.
.
...Kebanyakan actionnya?...
...memang genre nya aja action...
__ADS_1
...bosan boleh ga baca janganðŸ¤...
...jangan bosen-bosen yah ikuti terus novel author👉👈...