Tuan Muda Yang Kejam

Tuan Muda Yang Kejam
Eps 17 Surat Perjanjian


__ADS_3

Pagi tiba...


Seorang laki-laki berjas hitam dengan gaya coolnya berjalan membawa selembar kertas menuju ke ruang kesehatan. Setelah sampai ia pun mengambil air di atas nakas.


Byurr


Seseorang itu menyiramkan air kepada Alisya yang tengah tertidur akibat tubuhnya yang terasa lemas. Alisya yang kaget pun segera bangun dengan nafas terengah-engahnya. Laki-laki itu ialah tuan muda sang penguasa dunia mafia.


"Ada...ada apa tuan kenapa kau menyiramku?" tanya Alisya dengan suara lemahnya. "Tanda tangani surat ini" ujar tuan muda singkat. "Apa ini tuan?" tanya Alisya. "Surat perjanjian antara kau dan aku" jawab tuan muda.


"Surat? untuk apa tuan dan kenapa aku harus menandatanganinya?" ujar Alisya yang bingung dengan maksud dan tujuan dari si tuan muda. "Bacalah sendiri kau akan tau dengan sendirinya" balas tuan muda.


Surat Perjanjian


Saya yang bertanda tangan dibawah ini bernama Lucas Deilson yang mana selanjutnya akan disebut sebagai pihak pertama dan Alisya yang akan disebut sebagai pihak kedua.


Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian dengan ketentuan-ketentuan yang diatur sebagai berikut :


*Pasal 1*


Dalam perjanjian ini pihak pertama bebas memberikan perintah apapun kepada pihak kedua dan pihak kedua harus menuruti segala perintah dari pihak pertama tanpa menolak sedikitpun, dikarenakan perjanjian ini sebagai bentuk pertanggungjawaban pihak kedua atas pembunuhan yang dilakukannya kepada ayah dari pihak pertama.


*Pasal 2*

__ADS_1


Pihak kedua tidak boleh kabur dari permasalahan ini atau dengan kata lain pihak kedua merupakan tawanan dari pihak pertama, jadi pihak kedua tidak boleh meninggalkan pihak pertama apapun yang terjadi kecuali atas izin pihak pertama itu sendiri.


*Pasal 3*


Jika pihak kedua melanggar pasal tersebut maka pihak pertama bebas untuk memberikan hukuman apapun kepada pihak kedua.


Demikian surat perjanjian ini kami buat dengan sebenarnya-benarnya yang mana dalam pembuatan surat perjanjian ini tidak ada paksaan dari pihak manapun.


Pihak pertama Pihak kedua


Lucas Deilson Alisya


"Apa? ini tidak adil tuan, aku tidak akan menandatangani surat ini dan aku tegaskan bahwa aku bukanlah seorang pembunuh yang membunuh ayahmu!" sargah Alisya yang berapi-api setelah membaca surat perjanjian yang diberikan olehnya.


"Jika tidak apa tuan?" tanya Alisya. "Jika tidak maka sahabatmu bernama Mira akan mati ditanganku" ujar tuan muda tersenyum menyeringai. "A-apa yang kau katakan tuan, Mira tidak ada hubungannya dengan permasalahan ini kau tidak bisa menyangkut-pautkan dirinya!" ujar Alisya.


"Maka tanda tangani saja surat perjanjian itu" kata tuan muda. "Tidak, aku tidak akan menandatangani surat itu" tegas Alisya yang tetap kekeuh pada pendiriannya.


"Baiklah jika itu keputusanmu, jangan salahkan aku jika kau akan melihat mayat dari sahabat tersayangmu hari ini" ujar tuan muda yang pergi meninggalkan Alisya.


"Tidak, jangan lakukan itu tuan kumohon" pinta Alisya. "Tuan dengarkan aku!" tambahnya, namun tuan muda tak bergeming dan tetap melanjutkan langkahnya.


"Bagaimana ini apa yang harus aku pilih, aku tidak mau Mira terkena imbasnya gara-gara aku dan aku juga tidak mau harus menuruti segala perintahnya, apa yang harus aku putuskan sekarang" gumam Alisya yang dilema tentang keputusan yang akan diambilnya.

__ADS_1


Di satu sisi jika ia menandatangani surat perjanjian itu, ia akan menderita seumur hidup dan jika ia tidak menandatanganinya maka sahabatnya akan...


"Tidak, itu tidak boleh terjadi aku harus menandatangani surat itu. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada Mira, dia sudah banyak membantuku selama ini" ujar Alisya yang sudah bertekad untuk menyetujui surat perjanjian itu.


"Aku harus menemui tuan muda itu sekarang juga" ujar Alisya yakin. Dengan cepat ia mencabut jarum infus dari tangannya yang membuat Alisya meringis menahan rasa sakit pada punggung tangannya.


Alisya berlari keluar ruangan dan mencari keberadaan tuan muda. Bi Minah yang melihatnya pun segera menghampiri nonanya.


"Ada apa non kok lari-lari kan masih sakit" tanya bi Minah. "Huh huh bibi, di-dimana keberadaan tuan?" tanya Alisya tanpa menjawab pertanyaan bi Minah. "Tuan sedang sarapan di lantai bawah bersama tuan Louis" jawab bi Minah. "Terimakasih" ucap Alisya.


"Sama-sama non" jawab bi Minah. Kemudian Alisya melanjutkan langkahnya untuk menuju lantai bawah. Saat sampai ia segera menghampiri sang tuan muda yang tengah makan.


"Tuan aku akan menandatangani surat itu" ujar Alisya tegas. "Apa kau yakin" tanya tuan muda kepada Alisya. "Aku yakin tuan" balas Alisya. Kemudian tuan muda memberikan surat perjanjian itu beserta dengan bolpoinnya dan Alisya segera menandatanganinya detik itu juga.


Rasakan saja apa yang akan ku lakukan padamu nanti (Batin tuan muda tersenyum menyeringai)


"Aku harap kau tidak akan menyakiti sahabatku tuan" ujar Alisya menatap kedua bola mata tuan muda dengan serius. "Aku akan menepati perkataanku, pergilah bersihkan mansion ini sendirian, jika aku melihat ada yang masih kotor maka aku tak akan segan untuk memberimu hukuman" ujar tuan muda dingin.


"Baik tuan" balas Alisya yang kemudian undur diri dari hadapan tuan muda. "Apa apaan ini Luc dia masih sakit dan kau menyuruhnya untuk membersihkan mansion sebesar ini sendirian? apakah kau sudah gila?" tanya Louis.


"Jangan ikut campur masalahku!" ujar tuan muda menatap tajam Louis. Sedangkan yang ditatap hanya membuang nafas kasar dibuatnya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2