
Saat perjalanan pulang tuan muda menjumpai seorang laki-laki asing di hutan yang tengah kebingungan dan memanggil-manggil nama seseorang.
"Alisya" teriak laki-laki itu.
"Dimana kau Alisya" teriaknya lagi. Tuan muda berhenti dan kemudian menelpon Dave.
"Cepat cari tau siapa nama gadis itu dalam lima menit dari sekarang" kata tuan muda dan langsung mematikan teleponnya.
Belum sampai lima menit hp tuan muda berdering. "Halo Luc aku ingin memberitahu informa...."belum sempat menjawab Dave sudah di bentak oleh tuan muda.
"Cepat katakan!!!" bentak tuan muda.
"Baiklah, namanya adalah Alisya dia bekerja seb....." panggilan diakhiri sepihak oleh tuan muda.
"Arghhh andai saja bukan king mafia sudah ku cabik-cabik wajahmu" geram Dave akan tingkah sewenang-wenang sahabatnya.
Saat akan melanjutkan perjalanan kembali ke mansion, ia didatangi oleh pria yang mencari Alisya. "Permisi tuan apakah kau tau seorang wanita yang bernama Alisya ciri-cirinya ia memiliki rambut lurus yang panjang, bibirnya kecil, kulitnya putih, dan agak tinggi apa kau melihat nya?" tanya pria tersebut.
"Aku tidak melihatnya tetapi saat aku berburu tadi aku melihat ada beberapa mobil yang keluar meninggalkan hutan kemungkinan gadis yang kau cari ada di dalam mobil itu" kata tuan muda.
__ADS_1
Betapa mulusnya seorang tuan muda berbohong bahkan ekspresi di wajahnya pun tak menunjukkan raut wajah pembohong sedikitpun.
"Apa? baiklah terimakasih tuan telah memberikan informasi kepadaku" ucapnya seraya pergi meninggalkan tuan muda yang tersenyum smirk dibuatnya.
"Dasar manusia bodoh" gumam tuan muda yang kemudian melajukan mobilnya menuju mansion. Setibanya ia disambut oleh para penjaga.
"Selamat pagi tuan" ucap penjaga serempak. Kedua penjaga saling pandang karena melihat tuannya yang menyelonong masuk dengan wajah dalam kondisi marah.
Ia menuju lift dan menuju kamar Alisya tiba-tiba.....
Brak
Suara pintu yang di dobrak membuat Alisya terperanjat kaget melihat tuan muda yang berdiri dengan mata tajam melihat ke arahnya.
"Dimana kau sembunyikan handphone mu katakan!" tanya tuan muda dengan mata elangnya. Alisya diam karena ia sudah mengira bahwa hal ini akan terjadi padanya.
"Baiklah jika kau tidak mau bicara aku akan mencarinya sendiri" ujar tuan muda. Dengan cepat ia mencari handphone Alisya di atas nakas, di dalam laci dan mengobrak-abrik seluruh kamar itu hingga bagaikan kapal pecah.
Alisya sudah berkeringat dingin ia takut handphone nya akan ditemukan oleh tuan muda yang kejam itu. Karena itulah satu-satunya alat yang bisa membuat Alisya keluar dari rumah yang bagaikan neraka baginya.
__ADS_1
Alisya berdoa agar tuan muda tidak menemukan handphone nya namun Tuhan berkata lain, tuan muda berhasil menemukannya.
"SIAPA YANG KAU HUBUNGI HAH!" bentaknya pada Alisya.
"Apa dia kekasihmu? ah sayang sekali dia begitu bodoh untuk aku bohongi" kata tuan muda dengan nada meremehkan.
Kemudian tuan muda mengambil sim card dan.....
Ctak
Sim cardnya patah menjadi dua bagian membuat Alisya diam mematung karena baginya percuma melawan ia akan tetap kalah.
Tarrrr
Tuan muda membanting handphone Alisya dan membuat handphone nya rusak tak beraturan. Alisya ingin menghentikan aksi tuan nya namun ia telat dan cairan bening berhasil lolos keluar dari pelupuk matanya.
Tuan muda menghampiri Alisya dan mengapit kedua pipinya dengan satu tangannya seraya berkata "Jangan harap bisa keluar dari rumahku sebelum aku menghabisimu ditanganku, camkan itu" kata tuan muda penuh penekanan di setiap kata-katanya.
Kemudian tuan muda pergi meninggalkan kamar Alisya. Alisya kembali menangis dalam diamnya, ia tak kuat lagi dengan kehidupannya yang menderita setiap harinya, ia ingin bahagia apakah salah?
__ADS_1
Dirinya dituduh sebagai seorang pembunuh padahal ia hanya berniat ingin menolong tetapi takdir malah mempermainkannya. Niat baik belum tentu dinilai baik itulah kata-kata yang menggambarkan posisi Alisya sekarang.
...----------------...